
di sebuah ruangan nampak seorang wanita cantik sedang mengemasi barang-barang nya.
"bawa yang penting-penting saja" gumam ratu Greisy sambil mengemasi semua bajunya.
"aku harus bawa banyak permata, aku tak mau hidup jadi orang miskin setelah keluar dari istana ini"
setelah selesai berberes ratu Greisy terkejut melihat barang-barang yang ia kemasi.
"a-apa?"
bagaimana tidak, hampir seluruh isi kamarnya ia kemasi untuk dibawa pergi dari istana.
"apakah aku akan membawa ini semua pergi?"
"sejak kapan aku mengemasi ini semua" kesalnya sambil menendang barang-barang yang ia kemasi tadi.
"arrgghhhhh!! aku akan gila Sekarang" teriaknya sambil berlutut dan memeras rambutnya.
"ratu sialan ini, kenapa barang-barangnya mahal semua? aku jadi tak tega kalau harus meninggalkan nya disini."
ratu Greisy lalu duduk di tumpukan baju yang ia masukan ke dalam sebuah tas.
"Ella ayo pikirkan, bagaimana cara membawa semua ini?"
ratu Greisy memandangi semua barangnya, kemudian ia berpikir sejenak.
"kalau aku pergi,pasti si ular itu akan hidup bahagia dengan raja bodoh itu."
"aku tak rela melihat orang lain bahagia,tapi aku juga tak bisa tinggal disini"
"aku juga tak mau hidup miskin setelah pergi dari sini, ayah pasti tak akan menerima ku karena perlakuan kasar ku dulu padanya"
__ADS_1
"aish sial bagaimana ini? aku sudah terlanjur bilang akan bercerai dengan raja bodoh itu"
ratu kembali berlutut sambil memegang kepalanya.
"aku harus membujuk Carol, aku sudah berubah pikiran! aku tak mau jadi Ella lagi, mana mungkin aku akan menjadi alat lagi sekarang apalagi dengan wajahku yang begitu cantik"
ratu Greisy langsung beranjak pergi dari kamarnya, ia berlari menuju ruangan kerja raja Carolyn.
"hosh,hosh."
setelah sampai di depan pintu kerja raja Carolyn ratu Greisy berhenti sejenak, ia mencoba mengatur nafasnya.
"tubuh ini, benar-benar lemah." ucapnya sembari masuk ke ruangan tersebut.
...kreeaaatt.........
suara pintu terbuka. dari balik pintu terlihat seorang wanita cantik memasuki ruangan tersebut.
...brakk...
ratu Greisy memukul meja yang ada di depannya.
"a-ada apa?" tanya raja Carolyn dengan sedikit gugup.
"lupakan semua yang aku katakan tadi padamu"
ucap ratu Greisy dengan nafas masih terengah-engah.
raja Carolyn sedikit kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh ratu Greisy.
"aish si bodoh ini" umpat ratu Greisy.
__ADS_1
"wanita ini benar-benar menyeramkan ketika marah" batin raja Carolyn.
"kubilang lupakan semua ucapanku tadi terhadap mu!" ucap ratu Greisy dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
raja Carolyn tersenyum tipis, ia bangun dari kursinya lalu menatap wajah cantik ratu Greisy.
"apa yang kau maksud" ucapnya sambil mengangkat dagu ratu Greisy.
"aish, aku tak mau bercerai denganmu! aku hanya bercanda tadi aku tak ada maksud untuk bersungguh-sungguh." tegasnya.
"benarkah?" ucapnya diiringi senyum tipis di wajahnya.
raja Carolyn mendekat kan wajahnya ke wajah ratu Greisy.
... plakk!...
sebuah tamparan mendarat di wajah tampan raja Carolyn.
"akhh, apa-apaan dirimu" ucap raja Carolyn sambil memegang wajahnya.
"dasar mesum, kau cari mati ya?!" teriak ratu Greisy.
"a-apa? kenapa menyebutku mesum?" raja Carolyn segera menjauh dari ratu Greisy.
"aish si bodoh ini" ucapnya pelan.
"hey! aku masih bisa mendengar nya" teriak raja Carolyn.
ratu Greisy tak mempedulikan raja Carolyn, ia berjalan pergi menuju pintu.
"datanglah ke kamarku sekarang, jangan membuatku menunggu!" ucapnya lalu menutup pintu ruangan tersebut.
__ADS_1
"a-apa katanya? kenapa menyuruhku datang ke kamarnya, apa yang akan dia lakukan padaku?" ucapnya sembari meraba-raba tubuhnya sendiri.