Become An Angel In Another World

Become An Angel In Another World
Pelaku dibalik layar


__ADS_3

"Ti.. tidak mungkin.." ucap Viya terbatah-batah melihat rumahnya terbakar


"Hmm, sunggu kejam.." ujar Yukiru yang membuat Raja Galaksi tersedak lagi


Gadis itu pun berkeinginan untuk masuk "Oi, apa kau mau mati? tenanglah jika barang maka bisa dibeli!" ujar Yukiru yang memegang tangan Viya untuk menghentikannya


"Fisa!" teriaknya dengan histeris sontak membuat Yukiru kaget dan dengan cepat dia mengeluarkan skillnya


"Water Predatory!" dikarenakan Water Predatory sepenuhnya dikendalikan oleh Yukiru, dia membuat cabikan water predatory tidak menyerang siapa pun


Setelah menggunakannya, Yukiru menghilangkan air dirumah tadi, tetapi.. rumahnya ambruk.. karena beban air yang besar, semantara rumah kayu tersebut sudah terbakar..


"O.. Oi!" teriak Yukiru melihat Viya berlari ke rumahnya untuk mencari adiknya..


"Fisa! Fisa!" teriak Viya yang berusaha mencari adiknya


"Turut berduka.." ujar Yukiru yang tidak melihat kehidupan dirumah yang ambruk tersebut..


Viya menangis dan berusaha mencari adiknya, tetapi tidak menemukannya, 5jam pun berlalu semenjak kejadian tersebut hari pun sudah mulai agak gelap, "Fisa! apa kamu mendengarkan suara kakak? Vica! kamu diamana!" teriak Viya dengan menangis


"Oi Viya, apa kau tidak beristirahat dulu?" ujar Yukiru menyarankan Viya untuk istirahat karena sudah 3jam dia mencari adiknya di rumah yang ambruk tersebut


Viya tidak memperdulikan Yukiru, karena Matahari sudah mulai turun, Yukiru membuat rumah dari Earth Elemental, Elemental tersebut ia mendapatkannya dari akar dewanya.


"Tidurlah sebentar." ucap Yukiru sambil memukul leher bagian belakang Viya untuk membuatnya pingsan...


Malam pun tiba, terdapat seseorang pria mudah duduk dikursi dengan meminum kopi hangat, sambil memandangi langit-langit malam, "Ternyata saat malam ada planet cincin dan mars? itu mars apa tidak ya? tapi dari warnanya mungkin iya." gumam Yukiru sambil memegang cangkir.


Terdapat seseorang gadis kecil berumur 10tahun yang terbangun dari tidurnya, dia tidur dikasur yang dekat dengan kursi yang Yukiru duduki.


"Jangan pikirkan adikmu dulu, duduklah dan tenangkan pikiranmu, mungkin saja adikmu masih hidup." kata-kata yang sangat jarang keluar dari mulut Yukiru pun keluar.. "Hh.." desah Yukiru melihat sebuah cahaya keluar dari hutan yang menuju rumahnya


"Hm.. mungkin yang anda katakan benar." ujar Viya dengan pasra dan berjalan kearah kursi yang masih kosong


Yukiru melihat cahaya tersebut semakin mendekat, Krek.. suara gelas yang Yukiru pegang retak karena digenggamnya, sontak membuat Viya kaget, dan beberapa retakan tersebut membuat gelas tersebut bocor, selang beberapa saat, Yukiru menghilang..


Suara gelas yang pecah selang Yukiru menghilang, diwaktu yang sama terjadi ledakan di hutan yang membuat Viya terkejut kembali dan dia melihat dijendela, dia melihat Yukiru memegang pedang berwarna hitam dengan warna merah menyala ditengahnya yang membuat Viya mengira Yukiru mempunyai Flame Sword.


Flame Sword \= Pedang Api, mempunyai ketahanan rendah saat melawan sihir atau pedang air/es sebaliknya pedang api sangat kuat jika melawan elemental lain


---□ Peringatan Jika tidak ingin melihat scene sadis maka skip aja sampai di scene [Dirumah]


"Siapa yang mengirimmu kesini?" ujar Yukiru dengan tatapan membunuh yang membuat matanya berubah menjadi merah, yang menambah kesan menakutkan

__ADS_1


"Aku tidak akan memberitahu binatang busuk sepertimu!" ucap pria tersebut sambil berkeringat dingin


Yukiru tersenyum agak lebar "Jadi begitu, aku binatang busuk, ya.." Yukiru mengangkat pedangnya dan menusuk kaki bagian atas atau paha


"Argkkk!" ucap pria tersebut kesakitan, karena kakinya ditusuk dengan pedang dan dibelakangnya ada batu besar, dia tidak bisa lari, karena itu Yukiru sangat diuntungkan


"Sekarang aku bertanya, lagi siapa yang mengirimmu?" ujar Yukiru sambil tersenyum didepan pria tersebut yang terduduk sambil memegang kakinya yang masih terdapat pedang yang menusuk tulang kakinya


