Become An Angel In Another World

Become An Angel In Another World
Mendapatkan pedang baru..


__ADS_3

Angin berhembusan untuk menyegarkan pagi hari, mentari kembali bekerja untuk menerangi planet, seakan-akan mereka bekerja sama untuk membangungkan mahluk hidup dari tidurnya..


Terdapat seseorang pria mudah yang tertidur, dia memilki rambut berwarna putih dengan mata berwarna biru laut, dia adalah Yukiru,


Mentari semakin lama, semakin naik, sekarang mentari menyengat Yukiru untuk membangunkannya.


"Ngh..." Yukiru membuka matanya, dia menatap langit-langit kamarnya, semakin lama, dia semakin merasa panas, dia pun berdiri dan menuju kekamar mandi untuk menghilangkan kantuknya..


"Selamat pagi tuan Yukiru." ucap gadis kecil dengan warna rambut berwarna coklat mentah dan gaya Short Hairnya menambah kesan imut, tidak luput akan warna matanya yang berwarna hijau limau.. dia adalah Viya


"Tidak usah formal." ucap Yukiru sambil melambaikan tangannya


Viya terdiam, karena dia tidak bisa formal kepada orang yang lebih tua darinya...


setelah sekian menit akhirnya Yukiru keluar dari kamar mandi, dia hanya mengenakan celana, "Kapan kamu menyiapkan makanan ini?" tanya Yukiru sambil berjalan kearah kursi dimeja makan yang masih kosong


"T.. tuan Yukiru, pa.. pakailah pakaianmu!" ucap Viya sambil menutup matanya, dia juga agak malu yang bisa diketahui dari mukanya yang memerah


"Tidak mau, karena malas memakai baju." tolak Yukiru sambil mengambil makanan


Mereka pun memakan makanan yang ada dimeja makan tapi disisi Viya dia berfikir yang tidak-tidak, dia beberapa kali membuat kepalanya sendiri berasap, Yukiru hanya tersenyum melihatnya.


"Aku mau memakai baju, tapi kamu yang memakaikan ke-aku, apa kamu bisa?" Yukiru menantang Viya, karena Viya merasa direndahkan, dia pun mengambil bajunya Yukiru dikamarnya..


"Kyaa.." ujar Viya yang benerapa kali gagal memakaikan baju ke Yukiru, karena Yukiru beberapa kali menjahili Viya, yang dimulai dari neko chram, menarik tangannya yang membuatnya duduk dipangkuan Yukiru sampai mencium pipinya, jujur Yukiru mendapatkan hiburan dari menjahili Viya, Bisa dibilang kalau Yukiru sudah berada jauh akan kemarahan yang bisa membuat planet gersang..


"Hhhh.." ujar Viya yang duduk lantai dengan menundukan kepalanya "Aku berhasil, melewati kesulitan.." Viya berhasil memakaikan baju kepada Yukiru, tapi hasilnya Viya sangat depresi karena dia merasa dijahili terus menerus..


"Hahahaha... menjahilimu, memang sangat terbaik!" ucap Yukiru sambil tertawa


"Sudah kuduga.." Viya berdiri dan duduk dikursinya, tapi saat dia duduk, dia merasakan bahwa kursinya aneh, saat dia melihat kebelakang ternyata Yukiru sudah berada dikursinya, Viya terkejut setengah mati, karena dari Yukiru yang tiba-tiba berada dibelakangnya dan Yukiru memasang ekspresi lolicon..


"Imutnyaa..." ujar Yukiru sambil memeluk Viya, disisi lain Viya beberapa kali meronta untuk dilepaskan tapi hasilnya nihil..


"Hhhh.." Viya pasra apa yang akan dilakukan Yukiru


Yukiru masih memeluk Viya dengan membelai kepala Viya, dia sampai tidak sadar kalau air liurnya keluar, "Oh!" ujarnya sadar kalau dia mempunyai urusan, dia melepaskan Viya dan menghilangkan air liur yang keluar, dengan cepat dia menghilang dari rumah tersebut


"Syukurlah, aku sudah dilepaskan." ucap syukur Viya karena Yukiru melepaskannya "Dia.. kemana?" Viya tidak melihat Yukiru, karena Yukiru menghilang


---□

__ADS_1


Suara pintu terbuka, menampakkan seorang pria mudah dengan baju berwarna oranye dan merah, dia adalah Yukiru.


"Yo bocah, kau datang tepat waktu, aku saja baru selsai." ucap pria paru bayah yang membawa palu


"Yo paman, apa kau baik-baik saja? wohoo! pedangku sudah jadi!" Yukiru gembira melihat pedang yang dia pesan sudah jadi..


