
Dipagi hari yang cerah terdapat anak mudah berumur 15 tahun dengan gaya rambut yang acak-acakan dengan bola mata berwarna hitam menambah kesan tamvannya, dia tertidur dengan pose duduk karena...
"Yukiru, emm.. mau temanin aku belanja tidak, ehehe." ucap gadis tersebut dengan malu-malu, dia memiliki warna rambut berwarna merah mudah dengan matanya yang berwarna merah, bisa dikatakan dia cantik dengan rambut yang panjang dan polos yang panjangnya melebihi pinggang
Yukiru tidak merespon..
"Yuk.. Yukiruu?" dia memanggil Yukiru dengan wajahnya yang memerah "He?" dia kaget karena Yukiru tidur sejak dia mulai mengajak Yukiru, dihatinya sekarang terdapat malu dan kesal yang tercampur aduk
"Tuan Yukiru! jangan tidur setelah makan!" ucap wanita yang memiliki tanduk dengan warna rambut merah matang, dengan mata yang berwarna hitam dan oppai yang agak besar menambah kesan kakak perempuan
"Hmm.." gumam Yukiru yang masih tertidur
"Astaga.. tuan!" ucap Wanita tersebut yang tak lain adalah Siteru, dia membuat bola air dan memecahkannya diatas Yukiru
Sontak Yukiru mengetahui bahaya dia refleks menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba berdiri dibelakang Siteru.
Siteru kaget karena tiba-tiba dibelakangnya ada seseorang dan saat Siteru menoleh kebelakang, Yukiru jatuh oppai Siteru, dikarenakan punyanya Siteru agak besar, Yukiru merasa dia tidur dibantal yang empuk, disisi lain gadis yang ingin mengajak Siteru belanja dia menggembungkan pipinya karena dia... rata.. (:v)
Jduar... suara ledakan terjadi ditengah kota, ledakan tersebut seperti ledakan bola api yang tercampur petir unggu yang membuat ledakan bersekala agak besar
Dengan suara tersebut Siteru dan gadis tersebut langsung menoleh kearah ledakan tersebut, tanpa sadar Siteru membuang Yukiru yang tadinya bertumpu pada dada Siteru, dengan cepat Yukiru menghilang dengan menggunakan Lightning Elemental karena sang pembuat ledakan menggangu dia bermimpi indah.
Terdapat banyak orang yang hamburan untuk menghindari ledakan tersebut, pembuat ledakan tersebut tak lain adalah sang penguasa petir, dia setengah dewa.
"Oi sialan kenapa kau membuat keributan di kota!" ucap Yukiru dengan ekspresi marah dengan terbang
"Kenapa memangnya? jangan sombong karena kau bisa terbang!" ucapnya dengan merendah
"Ingatlah posisimu dasar sialan!" ucap Yukiru yang langsung berada dibelakangnya
"Cepat!" ucap sang dewa petir tersebut yang kaget akan kecepatan sang setengah malaikat tersebut
Yukiru memukul punggung sang dewa petir tersebut kebawah dan Yukiru sekarang berada dibawahnya sang setengah dewa tersebut dia memukul kembali tapi dengan 70% kekuatannya yang membuatnya terpental keatas dengan kecepatan 5.1 mach bisa dikatakan kalau sekarang dia setara dengan pesawat jet tempur dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
"Sialaannn.. aku salah membuat... masalah didaerah.. sang malaikat.." ucapnya terbatah-batah
"Rasakan rasa sakit ini dasar sialan!" ucap Yukiru menendang setengah dewa tadi kebawah,
tapi dia menendangnya tepat di gunung, dengan kecepatan yang bertambah menjadi 7.5 mach saat bertabrakan dengan gunung.. Bdommm.. gunung tersebut hancur yang membentuk kawah sangat besar dengan setengah dewa tadi yang tak bersisah atau sudah mati, dia menggunakan 85% kekuatannya yang bisa menciptakan kecepatan 7.5 mach
Yukiru yang kesal tadi berteriak kesal "Dasar sialan! aku jadi tidak bisa melanjutkan mimpiku untuk mendapatkan karakter bintang 7." teriaknya secara histeris, dia menangis karena kebahagiaannya sirna, pertama kalinya dia menangis di dunia ini tetapi tangisannya bisa dikatakan tidak berguna..
