
"Tuan Yukiru, kemana sih." ujarnya dengan cemberut "Tiba-tiba menghilang, makanan belum dihabisin lagi.. hh.. ingin kupukul saja wajahnya" ucapnya dengan kesal
"Kalo begitu, nih pukul." ucap Yukiru yang tiba-tiba berada disampingnya
"Wah!" Bruak... Viya jatuh dari kursi karena Yukiru yang mencul secara tiba-tiba
"Hahahahahaha.. membuatmu terkejut memang yang terbaik!" ujar Yukiru yang tertawa senang
"Hmph!" Viya cemberut dan memalingkan wajahnya
"Baiklah-baiklah, maafkan aku, oh iya aku tadi menemukan hawa keberadaan anak kecil, yang kira-kira umurnya 8tahunan." ucap Yukiru membuat Viya kembali bersemangat
"Benarkah!?" mata Viya bersinar
"Iya, tapi aku tidak tahu siapa sih, tapi mungkin saja kalau dia itu adikmu, oh iya umur adikmu 8tahun kan?"
"Hm, ayo kita cari!" seru Viya
Yukiru bersorak untuk menambah kesan semangat, mereka berdua pun berjalan untuk mencari tempat adik Viya berada, sudah sekitar 5 jam mereka belum sampai tujuan.
"Hmm masih jauh banget." ucap Yukiru sambil melihat smartphonenya yang menunjukan jarak anak tersebut sekitar 45 km
"He!?" Viya terkejut karena sudah sudah beberapa jam tetapi masih jauh dari tujuan
"Karena sudah sangat panas, kita akan beristirahat." ujar Yukiru sambil membangun rumah dari tanah, Yukiru tidak tahu skill apa yang bisa membuat rumah, saat dia mengecheck statusnya, tetap sama, skillnya masih tetap beberapa saja, tidak ada perubahan (Eps 6)
"Baiklah.." Viya berjalan dengan lesu
Selama beberapa jam, mereka bermalas-malasan untuk menunggu matahari agak turun.
Yukiru dan Viya pun mengakhiri kemalasannya, mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju ke tempat anak kecil yang sepertinya adalah adiknya Viya.
"Viya, sini." ujar Yukiru sambil jongkok yang menawarkan tumpangan
"Sayang sekali, tapi saya menolak, karena saya bukan anak kecil." ucap Viya sambil memalingkan wajah
"Tapi kau kan masih umur 10tahun, dan juga aku aku begini karena ini cepat sampai." Yukiru menatap Viya dengan serius
"Ba.. baiklah.." Viya menuruti Yukiru, dengan cepat Yukiru mengaktifkan Lightning Elemental
"Pegangan yang kuat, ya!" ucap Yukiru sambil memasangkan kaki bagian kirinya dibelakang dan kaki kanan di depan, setelah Yukiru memasang posisi tersebut, tiba-tiba keluar cahaya berwarna kuning dari kaki ke badan Yukiru
Swosh... Yukiru berlari dengan kecepatan 0.4 mach, jika Yukiru menambah kecepatannya maka Viya akan terluka, karena Yukiru bisa menambah kecepatannya hingga 30.9mach yang bisa memutari dunia dalam kurun waktu 2jam.
__ADS_1
--->
"Mereka sudah bergerak, ya?" ucap pria tua yang berdiri menghadap keluar jendela
"Benar, tapi pria yang mengantar sang wadah kekuatan, memilki kecepatan yang agak cepat." ujar pria mudah yang berdiri dibelakang pria tersebut
"Persiapkan pertarungan jarak dekat dan jauh, pastikan wadah kekuatan ditangan kita!"
"Baik!" pria tersebut membalikan badan dan keluar lewat pintu
"Hehehe.. sudah lama tidak bertemu denganmu, sang wadah kekuatan." gumam pria tersebut dengan senyuman licik
---□
"Kita sudah sampai." Yukiru menurunkan Viya dan melihat mansion yang besar
"Bukannya ini, rumah bangsawan? bisa saja kan itu anaknya?" Viya tidak percaya akan perkataan Yukiru
"Ya kalau ingin tau, kenapa tidak menanyakan saja? kan tidak ada orang yang menjaga?" ucap Yukiru yang tidak melihat penjaga atau kehidupan dimansion tersebut
"Kalau begitu.. kita akan masuk." ujar Viya yang memberanikan diri
"Tunggu, ada seseorang yang mengawasi kita." Yukiru menghentikan langkah Viya dan melihat sekeliling
"Lupakan sajalah." ucap Yukiru sambil tersenyum
"Ganteng." ucap Viya yang terpesona akan ketamvanan Yukuri
Yukiru berjalan meninggalkan Viya, karena Viya sadar bahwa dia ditinggal Yukiru dia pun mengejarnya.
