
"Wahh.. apa kau akan memainkan peran pahlawan? Hoi dasar bocah." ucap salah satu pria berbadan gemuk yang tadinya membuat barrier
"Maaf saja, tapi aku tidak mau memainkan peran tersebut karena, nanti aku tidak bisa bebas, Oi paman-paman mesum." ucap Yukiru dengan tersenyum licik yang tertampak dari wajahnya
--->
"Mereka kok lama sekali." ucap seseorang gadis dengan gaya rambut ponytail kecil di belakang kepalanya dengan rambut berwarna birunya menambah kesan imut
"Sabarlah kak Iliya, mungkin mereka sedang ada hambatan saat kemari." ucap adik Iliya yang warna rambutnya sama tetapi adiknya tidak memakai ponytail
"Mereka selalu telat, nanti mereka akan kuberi pelajaran." ucap Iliya yang geram, dengan warna matanya yang berwarna merah mudah menambah kesan imutnya, meskipun saat dia marah
"Tenanglah kak, nanti mereka menangis, nanti kakak dimarahin Ayahanda." ucap adiknya dengan agak hawatir dengan kakaknya
"Kau benar Iliza, akan repot nanti jika Ayahanda marah." ujarnya dengan agak tenang
"aku harap mereka tidak terkena masalah seperti dulu." batin Iliza karena khawatir akan teman-temannya
--->
"Hoi bocah, apa kau tidak menyuruh kedua perempuan ini untuk lari dan mengorbankan dirimu?" ucap salah satu pria gemuk tersebut dengan nada mengejek
"Tidak perlu, karena akan selsai dalam hitungan detik." ucap Yukiru dengan sombongnya, Yukiru yang semulanya bersandar ditembok sekarang mulai maju "Lightning Elemental." batinnya yang membuat tangannya diselimuti oleh listrik
"Heh, kukira apa ternyata skill rendahan." dia mengira Yukiru memakai Lightning hand yang levelnya 10x lebih rendah dari pada Lightning Elemental "Broe, Xiya, tele, serang dia aku akan membuat barrier." ucap pria tersebut
"Hah? kenapa memakai barrier? dia saja lemah kenapa memakai barrier? jangan-jangan kau takut? Weto." ucap Troe merendahkan Yukiru
"Sekilas tadi aku melihat ada sebuah hewan besar di belakangnya, maka dari itu aku akan membuat barrier untuk jaga-jaga." ucap Weto dengan khawatir
"Jangan banyak omong, serang dia." ucap Broe
"Heh, katanya aku lemah, kenapa menyerangku dengan ber-tiga?" ucap Yukiru dengan senyuman membunuh
__ADS_1
"Jangan banyak omong, Fire Lance." ucap Broe mengeluarkan tombak api yang berlevel A
"Tigger Claw." ucap Tele yang mengeluarkan cakaran dari tebasan jarinya secara horizontal
"Fire Hell." ucap Troe yang mengeluarkan bola api yang sangat panas
"Barrier 10x." ucap Weto membuat 10 dinding barrier untuk membuat Yukiru tidak bisa menyerang tetapi..
"Lightning Sword." Zhep.. seketika Yukiru berada di belakang Weto "Yo, paman mesum." Zrash.. suara pedang listrik membela tubuh Weto
"Dasar bocah tengik, kubunuh kau." ucap Troe dengan marah "Fire Hell Maximum." membuat banyak sekali bola api yang panasnya 10x dari yang tadi
"Lightning Legs, Wind strike." Yukiru menghindari bola api tersebut sambil mengayunkan pedangnya tetapi Yukiru menebas tangan dan kaki saja karena dia gemar menyiksa
"Water Ball." ucap seseorang dari belakang
Yukiru refleks menebas bola air tersebut seketika air tersebut pecah, karena Yukiru yang memakai Listrik tersebut dia tidak mendapatkan effect apapun
Dua gadis yang tadi ada dipojok sekarang mereka berpelukan karena takut akan Yukiru yang kejam, tetapi Yukiru tidak memperdulikannya
Dikarenakan ke 7 orang tersebut mempunyai ketahanan yang kuat, dan air pemangsa yang hanya menempati 1 ruangan tadi karena Yukiru yang mengaturnya, maka Yukiru memakai Lightning Elemental untuk membuat combo yaitu, Sengatan Pemangsa,
dampak normalnya membuat darah yang tersengat membeku dan kemungkinan dampak terburuknya adalah tubuh yang tersengat hancur, bisa dikatakan kalau kedua dampak tersebut memiliki arti sama yaitu, Kematian.
