Become A Queen

Become A Queen
EPS 5


__ADS_3

Greisy tanpa tau malu langsung merebahkan dirinya di atas ranjang raja Carol.


"ratu Greisy" ucap raja Carolyn sedikit berteriak.


"berani-beraninya kau berteriak di depanku" ucap Greisy tak terima.


Greisy langsung melempar kan bantal yang ada di atas ranjang ke arah raja Carolyn.


"yak apa yang kau lakukan" tanya raja Carol sambil menghindar.


"hanya memberimu sedikit hukuman" jawab Greisy.


"hentikan lah" teriak raja Carol.


**


"apa yang terjadi di dalam" ucap Aaron khawatir.


selama ini raja Carolyn tak pernah berteriak keras, tetapi sekarang ia terus saja berteriak di dalam ruangan yang di dalamnya ada ratu Greisy.


"baiklah aku hentikan" ucap Greisy sambil berhenti melempar bantal.


"Carolyn" teriak Greisy.


"kau? meneriaki namaku?" teriak raja Carolyn.


"memangnya kenapa?" ucap Greisy dengan wajah santai.


"suamiku" ucap Greisy kali ini dengan lembut.


"bisakah kau membawakan aku panah?" pinta Greisy.


"kau mau membunuhku dengan panah?" tanya raja Carolyn.


" jangan salah paham!! untuk apa aku membunuh orang tak berguna seperti mu" ucap Greisy dengan wajah tanpa dosa.


"tak berguna katamu?" teriak raja Carol.


"aish si bodoh ini kenapa berteriak terus" umpat Greisy.

__ADS_1


"kau tadi memanggil ku bodoh?" ucap raja Carolyn sambil melempar bantal ke arah Greisy.


"maksudku, untuk apa aku membunuh suamiku yang tampan ini" ucap Greisy sambil menahan tawa.


"ratu, kau sudah kelewatan" ucap Carolyn tak terima.


"terserah ku, Carolyn?!" panggil Greisy sambil turun dari ranjang.


"nanti sore panahnya harus sudah siap"


"kalau tidak nyawamu yang akan menggantikan nya" ucap Greisy santai namun terdengar dingin.


Greisy lalu berjalan mendekati pintu, sebelum keluar dari ruangan tersebut ia mengatakan sesuatu pada Carolyn.


"sekalian nanti bawakan aku makanan enak" ucapnya tanpa berbalik badan.


setelah berkata demikian Greisy langsung keluar dari ruangan tersebut.


Aaron yang dari tadi berdiri di depan pintu langsung membungkuk.


"tak perlu membungkuk saat ada aku, aku jadi tak nyaman" ucap Greisy lalu pergi.


****


"ini sudah sore tetapi kenapa si bodoh itu belum datang" ucap Greisy sambil melihat ke arah pintu.


... tok tok!!...


terdengar suara ketukan pintu.


ratu Greisy langsung berlari ke arah pintu


"akhirnya kau datang, masuklah" ucap Greisy sambil menutup kembali pintu.


"kenapa aku harus menyelinap seperti ini?, aku ini seorang raja" ucap Carol


raja Carolyn datang ke kediaman ratu dengan mengendap-endap, ia menyembunyikan makanan yang ia bawa di tas nya.


"aku tak pernah menyuruhmu untuk menyamar" jawab Greisy tak peduli.

__ADS_1


Greisy melihat isi tas Carolyn, ia terlihat mencari- cari barang yang ia inginkan.


"makanlah" ucap raja Carolyn mengeluarkan makanannya.


"sudah kubilang kan?" ucap Greisy sambil menatap tajam Carol.


"apa?"


"mana panah yang kuminta?" teriak Greisy


raja Carolyn sontak membungkam mulut Greisy.


Greisy memberontak, ia menggigit tangan raja Carolyn.


"akhhhhh" raja Carolyn melepaskan tangannya.


"apa yang kau lakukan bod-"


belum sempat Greisy melanjutkan ucapannya, raja Carolyn langsung ******* bibir ratu Greisy.


"hmmpphh"


ratu Greisy mencoba untuk memberontak lagi.


"diamlah" kali ini raja Carol menekan kalimatnya.


ratu Greisy langsung mengerti, ternyata di luar ada seseorang yang sedang mengawasi ratu.


"siapa dia?" tanya Greisy.


raja Carolyn hanya menaikan pundaknya tanda tak tau.


"aish brengsek mana yang berani-beraninya mengawasi ku" ucap Greisy geram.


"aku tau kau mencoba membuat aku diam, tapi tidak begitu caranya" lanjutnya.


"maaf aku tak tau" jawab raja Carolyn.


"aish sudahlah, kuperingati kau lupakan kejadian hari ini" ucap Greisy sambil mendekatkan wajahnya ke raja Carolyn.

__ADS_1


"ba...baiklah" ucapan raja Carolyn terbata bata karena ia sekarang sedang sangat gugup.


__ADS_2