"Aku baik-baik saja, oh iya selama ini kau menginap dimana?" tanya paman tersebut


"Tentu saja didesa terdekat." ujar Yukiru sambil berjalan kearah pedang tersebut


"Coba pedangnya dulu bocah, kalau ada yang kurang bilang saja." ucap paman tersebut


"Hmm, pedangnya agak berat, tapi ini agak gampang patah." ujar Yukiru sambil menebas udara


"Hmm, aku belum tau tentang ketahanan pedang bocah, kamu coba kekota aja, mungkin saja ada yang bisa." paman tersevut mengasi saran


"Tidak, dari ketebalannya sih lumayan, dan beratnya cocok untuk attacker, jadi ini aku bayar berapa paman?" ucap Yukiru yang ingin tau bayarannya, bisa dibilang kalau uang Yukiru diambil semua oleh Siteru, tapi dia punya 3 wolf silver yang harga satuan adalah 15 gold


"20 Gold aja, karena ketahanannya kurang." paman tersebut menurunkan harganya karena dia menyesal karena tidak memakai Shield Shard untuk mempertebal ketahanan pedang tersebut


"Hmm, paman apa disini ada yang membeli badan monster?" tanya Yukiru


"Ada sih, apa kau tidak punya uang?" tanyanya kembali


"Ahahaha.. kau kasian sekali ya bocah, belum bahagia sudah terkena masalah." tawa paman tersebut


"Tertawa saja, aku akan mendengarkan tawaan paman." ucap Yukiru dengan ekspresi dan nada datarnya


"Ayo kuantar ketempat pembelian badan monster." ujar paman tersebut seakan-akan pembicaraan tadi itu tidak ada..


Yukiru dan paman tersebut berbincang-bincang lama dan akhirnya sampai ditempat tujuannya, nama paman tersebut bernama Beom.


"Selamat datang tuan nyaa." ucap seseorang dengan pakaian pelayan dan juga mempunyai telinga kucing


"Aku mau jual badan monster nyaa." ujar Yukiru mengikuti cara biacaranya si pelayan


"Oke nyaa, monster apa yang tuan jual nyaa." tanyanya


"Wolf Silver nyaa, nyaa, nyaa, nyaaa, NYAAAAA!!" ucap Yukiru dengan nada yang seperti marah


"Ba.. baik.. nyaa.." pelayan tersebut ketakutan

__ADS_1


"ini nyaa." ucap Yukiru mengeluarkan 3 wolf silver dari Dimension Bag


"Harganya 10 gold nyaa, karena ada goresan nyaa." ucap pelayan kucing tadi yang melihat goresan


"Itu goresan dari cakaran temannya, jika kau kira aku menggoresnya, kubunuh kau." ucap Yukiru dengan menunjuk ke goresan tersebut


"... Harganya jadi 13 gold nyaa." ucapnya dengan senyuman kecut


"17 gold." tawar Yukiru


"Ti.. tidak bisa nyaa.."


"Oi, jika kau mau menipu orang, maka lihat orang pengalamannya, jangan orangnya, oke?" ujar Yukiru dengan mengubah matanya menjadi berwarna merah


"Ba.. baik!" pelayan kucing tersebut mensetujuinya


"Baiklah berarti 16 gold per buah." Yukiru mengakhiri pembicaraan


"Ba.. baik.." ucap pelayan tadi sambil memberi 48 gold


"Oke, paman ini 20 goldnya, dan 1 goldnya ini bonuse." Yukiru mengasih 21 gold ke paman tersebut karena pedang yang dipesan Yukiru sekelas BB jika ditangan orang biasa.. dan harganya biasanya mencapai 30-40 gold


"Makasi bocah." ucap paman tersebut berterimakasih


"Ha." ujar Yukiru yang mengartikan iya


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut saat mereka mau kembali ternyata ada anak naga yang berumur 5 tahun yang menyerang desa tersebut


Yukiru tersenyum karena ada bidak percobaan pedang barunya, "Paman, lihat pedang yang kamu buat ini jika aku pegang." ujar Yukiru memasang persiapan untuk menebas diudara


"Jangan bilang kau akan-" ucap paman tersebut terpotong


"Tentu saja, hehe." tawa kecil keluar dari mulut Yukiru


"Jangan bocah, nanti pedangmu patah dan hewan itu sekelas petualang S-" ujar paman tersebut terpotong kembali


"Berisik!" Yukiru pun melompat dan menebasnya "Tebasan terserah." tiba-tiba ada angin yang menuju anak naga tersebut dan Dbomm....


Anak naga tersebut hancur bersamaan dengan gunung yang membentuk kawah besar "Aku terlalu memakai sedikit kekuatan?" ujar Yukiru yang ingin menghancurkan gunung tersebut karena itu adalah sarang naga Stiden, naga tersebut terkenal kecil, maka dari itu hanya anaknya saja yang dianggap bahaya


Paman yang melihat tadi mengeluarkan ekspresi yang tidak jelas.

__ADS_1


...Bersambung...


Oh iya Episode ini bagus tidak? komen dibawah ya!


__ADS_2