"Lightning." ucap Yukiru dengan mengangkat tangannya sampai sejajar pundak tetapi jarak antar pundak dan jarinya adalah 15cm "Selamat menikmati." ucapnya kembali membuat kesan menakutkan
Zlar.. seketika ke 3 orang tersebut gosong dan 3 hancur karena combo listrik dan cabikan hiu.
"Ternyata masih ada yang bertahan, menarik.." ucap Yukiru dengan menghilangkan semua air pemangsa dengan menyentu air tersebut, sebelum menyentu Yukiru menghilangkan Lightning Elemental dari tangannya
Terdapat tubuh yang jatuh dan tak berdaya ya dia adalah Weto, karena dia mempunyai barrier yang aktif secara otomatif jika dalam ancaman kematian, dan juga tadi dia sempat disembuhkan oleh salah satu dari 7 orang tersebut dengan menyiramkan Healing Potion A
"A.. un.." ucapnya dengan tidak jelas karena tubuhnya terdapat listrik yang masih menjalar tetapi hanya sedikit
__ADS_1
"Apa? katakan lagi?" ucap Yukiru yang memancingnya untuk mengatakannya lebih jelas
"Ma.. uhuk.. af.." ujarnya dengan terengah-engah karena dia sekarang berada ditepi jurang kematian
"Maaf? maaf kenapa? jangan bilang kau ingin kuselamatkan?" tawa kecil muncul dari mulut Yukiru yang membuatnya pasra akan kematiannya
"Ma.. af.. ak.. dew.." ucapnya terbatah-batah dan dia menutup matanya
"Sayang sekali ucapanmu salah, tetapi kutrima tobatmu." ucap Yukiru sambil mengucapkannya dengan elegan dan memegang kepala Weto bagian kening, dengan posisi jongkok
Tiba-tiba Weto terbangun dan seketika dia bersujud dan menyesali perbuatannya dengan menangis dan menceritakannya dengan posisi bersujud.
"Percuma jika kau bersujud kepadaku, karena aku bukan Tuhan, tunduklah dan meminta maaflah kepada Tuhan, karena kau diberi kesempatan untuk hidup kembali." ucap Yukiru dengan elegan dan melewati Weto, tidak lupa Yukiru melepaskan Barrier di area kedua gadis tersebut
Barrier \= Barrier bisa diciptakan dengan membekukan mana dan menggabungkan elemental untuk memperkuat, jika hanya menggunakan mana maka barrier tersebut tidak akan tahan jika di serang dengan serangan tingkat menengah, tetapi cukup untuk membuat lawan kesulitan karena menggangu penyerangan.
"Terimakasi, terimakasi sang dewa." ucap terimakasi Weto dengan tulus
"Terimakasihlah kepada Tuhan, dan juga aku bukan dewa." ucap Yukiru dengan melambaikan tangan tanpa menengok ke belakang
"Kak siapa dia? kenapa dia tadi bisa menghidupkan orang tersebut dan kenapa orang tersebut bersujud?" ucap adik sang gadis yang menyerang menggunakan Wind Sword
"Entahlah, aku tidak tahu, tetapi mungkin dia adalah utusan atau pahlawan generasi pertama yang lahir kembali? sudahlah kita sudah telat!" ucapnya dengan biasa yang tiba-tiba dengan nada tinggi karena jam sudah menujukan jam 24 dan mereka segara berlari keluar dari ruangan tersebut
pukul 24 jika di bumi adalah jam 11 siang karena jam disana menggunakan sihir dan jam tersebut dimulai dari jam 1 sampai jam 25 dan cara kerjanya seperti dibumi.
---
"Tuan, ada kemunculan sang utusan, dia masih lemah, apakah saya harus turun untuk membunuhnya?" ucap seseorang berjubah hitam yang berada di depan jendela yang muncul dari luar jendela
"Jangan mengotori tanganmu untuk membuang sampah itu, biar sampah yang membuang sampah." ucap seseorang pria mudah yang tingginya sekitar 275 cm yang duduk dikursi dengan menyeduh secangkir teh
"Baik." ucapnya seketika dia terjun keluar jendela yang membuatnya jatuh
__ADS_1
"Selanjutnya apa yang akan kau lakukan? Crusty, Hwahahahaha." ucap Pria tersebut dengan tawa yang mengerikan
...Berseru!?????...