
Crashh.. suara pedang membelah tubuh Lara..
"Cih, mengorbankan tubuh sendiri untuk melindungi orang lain? heh, dasar manusia." ucap pria tersebut dengan tersenyum merendahkan
"Siapa kau? dan kenapa kau membunuh salah satu pionku?" tanya Yukiru dengan santainya
"Heh! pion? hahahahaha.. jangan bercanda! dasar manusia! apa kau tidak merasa kasian melihat kekasihmu mati? hahahahah.." ucap pria tersebut dengan tertawa
"Aku tanya siapa ka.. Ugk.." Yukiru bertanya lagi tapi, tiba-tiba tangan menusuk jantung Yukiru dari belakang "Sudah kuduga." benar, yang menusuk Yukiru adalah Siteru dia tersenyum menakutkan
"Hei manusia! kau kira aku akan tunduk kepadamu? hahahaha mampi saja!" ucap Siteru dengan tersenyum merendahkan
Setelah Siteru melepaskan tusukan tangannya Yukiru tak sadarkan diri.
---□
"Ternyata kau sudah sadar ya? hah merepotkan menunggumu sadar, yah berterimakasilah aku sudah menyembuhkanmu, hahahaha.." ucap Pria mudah tersebut yang duduk di singgasana
terdapat banyak sekali ras dragon dan ras vampire yang terlihat sangat kuat yang baris diluar karpet merah, mereka seperti pelajurit kerajaan lainnya.
Yukiru tersenyum mengerikan yang terlihat dari wajahnya yang sangat jelas, para ras dragon dan vampire bersiap menyerang Yukiru jika dia mau menyerang sang raja "Kukira apa ternyata pasukan kelas bawah." ujar Yukiru yang merendahkan harga diri para pasukan
"Menarik, perkenalkan namaku Tiranz dewa game, aku membawahmu kesini untuk mengambil kembali dunia ini!" ucap Tiranz dengan tersenyum, dia pun mengeluarkan pedang berwarna hitam dan di tengah pedang tersebut terdapat cahaya berwarna hijau.
"Pedang penghancur jiwa kah, menarik." ucap Yukiru dengan tanpa rasa takut
"Hahahaha, sesuai yang diharapkan sang raja dewa perang!" ucap Tiranz dengan tertawa terbahak-bahak
Yukiru pun dilepaskan dari ikatan sihir yang membuat Yukiru tadi tidak bisa bergerak.
Yukiru melakukan pemanasan dan dia mengeluarkan pedang petir "Keluarlah The Thunder Swords." sontak keluar pedang berwarna kuning dengan percikan putih layaknya membuat api unggun
Secara langsung Tiranz dan Yukiru menghilang dan Jdar.. dua pedang saling berbenturan yang menghasilkan petir dan beberapa percikan api yang keluar dari benturan pedang tersebut berkeinginan untuk memakan karpet yang ada diistana tersebut tapi selalu padam karena karpet tersebut basah.
"Hahahaha, lemah! lemah! lemah! LEMAHHHH!!!" ucap Tiranz tertawa dengan menusuk Yukiru tapi selalu terkena pedang petirnya
"Cih, aku tidak menemukan celah!" gumam Yukiru
"Benar sekali, kau tidak mempunyai kesempatan untuk melukaiku, hahahahaha.." tawa Tiranz kembali, dia terlihat sangat berkeinginan untuk membunuh Yukiru karena dia mempunyai dendam yang kelam
__ADS_1
Jleb, suara pedang tersebut menusuk dada Yukiru dengan pedang Yukiru yang menusuk kepala Tiranz yang membuat pertarungannya berakhir.
"Ber-akhir, hahahahahaha!" Tawa Tiranz yang melihat Tubuh Yukiru sedikit demi sedikit menjadi abu
Tanpa menunggu tubuhnya hancur Yukiru membuat kehancuran diistana tersebut "Petir, Api, Angin, Tanah, Air, Cahaya, Kegelapan, Datanglah dan hancurkan istana ini!" sontak semuanya kaget dan membuat barrier sendiri, tetapi usaha Yukiru gagal..
Srat.. "Kau kira sihir murahan itu bisa membuatku mati? tidak! maka matilah hahahaha!" Tiranz memenggal kepala Yukiru dan setelah itu dia menusuk kepala Yukiru beberapa kali untuk menghancurkannya karena hanya bagian kepala yang tidak terkena effect dari penghancur jiwa
"Hahahaha Matilah, Matilah, Matilah, Matilah, Matilah, Matilah, MATILAH! HAHAHAHAHAHA!" ujarnya yang berhasil membuat kepala Yukiru hancur, bisa dikatakan kalau dia psikopat tapi dia tidak tahu..
