Become A Queen

Become A Queen
EPS 11


__ADS_3

di depan pintu ruangan ratu Greisy terlihat raja Carolyn sedang duduk sambil memegang sapu.


"salam yang mulia, ada apa anda memanggil saya?" tanya Aaron sambil membungkuk.


"ikutlah denganku" ucap Aaron sembari masuk ke kamar ratu Greisy.


Aaron hanya mengikuti raja Carolyn dari belakang, ia sedikit heran kenapa raja nya memegang sebuah sapu.


"Aaron, kau bantu lah aku merapikan semua ini" ucap raja Carolyn.


"merapikan ini?" tanya Aaron dengan wajah yang terlihat sangat terkejut.


raja Carolyn hanya mengangguk, ia lalu melempar sapu yang dipegangnya pada Aaron.


"jika kamar ini masih belum rapi setelah ratu datang, nyawa ku yang menjadi taruhannya" ucap raja Carolyn sambil berbaring di ranjang ratu Greisy.


"kau selamatkan lah nyawaku, hanya kau teman ku satu-satunya" lanjutnya lagi.


Aaron semakin terkejut, baru kali ini ia melihat raja Carolyn bertingkah seperti itu. selama ini raja Carolyn tak takut mati di Medan peperangan tetapi sekarang dia takut akan dibunuh oleh istrinya di siang bolong begini?.


"Aaron kenapa kau diam saja, kubilang selamatkan aku"


"ba-baik yang mulia, anda duduk saja biar saya yang melakukan nya" ucap Aaron sembari merapikan barang-barang ratu Greisy.


...****************...


di tepi danau yang indah, terlihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang yang terurai dan gaun cantik yang menghiasi badannya.

__ADS_1


terlihat sangat berkilau saat terkena pantulan sinar matahari.


wanita itu terlihat melatih dirinya, agar terbiasa menggunakan pedang.


"hosh, hosh"


"tubuh ini tak cocok untukku, dia begitu lemah"


setelah berkata demikian wanita tersebut langsung menaruh pedangnya, ia duduk bersila di tepi danau.


ia terlihat sedang mencoba berkonsentrasi.


"yang mulia" terdengar suara pria yang tak asing bagi wanita tersebut sehingga ia membuka matanya.


wanita tersebut menoleh ke asal suara.


"apa yang anda lakukan disini?" ucapnya lalu duduk di samping wanita tersebut.


"kakak, kau boleh berbicara santai padaku"


pria itu tersenyum lalu mengambil pedang yang berada di samping ratu Greisy.


"baiklah, Greisy apa yang kau lakukan disini?" tanya nya lagi.


"aku hanya melatih diriku" jawab ratu Greisy.


"bolehkah kakak melihat caramu memakai pedang?" tanya Ghaaziy.

__ADS_1


ratu Greisy mengangguk, lalu ia mengambil pedangnya dari tangan Ghaaziy, ratu Greisy memperlihatkan gerakan pedang yang ia latih tadi.


"gerakan nya begitu halus, ini tidak bisa dilakukan oleh pemula apakah Greisy diam-diam belajar menggunakan pedang dari dulu?" batin Ghaaziy ketika melihat adiknya mengayunkan pedang.


ratu Greisy tiba-tiba kehilangan keseimbangan nya, ia terjatuh dan tangannya tak sengaja mengenai batu kecil di tepi danau tersebut.


"akh" ringisnya


"tangan mu terluka, ayo ikut aku kita harus mencari tabib" ajak Ghaaziy sambil memegang tangan Greisy.


"tak usah ini hanya luka kecil" tolak Greisy.


"Greisy?"


"kakak aku sudah besar, kau tak perlu begitu khawatir padaku" ucap Greisy.


Ghaaziy hanya tersenyum tipis mendengar ucapan adiknya.


"aku sedikit kecewa, karena aku tak bisa menguasai semua gerakanku sendiri" imbuh Greisy.


"sudahlah, hal ini wajar bagi para pemula, dulu kakak butuh waktu berbulan-bulan untuk menguasai gerakan pedang yang dilatih oleh ayah" ucapnya untuk menenangkan Greisy.


"benarkah? kau sangat bodoh ternyata" ucap Greisy sambil tertawa.


Ghaaziy tak menjawab ia hanya ikut tertawa bersama Greisy.


"dulu aku bisa menguasai gerakan apapun hanya dalam beberapa jam" batin Greisy.

__ADS_1


"tapi itu dulu, semua itu tak berlaku sekarang" imbuhnya lagi di dalam hati.


__ADS_2