---○
"Bersiap." ucap salah satu pria didalam
Pintu terbuka dan muncullah seseorang pria mudah dan gadis kecil dia adalah Yukiru dan Viya.
"Serang!" seru pria tersebut menyuru pasukannya menyerang Yukiru dengan serangan yang bisa mereka keluarkan
"Barrier." muncul sebuah barrier yang menutupi Yukiru dan Viya, karena banyak serangan yang menuju Yukiru
"Serang sampai mengenainya!" dia membuat pasukannya mengeluarkan banyak serangan, tetapi..
"Mirror." muncul sebuah kaca yang menyelimuti barrier tersebut, semua serangan yang diterima oleh barrier tersebut dikembalikan yang membuat penyihir yang tidak memiliki refleks yang bagus akan mati
__ADS_1
"Ti.. tidak mungkin! siapa kau sebenarnya!" ujar pria tersebut demgan berteriak
"Aku? hah! terlalu mudah 5.000 abad untuk mengetahui aku yang sebenarnya!" ujar Yukiru dengan tersentum menakutkan, Yukiru pun mengeluarkan pedangnya yang ada dipunggungnya
"Serangan dekat! bersiap! serang!!" lagi-lagi pria tersebut mengorbankan pelajuritnya untuk melukai Yukiru, karena Yukiru sendiri sekelas boss terakhir di dungeon
Dengan mudahnya, Yukiru menebas dan mematahkan pedang berkelas SS dengan pedang berkelas BB, karena pedang yang diberi oleh api abadi akan menjadi pedang bertingkat [Kematian].
(akan ada cerita Yukiru mendapatkan api abadi dan purple fire juga kehidupan Yukiru yang dulu, tapi aku tidak bisa janji akan keluar secepatnya.)
Yukiru mengakhiri tebasannya karena, sudah tidak ada swordman atau warrior yang masih hidup.
Pria tersebut tercengah karena 100 pasukan penyihir bertingkat S hamya tersisah 27 orang dan swordman juga warrior sudah habis ditebasnya.
"Matilah!" ujar Yukiru dengan mengangkat pedangnya tinggi dan menebasnya tapi sebelum sampai..
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh ayahku!" ujar anak kecil berumur 8tahun yang tiba-tiba berada didepan pria yang menyuruh pasukannya untuk membunuh Yukiru tersebut
"Fisa.. Fisa! kukira kau sudah mati." ucap Viya yang tiba-tiba berlari dan memeluk Fisah
"Siapa kau! jangan peluk aku!" tolaknya dengan mentah-mentah
Viya meneteskan beberapa air mata, karena adiknya sendiri tidak mengakui kakaknya sendiri.
"Cih, dasar adik tidak tau diri!" Yukiru ingin menebas Fisa berserta pria yang ada dibelakangnya tapi dihentikan Viya
"Hentikan, jangan bunuh mereka, karena aku memang tidak ada sejak dulu." ujar Viya sambil menundukan kepalanya
"Jadi begitu.. kalau begitu berarti akan ada drama antar mahluk." ujar Yukiru melihat mayat yang tadinya tergeletak tiba-tiba berdiri
Yukiru menggendong Viya dan melompat kekebelakang yang membuat mereka dengan cepat berada diluar mansion.
"Hmm, dari cerita akan muncul sebuah mahluk yang besar dan akan ada korban yang membayarnya, setelah itu akan ada penguncian monster tersebut yang membuat aku menangis," ujar Yukiru sambil memegang dagu
"tapi kalau menangis sih kayaknya aku tidak akan begitu." Yukiru menimpali perkataannya sendiri
Tepat dengan ucapan Yukiru, muncul sebuah monster dengan sayap dipunggung dengan ada tanduk dikepala, "Roarrr!" monster tersebut sangat besar yang membuat mansion tersebut seketika hancur dan monster tersebut berjalan kearah Yukiru dan Viya
"Viya, bersembunyilah dibelakangku, aku akan membuat sebuah ledakan yang membuat mahluk itu tunduk, dan setelah itu kau buat dia jinak dengan skill tamermu." ujar Yukiru yang tahu kalau Viya mempunyai skill tamer
Viya berjalan kedepan, dan dia mengatan sesuatu dan dia meneteskan beberapa air mata dengan tersenyum,
Demikian Yukiru juga meneteskan air mata.
__ADS_1
......Penasaran kan? tunggu kelanjutannya :v......