berawal dari iri?

berawal dari iri?
kehidupan baru


__ADS_3

saat jam menunjukkan pukul 01.30


aku langsung bangun, untuk mengambil wudhu sholat tahajud, ku lihat adel masih tidur dalam selimut,


hm.. tadi malam tidak ada yang terjadi. karna aku tau adel belum siap untuk itu


saat aku ke toilet aku memutuskan untuk sekalian mandi saja, setelah mandi dan wudu aku ke luar dari toilet dan ku lihat adel masih mengucek ngucek mata di ranjang


"loh kok bangun" kata ku kaget melihat nya masih menguap pertanda masih merindukan kasur nya


"kalo ngantuk tidur aj del, mas aji mo sholat tahajud masih jam 02.00 kok, nanti kalau jam setengah 5 baru mas aji bangunin" kata ku lirih menatap nya


"hm.. iyaa" kata nya menguap dan kembali baring


aku yang melihat hanya menyinggung kan senyum


setelah sholat aku ke tepi ranjang mengelus pipi, rambut, istri ku


tiba tiba matanya terbuka dan di lihat nya aku di hadapan nya.


"kenapa mas" katanya menatap ku setengah sadar tanpa aba aba aku ikut nimbrung dan memeluk nya


"gak papa, istri ku imut kalau lagi tidur"kata ku yang membuat nya memukul dada ku.


" ih kok dipukul " kata ku seperti anak kecil yang diambil permen nya


"suami adel nakal" kata nya lembut yang membuat ku argh.


"yaudah ajarin suami nya" kata ku masih manja


"adel kira mas aji dewasa rupanya kekanak kanakan hihi" katanya tertawa dan menutup mulut nya.

__ADS_1


"mas kekanak kanakan cuman sama kamu doank del" kata ku mulai bersembunyi di leher nya


"mas geli" kata nya yang membuat ku, salah tingkah


"del.. mas pengen anak" kata ku tanpa sadar.


"maljum ya mas, sekarang adel belum siap" katanya memeluk ku menelusup kan wajah nya ke dada petak petak ku


"hem" kata ku berdehem mulai mengelus rambut nya


"mas aji.. " kata nya mendongak kan kepala


" apa " kata ku lirih sambil mengecup bibir nya singkat.


"mamas, ih " katanya memeluk ku menyembunyikan wajah nya


"hahaha, mas tau itu ciuman pertama kamu" kata ku senyum kebanggaan


" jangan cium cium sembarangan lagi ya" katanya masih bersembunyi di dada ku


"eh ngak bisa donk, jadi istri kan harus siap lahir batin" kata ku menoel pipi nya


"tapi kalo mau cium cium bilng dulu, jangan bikin kaget" katanya lirih


"kamu harus kebiasa" kata ku memeluk nya lagi


"au ah gelap" katanya membuat ku terkikik


"ily sayang" kata ku lembut di telinga nya


"to, " katanya menatap ku.

__ADS_1


"hilang ngantuk adel, karna mamas" katanya tersenyum. yang membuat ku, hampir sedikit terbang


"kamu kira aku kopi, bisa ngilangin ngantuk" kata ku lembut sambil menciumi kening nya


"semacam nya" kata nya yang membuat ku menggigit kuping nya lembut


"aw, sakit" katanya menatap ku sedih


"makanya jangan gitu lagi" kata ku pura pura kesal dan saat aku mau bicara lagi dia mengecup pipi ku


"yang sini, bukan yang ini" kata ku menunjukkan bibir dan menunjukkan bekas ciuman nya tadi


"heheh nantik lah" katanya sambil tertawa yang membuat ku gemas


"del, " kata ku lembut menunjukkan leher ku agar di kecup oleh nya.


"cup" dia mencium leher ku, setelah itu langsung aku himpit badanya jadi tidak bisa bergerak lagi


"mamas, sesak" kata nya mengadu


dan mulai ku lepas kan pelukan ku dan aku mengambil ponsel ku


"kok di lepas" katanya manyun


"katanya sesak" kata ku memainkan ponsel ku,


sebenarnya aku memainkan ponsel ku karna aku mau menunjukkan sesuatu kepada istri ku


"bagus gak" kata ku lembut


"bagus" katanya, yaa ini yang ku tunggu sejak tadi

__ADS_1


sebuah baju pengantin untuk foto prewed mu dengan nya


__ADS_2