
Setelah beberapa menit akhirnya ratu Greisy membuka matanya.
"sial, kepala ku benar-benar sakit"
"ratu anda tak apa?" tanya seorang pria tampan. pria tampan yang berdiri di samping ratu Greisy adalah raja Carolyn,suami dari ratu Greisy.
"yak bisakah kalian semua keluar?" perintah ratu, "tapi yang mulia anda baru saja sadar, tidak mungkin kami meninggalkan anda lagi" jawab seorang pelayan.
"kau berani membantah ku" ratu Greisy menatap tajam ke arah pelayan tadi.
pelayan itu langsung menggeleng cepat dan menundukkan kepalanya.
"keluarlah" ucap raja Carol
semua pelayan dan juga tabib akhirnya keluar dari ruangan tersebut, ratu Greisy menatap sinis ke arah raja Carol.
"kenapa kau masih disini?" tanya Greisy
"aku akan menemanimu disini" jawab raja Carol dengan nada lembut.
"aku tak butuh ditemani olehmu, sekarang kau silahkan keluar" tegas Greisy
raja Carol menghela nafasnya, lalu ia segera pergi berjalan ke arah pintu "kalau butuh sesuatu panggil saja aku" ucapnya sebelum menutup pintu.
__ADS_1
setelah raja Carolyn pergi Greisy langsung bangkit dari ranjangnya menuju cermin.
"apa-apaan wajah ini? kenapa begitu sempurna? wajah wanita ini bahkan tak bisa dibandingkan dengan wajahku dulu" kagumnya.
"ekhm menurut ingatan wanita ini, ia adalah seorang ratu dari kerajaan ini tetapi suaminya sama sekali tak mencintainya, wanita ini bahkan sering mengemis kasih sayang pada suaminya, bukankah wanita ini benar-benar menyedihkannya?"
"baiklah sekarang aku yang akan menggantikan mu disini, kau istirahat lah disana dengan tenang. aku ini Ella, aku bisa melakukan segala hal" sombongnya
Ella yang mendapatkan ingatan dari pemilik tubuh merasa kasihan dan juga bersyukur karena pemilik tubuh ini telah tiada.
"sekarang aku harus membiasakan diri berbicara dengan formal"
Greisy kemudian berjalan kearah lemari besar yang berada di pojok ruangan lalu ia langsung membuka lemari tersebut.
"wah bajunya sangat cantik tapi juga ribet, aku tidak suka"
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
"yang mulia bolehkah saya masuk?"
"suara nya terdengar tak asing, apakah wanita ini mengenalnya?" batin Greisy
"silahkan masuk" ucap Greisy
__ADS_1
saat pintu terbuka terlihat sosok pria tampan nan gagah memasuki ruangan tersebut.
"astaga kenapa banyak sekali orang tampan disini?" batinnya
"yang mulia senang melihat anda sudah pulih" ucap pria tersebut.
tiba-tiba muncul ingatan tentang pria itu di kepala Greisy. "aish jadi dia kakak wanita ini? sekarang aku harus bertindak seperti apa? menurut ingatan wanita ini ia selalu saja merendahkan kakaknya" ucapnya dalam hati
"maaf telah membuat anda tak nyaman dengan kehadiran saya" ucap pria tersebut
pria itu bernama Ghaaziy, ia adalah satu-satunya saudara dari Greisy.
"saya pamit undur diri" lanjut Ghaaziy sambil berjalan mundur.
"kakak kenapa kau sangat terburu-buru? adikmu ini baru sadar dan kau sudah mau pergi saja?" Ghaaziy yang mendengar adiknya memanggil dia dengan sebutan kakak merasa sangat senang, karena ini adalah pertama kalinya ia dipanggil kakak oleh adiknya itu.
Ghaaziy tak menjawab Greisy ia merasa sudah kehabisan kata-kata untuk Greisy.
"kakak bisakah kau menemani ku keliling taman istana?" pinta Greisy sambil memperlihatkan muka imutnya. "tentu saja yang mulia" jawab Ghaaziy sambil mengangguk. Greisy lalu mengandeng tangan Ghaaziy
"kakak mulai hari ini kau tak boleh memanggil ku yang mulia"
"tapi anda adalah seorang ratu"
__ADS_1
"memangnya kenapa kalau aku seorang ratu? apakah kakakku tak boleh memanggil nama adiknya sendiri?" ucapnya sambil memeluk Ghaaziy.
"baiklah Greisy, sekarang ayo kakak temani kau ke taman" ucap Ghaaziy mengelus rambut Greisy.