
di taman istana terlihat dua orang sedang bercanda gurau.
"kakak kau tak bisa menjawabnya kan?" ucap Greisy dengan muka merendahkan
"kata siapa aku tak bisa menjawabnya" jawab Ghaaziy dengan kesal.
"apa aku tak salah lihat? ratu Greisy terlihat sangat akrab dengan Ghaaziy?" ucap salah satu pria yang sedari tadi memperhatikan ratu Greisy dan Ghaaziy dari jauh.
"entahlah, tadi sikapnya juga sangat aneh padaku. dia menatapku dengan sinis dan secara terang-terangan mengusirku dari kamarnya" ucap pria satunya.
"yang mulia mungkinkah ratu sudah sadar bahwa anda hanya mencintai yang mulia zwetta." kata pria tersebut dengan santai.
"mungkinkah seperti itu? dari dulu dia selalu mengejar-ngejarku, sehingga aku sangat risih berada di dekatnya tetapi kalau sekarang dia telah sadar aku akan sangat bersyukur" jawab raja Carolyn sambil tersenyum.
"yang mulia zwetta pasti juga senang mendengarnya" imbuh si pria tadi.
"Aaron kau pergilah ke kediaman zwetta, suruh dia menemuiku di danau dekat taman" perintah raja Carol.
"perintah anda akan saya laksanakan yang mulia" jawab Aaron.
Aaron adalah teman dekat raja, ia juga orang kepercayaan raja Carolyn.
"ratu,mari kita lihat sampai kapan kau bisa berpura-pura dingin terhadap ku" ucap raja Carolyn sambil menatap ke arah Greisy.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"kakak, bagaimana bisa seperti itu" ucap Greisy tidak terima dengan apa yang kakaknya lakukan.
"kenapa tak bisa? ini sama sekali tak tertulis di aturan yang kau buat" ucap Ghaaziy dengan sombong.
"bangsat, terserah kau saja" kesal Greisy.
Ghaaziy yang mendengar Greisy mengumpat sangat terkejut, bagaimana tidak selama ini Greisy selalu menjaga citra nya sebagai seorang ratu, ia selalu berhati-hati dalam berbicara dan berbuat tetapi sekarang ia malah mengatakan kalimat yang tidak seharusnya diucapkan di kerajaan.
"Greisy kau tadi bilang apa" tanya Ghaaziy masih tak percaya mendengar adiknya mengumpat.
"aku bilang bangsat, kau itu bangsat bisa-bisanya curang di depanku" ucap Greisy tanpa rasa bersalah.
"kakak aku itu ratu disini kau tak boleh menyuruh-nyuruh ku, apapun yang aku lakukan dan ucapkan semua itu terserah ku" jawab Greisy, cuek.
"aku tak bisa percaya dengan perubahan nya" ucap Ghaaziy dalam hati.
Ghaaziy menatap Greisy dalam-dalam, tatapannya sulit diartikan.
"kenapa menatapku seperti itu, dasar sialan" membalas tatapan kakaknya.
"kau sekarang sangat pintar mengumpat ya" tanya Ghaaziy.
__ADS_1
"memangnya kenapa?" ucapnya malas
Ghaaziy menggeleng, ia tau kalau ia menjawab pasti akan terjadi perdebatan antara dia dengan Greisy, ia ingin menjaga hubungan baiknya dengan Greisy.
"kakak, bukankah itu raja Carolyn dengan selirnya?" tanya Greisy sambil menunjuk kearah danau.
Ghaaziy menoleh ke arah danau,ia melihat raja Carol sedang bermesraan dengan selirnya.
"ayo kita pergi dari sini" ucap Ghaaziy, lalu mengandeng tangan Greisy menjauh dari area taman.
"kakak kenapa kita pergi? aku masih belum berkeliling di sini" ucapnya sambil melepaskan gandengan tangan Ghaaziy.
"Greisy"
"kakak"
"baiklah" ucap Ghaaziy sedikit terpaksa.
Greisy tersenyum ia lalu mengandeng kakaknya dan pergi mendekati danau tersebut.
"cih jadi raja bodoh itu mencintai selir yang tak ada apa-apa nya dibandingkan pemilik tubuh ini" ejek Greisy dalam hati.
zwetta yang melihat Greisy langsung merangkul tangan raja Carol, ia tau kalau ratu pasti akan mengganggu waktunya dengan raja Carol.
__ADS_1
tapi tak disangka ratu Greisy hanya melewati mereka berdua, zwetta dan raja Carolyn yang melihat nya sangat bingung dan kaget, ratu Greisy yang mereka lihat sekarang seperti orang lain.