Jleb "Heh! kau kira aku akan mati dengan gampangnya? kalau begitu aku sudah kati sejak dulu!" ucap Yukiru yang tiba-tiba muncul dibelakang Tiranz
"Ti.. dak.. mungkin! kenapa kau.. masih hidup!" ucap Tiranz mundur kebelakang karena pedang yang menusuknya dilepaskan oleh Yukiru
"Ha? aku mati? hahahahahaha.." Yukiru tertawa dengan lelucon tersebut
"Bukannya tadi.. serat jiwa dan... akar kehidupan.. sudah aku hancurkan?.. kenapa kau masih hidup.." ucap Tiranz dengan memuntahkan darah
"Jika aku masih memiliki Crystal Roh maka aku bisa hidup lagi!" Yukiru tersenyum mengerikan dan membuat semua perajurit yang ada disamping tertunduk karena aura kegelapannya membuat dinding retak dan ada yang hancur
"Mus.. mustahil.." ucap Tiranz dengan memegang bagian tubuhnya yang tidak bisa kembali pulih
muncullah sebuah pedang berwarna biru di kedua matanya, di tubuh pedang tersebut berwarna merah gelap, dan gagang berwarna unggu kehitaman, pedang tersebut bernama Infinity Swords yang tidak perna patah dan hanya bisa dimiliki satu orang yang terpilih.
"In.. Infinity? mus.. mustahil! bukannya kau baru bereinkarnasi? kenapa kau memiliki kekuatan untuk memunculkan infinity?" ucap Tiranz dengan ketakutan
"Memang benar aku baru bereinkarnasi," ucap Yukiru
"Kenapa kau bisa.. mengeluarkan pedang.. pembelah dimensi.." tanya Tiranz
"Karena kau membangkitkan paksa akar kematian ditubuhku dengan membunuhku memakai Pedang pemangsa jiwa, apa ada masalah?" ucap Yukiru tersenyum mengerikan dan memgambil Infinity Sword yang tadi turun dari langit dengan cepat
Tiranz melarikan diri dengan menghilang tapi... "Create Dimension." ucap Yukiru dan tiba-tiba ada Tiranz dan semua pasukannya ada didalam
"Tolong ampuni, aku yang mulia!" ucap Tiranz memohon
"Hh.." Jleb "Tidak kutrima." Pedang Infinity sword menusuk akar kehidupan Tiranz, yang membuatnya menjadi abu..
Tiba-tiba meteor yang sangat besar jatuh dari atas, Yukiru menebas udara dan tiba-tiba meteor tadi terserap ke pedang tersebut "Usaha kalian, sia-sia." ucap Yukiru sambil menatap semua bawahan Tiranz yang berusaha membunuh Yukiru
__ADS_1
"Rasakan ini!" ucap salah satu bawah tersebut
Jleb.. suara pedang menembus tubuhnya
"itu adalah meteor yang kalian gunakan!" ucap Yukiru dengan datar "Pedang tersebut lah yang akan membunuh kalian." tambahnya dengan berjalan keluar dan tanpa basa-basi pedang tersebut membunuh menusuk semua orang yang ada didalam sana setelah semua terbunuh pedang tersebut menjadi abu..
"Kembalilah, dan istirahatlah." ucap Yukiru sambil mengangkat Infinity Sword, pedang tersebut pun menghilang menjadi serpihan yang melayang keatas dan menghilangkan mendung yang padat dan guntur yang beradu, seketika cuaca menjadi cerah kembali
---□
"Sial! tuan Tiranz mati karena dia!" ucap seseorang wanita geram karena Yukiru membunuh Tiranz
"Nyonya, Tuan Tiranz akan kembali lagi 1000 tahun lagi, jadi bersabarlah." ucap Pembantu tersebut
"Seberapa lama lagi aku menunggu? jawab aku!" tanyanya kepada pelayan tersebut
"Maafkan saya nyonya."
"Yo!" ucap pria berambut putih dengan mata yang berwarna biru, tingginya sekitar 180 cm dan dia adalah Yukiru, karena Akar dewanya kembali, rambut dan warna matanya berubah, kekuatannya juga.. berubah..
Seketika 2 orang tersebut menoleh kebelakang "Kau.. beraninya kau kesini!" ucap perempuan tersebut karena Yukiru tiba-tiba berada dipintu kamarnya
"Perkenalkan namaku, Yukiru, umurku 16 tahun aku anak sma yang sebelum masuk sma aku terkirim kesini, ya kan Siteru." ucapnya sambil berkedip 1x sebelah mata
"Aku tidak menyuruhmu untuk memperkenalkan diri! akan kubunuh kau!" ucap Siteru dengan marah
"Hehe." tawa kecil muncul dari Yukiru
Siteru memakai kecepatannya untuk memebelah Yukiru...
"Coughkk." Siteru memuntahkan darah banyak dari mulutnya
"Jantung yang bagus." ucap Yukiru dengan membawah jantung Siteru karena saat dia memakai kecepatannya Yukiru dengan cepat mengambil jantungnya
"Beraninya kau! melukai nona mudah!" ucap Pelayan tersebut dengan marah
"Dia kan nenek-nenek?" ucap Yukiru mengejek
...BerDōitashimashite.....
__ADS_1