
"yang mulia ratu, sebenarnya apa yang anda pikirkan? kenapa anda bersikeras ingin dihukum bersama anak itu?" batin Aaron yang sedari tadi memperhatikan ratu Greisy.
raja Carolyn tak bisa menghukum ratu Greisy, entah kenapa ia tak tega melihat wanita yang sedang berlutut sambil memeluk anak kecil di depannya itu dihukum.
"jangan pernah membahas masalah ini lagi, siapapun yang mengungkit masalah ini maka akan dihukum mati" ucap raja Carolyn.
semua orang yang berada disana sangat kecewa dan juga takut. kenapa raja tak menghukum mereka dan malah mengancam orang-orang istana?. tapi meskipun begitu, tak ada yang berani menentang keputusan dari raja Carolyn.
"yang mulia? kenapa anda tak menghukum nya?" tanya zwetta.
"zwetta sudah kubilang bukan jangan membahas nya lagi" jawab raja Carolyn dengan nada dingin.
mendengar jawaban dari raja Carolyn, zwetta langsung pergi meninggalkan area itu.
"henry kau tak apa?" tanya ratu Greisy sembari melepas pelukannya.
henry hanya menggeleng ia lalu bertanya kepada ratu Greisy.
"kenapa anda membela saya? Anda baru mengenal saya kemarin sore, kenapa anda harus mengorbankan diri anda untuk orang rendah seperti saya?"
"hey kenapa kau bicara seperti itu? jangan pernah bicara seperti itu lagi di depan ku, aku jadi sakit hati tau" jawab ratu Greisy.
"kau sama sekali tak salah lalu kenapa aku harus membiarkan mu dihukum?" ucap ratu Greisy sambil memegang kedua bahu henry.
__ADS_1
"darimana anda tahu kalau saya tak bersalah? apakah anda sudah mengenal saya dari lama? bagaimana jika saya memang mencoba meracuni selir yang mulia raja?"
"henry, kenapa kau bicara seperti itu padaku? kau menyuruhku untuk tak percaya padamu?" tanya ratu Greisy dengan mata yang sedang menahan air mata.
melihat itu Henry langsung memeluk ratu Greisy.
"saya tak bermaksud begitu, tetapi apa pantas saya mendapat bantuan dari yang mulia?"
"kenapa tidak?"
ratu Greisy lalu mengajak Henry ke kediamannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aaron menurutmu kenapa ratu melindungi anak itu?" tanya raja Carolyn pada Aaron.
"saya juga kurang tahu yang mulia" jawab Aaron.
"aku akan menemui ratu dan menanyakan nya langsung" ucap raja Carolyn hendak pergi dari kamarnya.
"yang mulia sepertinya untuk saat ini jangan dulu" ucap Aaron menahan raja Carolyn
raja Carolyn membalikkan badannya, ia menatap Aaron dengan muka penuh tanda tanya.
__ADS_1
"yang mulia ratu pasti masih marah kepada anda, bukan hanya karena kejadian sekarang tetapi juga kejadian kemarin malam jadi anda tunggu dulu beberapa hari hingga amarahnya reda" jelas Aaron.
raja Carolyn menghembus kan nafasnya kemudian ia duduk di salah satu kursi yang merada di kamarnya.
"Aaron"
"ya, yang mulia?"
"bisakah kau menggantikan aku untuk menanyakan itu pada ratu?"
"tentu saja, kalau begitu saya pamit undur diri" ucap aaron lalu pergi meninggalkan kediaman raja Carolyn.
sementara itu di kediaman selir istana, terlihat seorang wanita sedang membanting barang-barangnya.
para pelayan disana hanya terlihat diam sambil menunduk, tak ada yang berani menghentikan wanita tersebut.
"kali ini kau beruntung, tapi ingatlah aku tak akan membiarkan mu hidup tenang di istana ini sebelum kau mau melepaskan kedudukan mu untukku" batin wanita tersebut.
"aaarrgghhhh" teriak wanita tersebut sambil mengacak-acak rambutnya.
"kenapa kalian hanya diam? cepat bersihkan!!" perintah wanita tersebut kepada para pelayannya.
"ba-baik yang mulia"
__ADS_1
semua pelayan yang berada disana bergegas membersihkan pecahan-pecahan pas bunga yang dilempar oleh zwetta.