Become A Queen

Become A Queen
EPS 4


__ADS_3

Greisy memetik bunga di pinggir danau, lalu ia menghampiri kakaknya.


"kakak bukankah bunga ini sangat cantik" ucap nya sambil tersenyum.


Ghaaziy hanya mengangguk, menandakan ia setuju dengan ucapan Greisy.


"menurut mu lebih cantikan aku atau bunga ini" tanya Greisy sambil membandingkan dirinya dengan bunga yang ia pegang.


"tentu saja adikku ini lebih cantik" jawab Ghaaziy sambil mencubit pipi adiknya.


"aku tau itu,aku memang sangat cantik" sombongnya.


"kau sangat percaya diri ya" mengelus rambut adiknya.


"memangnya kenapa?" ucapnya sambil memeluk kakaknya.


****


"apakah dia ratu yang aku kenal?" batin raja


"yang mulia anda lihat, dia Sekarang sedang bersandiwara dengan tuan Ghaaziy" ucap zwetta.


"benar mungkin saja ini hanya sandiwara" batin raja.


"lebih baik kita pergi dari sini" ucap raja Carolyn sambil berjalan pergi.


zwetta mengikuti raja Carol dari belakang.


"Greisy?" panggil Ghaaziy.


"kenapa kakak?" jawabnya sambil memetik bunga.


"kau sungguh tak apa melihat mereka?" ucap Ghaaziy khawatir


"kakak bercanda ya? memangnya aku bakal kejang-kejang kalau melihat mereka?" jawabnya sambil tertawa.


"baguslah kalau kau tak apa-apa"


"kakak?"


"kenapa" tanya Ghaaziy sambil menatap Greisy.

__ADS_1


"apakah aku boleh meminjam pedangmu?" ucapnya sambil melihat pedang yang dibawa Ghaaziy.


"untuk apa? kau itu seorang ratu jadi tak boleh memegang pedang!" tegas Ghaaziy.


"kakak kumohon" ucap Greisy sambil memohon.


Greisy tau kakaknya tak akan membiarkan ia memohon, ia yakin Ghaaziy pasti akan memberikan pedangnya.


"huh anak ini, baiklah ini kau ambilah" ucap Ghaaziy sambil memberikan pedangnya.


Greisy menerima pedang kakaknya itu, kemudian ia memeluk kakaknya


"kakakku memang yang terbaik dari semua orang" puji nya


"kau sangat pintar memuji" ucapnya membalas pelukan Greisy.


Greisy lalu melepaskan pelukannya dan ingin kembali ke kamarnya.


"kakak aku akan ke kamar dulu" ucapnya sembari meninggalkan Ghaaziy.


"Baiklah, kau istirahat saja di kamar" jawabnya


"tentu"


"apakah aku bisa mengunakan pedang?"


"dulu aku membunuh hanya dengan menggunakan pisau atau pistol"


"tunggu bukankah aku bisa meminta panah kepada kakak"


Greisy hendak menemui kakaknya tetapi sebuah ingatan melintas di pikiran nya.


Ghaaziy sudah tak pernah menggunakan panah sejak ia dipermalukan di depan umum oleh Greisy.


"aish sial!!" umpat Greisy


"apa yang wanita bodoh ini lakukan"


"sekarang dimana aku harus mencari panah?" bingung nya.


Greisy mondar mandir di kamarnya.

__ADS_1


tiba-tiba terlintas ide di kepalanya


"bukankah suamiku adalah seorang raja" ucapnya sambil tersenyum licik.


"aku harus bisa mendapatkan panah apapun yang terjadi, disini aku tak boleh menjadi lemah"


Greisy lalu pergi meninggalkan kamarnya.


ia menuju ke kediaman raja Carolyn.


di depan ruangan raja Carolyn ratu Greisy mengetuk pintu.


... tok tok!...


lalu seorang pria tampan membukanya pintu


"astaga siapa lagi ini, aku akan mabuk pria tampan disini" batin Greisy.


pria itu membungkuk, lalu memberi salam pada ratu Greisy.


"terima salam saya yang mulia ratu" ucapnya sambil membungkuk.


"ah iya" ucap Greisy canggung.


"dimana Carol?" tanya Greisy


Aaron sangat terkejut ketika mendengar ratu Greisy menyebut nama raja Carolyn, karena selama ini Greisy sangat hati-hati saat menyebut nama raja Carolyn.


"di...di dalam" ucap Aaron masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"baiklah, aku akan masuk ke dalam" ucapnya sembari masuk.


Aaron menutup pintu ruangan tersebut ia lalu menunggu di luar.


raja Carolyn menoleh ke asal suara langkah kaki yang terdengar mendekati nya.


"ratu" ucapnya ketika melihat Greisy.


"apa-apaan ini kenapa ruangan mu bagus sekali sangat berbeda dengan ruangan ku" ucap Greisy sembari melihat lihat sekeliling.


"kau dulu sama sekali tak masalah dengan ruangan mu kenapa sekarang kau malah seperti ini" ucap raja Carol.

__ADS_1


"yak itu karena aku tak pernah memperhatikan ruangan ini" cibir Greisy.


__ADS_2