Yukiru menghentikan tangisannya dan dia kembali menghilang sekarang dia muncul dikamarnya dan merebahkan tubuhnya dikasur,"Sialan, padahal tinggal sedikit lagi aku tau caranya mendapatkan karakter bintang 7." batinnya dengan geram
---> Massion di benua Vampire
"Apa? sang dewa petir mati? sialan! siapa yang membunuh pion berhargaku! cari dia dan bawah kesini! hidup atau mati kau harus membawahnya, jika belum kau diharamkan untuk kembali kesini!" ucap Pria mudah yang tingginya 275 cm, dia kesal akan berita yang dikasi tahu oleh Assassin terbaiknya
"Baik!" ucap Assassin tersebut yang bisa diketahui dari lambang jubahnya, senjatanya yang berupa pedang pendek, dengan jubah yang bergambarkan dua pedang dan ada tengkorak di tengah dua pedang tersebut, yaitu lambang pembunuh bayaran
---> Kerajaan di benuah Arisy
"Menarik, cari siapa pembunuh dewa petir tersebut, jika bisa culik dia jika tidak mau, aku mau berkenalan dengannya." ucap seseorang pria mudah yang duduk disinggasana dengan tersenyum bahagia
---□
"Astaga! aku melupakan Yukiru saat menonton sang Malaikat cahaya melawan dewa petir!" ucap seseorang gadis yang tadinya diam menonton dan sekarang dia berlari ke penginapan dan tidak menemukan Yukiru, diapun berlari ke arah kamar Yukiru "Yukiru!" ucapnya legah karena dia mengira Yukiru di culik
"Ugk.." ucap Yukiru karena tubuh gadis tersebut berada dipunggung Yukiru "Berat Lara! turun dari punggungku! badan kamu berat tau!" ucap Yukiru dengan kesal
"Baik.. oh iya tadi kamu melihat pertarungan malaikat dengan dewa tidak? aku melihatnya loh! si malaikat sangat hebat!" ucapnya dengan mata yang bersinar-sinar
"Makasi kalo gitu." ucap Yukiru dengan tanpa sadar "Egk kenapa aku berterimakasi!" gumam Yukiru
"Hahahaha.. bermimpi saja menjadi malaikat!" ucap Lara dengan nada mengejek
"Tentu saja! suatu hari nanti aku akan menjadi malaikat!" ucap Yukiru yang menambah kesannya seperti mengada-ada untuk menutupi kesalahannya karena dia mempunyai kesempatan untuk membelokan kebenaran
__ADS_1
"Kyaa! Yukiru keren!" ucap Lara dengan muka yang memerah
Yukiru hanya tersenyum kecut akan hal tersebut
Bruak.. "Kalian berdua.. ikuti aku.. ada hal gawat!" ucap seseorang laki-laki yang terenggah-enggah yang sepertinya habis berlari
"Hal gawat apa?" ucap Lara dengan bingung
"Monster Rubah Iblis kembali lagi?" ucap Yukiru dengan datar
"bukan, kumohon monster rubah iblis tidak kembali lagi!" ucapnya sambil memohon
"Lalu?" timpal Lara
"Siteru, tergeletak lemas dan tidak bernafas!" ucap laki-laki tersebut dengan nada tinggi
Tiba-tiba Lara memegang tangan Yukiru da menyeretnya "Tunjukan jalannya!" ucap Lara dengan ekspresi khawatir
"Tenanglah! pasti dia lagi hibernasi." ucap Yukiru dengan santainya
"Bisa aja sih, tapi jika belum dilihat, belum tau masalahnya ucapnya dengan menyeret Yukiru
"Hah.. betina memang merepotkan." ucap Yukiru dengan mengelu
"Apa?" timpal Lara yang tidak mendengarkan dengan jelas, sembari berlari dengan menyeret Yukiru
"Tidak ada apa-apa!" ucap Yukiru dengan berlari
Setelah beberapa saat berlari, akhirnya mereka sampai ditempat yamg ditunjukan seseorang laki-laki tersebut, yang dikatakannya memanglah benar, bahwa Siteru tergeletak dilantai.
"Hmm, aneh." ucap Yukiru memegang tanggannya untuk mengecheck detak nadinya, yang masih berdetak tapi jantungnya sudah tidak bergerak
"Matilah." ucap pria mudah tadi yang membawa Yukiru dan lara ketempat Siteru tergeletak
__ADS_1
Crashh.. suara pedang yang membela tubuh..
...Bersanjung :v????...