
Sudah 3 hari setelah kejadian kematian sang dewa pengkhianat dan calon istrinya, beserta pembantunya, Yukiru pun memulai perjalanannya tanpa membawa orang lain, karena Yukiru tidak bisa menghidupkan seseorang yang nyawanya dibawah malaikat maut.
Seseorang anak mudah berjalan menyusuri hutan karena jika lewat jalan utama, maka dia akan mendapatkan beberapa masalah, yah mungkin masalah tersebut sangat jarang terjadi...
"Kalo tidak salah, jalan ini menuju ke perbatasan antar kota? hmm sepertinya aku akan cepat sampai sana." batin Yukiru sambil berjalan menyusuri hutan, tidak lupa dia memakai smartphonenya untuk melihat peta
Setelah sekian lama dia pun melihat batas kota tersebut, dia melihat banyak penjaga gerbang dari diatas gerbang sampai dibawahnya.
Yukiru berjalan kearah gerbang tersebut, disaat dia ditanya Yukiru pun menjawabnya dan menunjukan ID Project yang dia buat 2hari yang lalu, dia pun masuk ke gerbang tersebut didalam sana terdapat lorong yang sangat panjang, karena sangat panjang Yukiru memakai Lightning Elementalnya untuk membantunya berlari.
"Lightning." ucap Yukiru setelah beberapa saat Yukiru pun sampai, dia sekarang berada di bawah pulau tersebut, "Baiklah, sekarang aku mau kemana ya, hmm... oh iya kata kak Darkol ada kota yang damai dipulau Arsy.. hmm bukan Arsy.. apa ya.. peduli amat dengan nama pulau! kan ada hp, hadehh.. bodohnya diriku." batin Yukiru yang sadar akan kebodohannya
Setelah Yukiru membuka Map Peta dia pun berjalan dan beberapa saat kemudian, dia menggunakan lightning kembali dengan cepat dia berlari.. 1jam kemudian.. 2jam kemudian...
"Kyaaa.. Onii-chan." eh bukan "Kyaa ada monster.." suara gadis yang muncul dari hutan tetapi Yukiru tidak memperpedulikannya, dikarenakan Yukiru membutuhkan uang, dia pun mengurungkan niatnya untuk meninggalkannya
Terdapat seseorang gadis kecil dengan rambut coklat yang panjangnya menyentu pundak, dengan mata berwarna hijau limau, setengah rambutnya diikat ke belakang dengan pita merah, tingginya 140 cm.
"Ja.. jangan mendekat.." ucap gadis tersebut sambil mengangkat tangannya ke depan wajahnya seakan-akan tangannya tersebut terdapat perisai
Grrrr... suara 5 serigala tersebut menggeram, serigala tersebut melompat untuk menerkam gadis tersebut tetapi..
"Lightning." ucap seseorang pria mudah yang mempunyai rambut acak-acakan, dengan warna rambut putih, sedangkan warna matanya berwarna biru mudah, tingginya 175cm, dia adalah Yukiru
"Heh?" sontak gadis tersebut menoleh ke arah Yukiru, dia mampu membuat 5 serigala tersebut meninggal tanpa menyentuhnya, dia kaget seakan-akan dia bertemu penyihir rank S
"Aku benci mengatakan ini tapi, apa kau baik-baik saja?" ucap Yukiru dengan datar "Hmm, bagus nih kalau badan serigala ini dijual, kalo tidak salah, jika badan serigala silver tidak ada luka, maka harga jualnya mahal, hmm." batin Yukiru sambil membuat 5 serigala tersebut membentuk tumpukan
Gadis tersebut kaget sampai-sampai dia tidak sadar kalau Yukiru menanyakannya
__ADS_1
"Oi, apa kau baik-baik saja?" Yukiru bertanya kembali, sambil menduduki salah satu tubuh serigala tersebut yang sengaja dibiarkan dibawah
"Eh? i.. iya.." jawab gadis tersebut, dia membenarkan duduknya dengan lutut ditanah dan tubuh bertumpu pada telapak kaki, dikarenakan tanah yang sedang ia duduki itu tanah rata..
"Hmm.. jadi kenapa kau ke hutan sendirian? bukannya kau sudah tau kalau dihutan akan ada monster? setidaknya sewa petualang atau semacamnya untuk menemani atau mengasi quest untuk mencari barang." nasihat Yukiru berhasil membuatnya tersenyum kecut, tetapi Yukiru tidak tau karena dia sedang membaca novel di smartphonenya..