"Aku.. tida.. Wargkkk..." ucapnya terpotong karena jari telunjuknya sudah berada ditangan Yukiru


"Hmm... jadi? apa masih tidak mau mengasi tau?" ucap Yukiru sambil membakar telunjuk pria tersebut dengan api unggunya


Purple Fire : api unggu membakar semua yang diinginkan pemiliknya, api ini hanya dimiliki 2 orang, yaitu pemilik pedang kebencian dan pedang kemalasan, kedua pedang ini sangat langkah karena yang berstatus [Legendary]


(Legendary adalah pangkat terakhir dari pangkat ss, karena pangkat tersebut dibagi manjadi 100 pangkat, dan pangkat ke 80 adalah pangkat [kematian], hanya orang yang berstatus setengah abadi saja yang bisa melanjutkan ke pangkat [Bangkit])


Kembali ke cerita >>


"Aku tidak akan mengkhianati tuanku sendiri!" ujar orang tersebut yang membuat Yukiru sangat marah


"Dasar orang yang menipu diri sendiri! pasti kau akan mengkhianati tuanmu sendiri!" ucap Yukiru dengan kemarahan


"Aku tidak.. Wargh..." kaki bagian kanan sudah berada ditangan Yukiru


"Aku tidak akan.. Ngwarkkk.." teriaknya histeris karena mata kananya sudah berada ditangan Yukiru dengan kakinya dan Yukiru membakarnya


Yukiru berjalan mendekat kearah pria tersebut, Yukiru terlihat sangat marah, yang terlihat dari sekitar tubuhnya yang muncul Fire Aura dan matanya yang sekarang berwarna merah menyala.


Yukiru memegang kepala Pria tersebut dan tanpa basa-basi, Yukiru menarik rambut tersebut yang membuat rambut dan kukit kepalanya berada digenggaman Yukiru dan membuat pria tersebut berteriak kencang, setelah teriakan tersebut keluar darah dari kepalanya...


Saat Yukiru mau menarik telinga pria tersebut, "Cyton." suara yang berasal dari pria tersebut, dia kemudian menutup matanya.


Duar.. suara tangan Yukiru yang memukul batu tersebut sampai membentuk kawa dan retakan yang bisa dibilang hampir membuat batu tersebut hancur "Sial! andai aku membunuh orang itu, pasti aku tidak akan mendapatkan masalah!" gumam Yukiru


--->> Dirumah


Terdapat seseorang gadis yang murung, dia menunduk dan terlihat mata gadis tersebut berkaca-kaca.


Tiba-tiba seseorang pria mudah dengan darah ditangannya dan beberapa dibadan dan mukanya, dia masuk kerumahnya, dia adalah Yukiru, dia terlihat sangat marah.


"Loh, Viya kenapa kamu sedih?" tanya Yukiru kepada Viya yang matanya berkaca-kaca, tetapi dia menunduk


Viya mengangkat kepalanya dan melihat darah dibadan Yukiru, sontak membuatnya terkejut, dia mengeluarkan beberapa air mata, dia pun berjalan ke Yukiru "Apa tuan Yukiru baik-baik saja? apa anda terluka?" tanyanya dengan khawatir "Saya akan mengobati anda!" ujarnya dengan percaya diri

__ADS_1


"Meskipun kau sembuhkan.." ucap Yukiru yang bermaksut untuk mengasi tau bahwa dirinya baik-baik saja


Viya sangat terkejut, detak jantungnya tidak beraturan, dan keringat dingin keluar dari kepala dan lehernya.. "Te.. tenang saja tuan! saya akan menolong anda sebisah mungkin!" ucapnya tidak tau bahwa Yukiru tidak terluka


"Aku tidak terluka, sebaiknya kita makan." ujar Yukiru sambil berjalan kearah kamar mandi, dia membasuh tubuhnya untuk menghilangkan darah dari tubuhnya, selang beberapa saat, dia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju berwarna putih dengan oranye dan biru yang menghiasi baju tersebut


Viya ingin memasakan makanan tapi dia tidak mempunyai peralatannya, muncullah Yukiru dari kamar mandi ke dapur, dia berjalan kearah Viya, "Kamu duduk saja, karena peralatannya tidak ada, jadi aku saja yang memasak." ujar Yukiru


"Ta.. tapi.." ucap Viya tidak percaya


"Duduk saja, jangan cerewet." ucap Yukiru yang membuat Viya dengan cepat mengarah ke kursi dapur, dan dia pun duduk dengan tenang


Tiba-tiba muncul 3 warna api di tangan Yukiru, yaitu merah, putih, abu-abu.


Yukiru pun memulai masakannya selang beberapa saat, makanannya pun matang, mereka pun makan malam dan tidur ke kamarnya masing-masing..


......Tamat :v......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung :>...


__ADS_2