"Saya sedang mancari tumbuhan herbal.." ucapnya dengan murung
"Lalu? untuk apa kau mencari tumbuhan herbal? mendapatkan uang untuk adik atau dipaksa mencari?" ujar Yukiru yang sedang membaca novel di scene yang menceritakan seseorang gadis untuk dipaksa bekerja, oleh ibunya..
Mendengar ucapan tersebut gadis tersebut terkejut, terlihat dari detak jantungnya yang tadinya sudah tenang yang tiba-tiba berdetak lebih cepat dan terlihat dimatanya sedang berkaca-kaca, kenapa bisa tau? karena akar dewa Yukiru memiliki kemampuan dasar untuk melihat detak jantung dan penglihatan yang sangat tajam.
"Jadi begitu, apa yang terjadi sehingga kau disuru untuk bekerja?" tanya Yukiru yang tadinya melihat gadis tersebut
"Orang tuaku.." ujar gadis tersebut dengan menunduk dan meneteskan beberapa air mata
"Hmm.. apa mereka sudah meninggal? aku turut berduka cita." ucap Yukiru dengan santainya, dia melanjutkan membaca novel tersebut
Seketika hati Yukiru yang nan keras dan nan kejam tergerak untuk menenangkan gadis tersebut, sebuah pelukan hangat yang berasal dari tubuh Yukiru "Cup, cup." ucap Yukiru sambil mengelus gadis tersebut
Gadis itu pun menangis dengan kencang, untuk keamanan Yukiru memasang barrier kedap suara, yang membuat monster lain tidak mendengar tangisan gadis tersebut, meskipun suara tangisannya tidak terlalu keras.
5menit pun berlalu gadis tersebut pun tenang..
"Maaf saja, kalau aku membuatmu mengingatnya kembali." ujar Yukiru yang membuat sang Raja Galaksi tersedak dan batuk karena Yukiru terkenal akan keganasannya dan kekejihannya jika melawan musuh yang kuat atau pengkhianat, bisa-bisanya ia meminta maaf kepada anak kecil yang bisa ia bunuh dengan mudah
Gadis itu tersenyum hangat, entah apa yang membuat Yukiru memiliki sifat aneh.. dia tiba-tiba berkeinginan untuk menerkam gadis tersebut, tetapi Yukiru menolak keinginannya "Sial, kenapa aku memiliki sifat lolicon!" batin Yukiru dengan kesal yang terlihat di wajahnya
(Lolicon\=pecinta anak kecil)
__ADS_1
Sontak gadis tersebut terkejut, karena tiba-tiba ekspresi Yukiru menjadi kesal "Ma.. maafkan saya, karena membuat anda marah." ucap nya sambil menundukan kepalanya
"Tidak apa-apa, oh iya namamu siapa?" ucap Yukiru yang mencoba akrab dengan gadis tersebut
"Na.. namaku Viya, umurku 10 tahun." jawabnya dengan tegang
"Punya adik?" timpal Yukiru
"Ti.. Tidak." sekarang Viya berkeringat dingin, dia sangat ketakutan
"Hmm." Yukiru heran dengannya "Kenapa dengannya? apa dia ketakutan dengan sifatku? padahal aku sudah memakai sifat yang akrab?" batin Yukiru
Crashh.. suara tebasan yang menuju perut beruang yang membuatnya terbelah "Hah.. aku lupa kalau ada waktu habis saat menggunakan barrier." ucap Yukiru yang tadinya duduk dengan cepat menebas beruang yang ada dibelakangnya dengan tangan..
Sekarang Viya memasang wajah ketakutan, karena beruang rank B dibunuh dengan 1 serangan dan serangan tersebut berasal dari Yukiru yang tanpa memakai senjata.
"Viya, bisa tunjukan jalan untuk ke rumahmu?" ucap Yukiru yang berusaha memecah keheningan
"Eh? ta... tapi.. " ujar Viya dengan terbatah-batah
"Tapi?" Yukiru memakai ekspresi polosnya untuk membuat Viya tidak ketakutan, wajar saja jika anak berumur 10 tahun takut pada orang asing yang bisa membunuh monster rank B dengan 1 serangan
"Eh? bo.. boleh! a.. ayo berang... kat.. wo!" ujar Viya yang terbatah-batah dengan berkeringat dingin
Yukiru hanya bisa tersenyum kecut akan sikap takutnya Viya..
Mereka berdua pun berjalan menyusuri hutan, setelah beberapa menit mereka pun sampai ditempat tujuan.. tapi..
"************"ucap Viya yang **** **********
__ADS_1
"**************" ucap Yukiru yang ****** ****** ****** ***** ******* ********
......Bersendal..!!!!......