
"bwahahaha" semua tertawa akan tingkah caca yang lugu ini,
tanpa sadar gua gendong gadis embul itu dan ku ciumi berulang ulang
"hiks hiks, papa" kata gadis itu menangis dan semua tertawa lagi
"yaudah sini anak mamah sini" kata adel mengambil si gembul dari ku
dan menggendongnya dengan sayang
"om nya jahat" kata caca masih dalam keadaan memeluk adel
"caca, papa gk suka anak cenggeng" kata mas aji membuka suara
"itu kan paman kamu wajar donk dia peluk sama cium kamu, " kata mas aji sedikit membentak
"mas" kata adel memperingati
"hiks hiks" kata caca lagi menangis karna ku
"caca cantik udah nangis nya, gk cantik lagi nanti kan kalo caca nangis " kata adelia lembut,
"anak mu udah sekolah mas" kata ku membuka suara
"hm sudah kelas 2 SD" kata mas aji yg ku angguki
tak lama si gembul sudah akrab sama aku, ku dekati gk kabur dan nangis lagi
"tadi siapa ya yang nangis di deketin om ican" kata mas aji
__ADS_1
dan mendapat gelak tawa dari semua
"udah lh mas" kata ku karna si gembul udh mau nanggis, ya si gembul ini cengeng banget
aku harus nunggu 10 tahun untuk ini
"yaudah ayuk makan dulu, kamu makan dulu pasti laper kan" kata mamah yang ku angguki
setelah selesai makan
"mbah,caca bobok siang rumah mbah ya" kata itu yang ku dengar iya, klo ibu dan ayah adel di panggil mbah memang itu kemauan nya;v
"iya apa sih yg gak buat cucu mbah ini" kata mamah adel. senyum senang
"adel gk di ajak buk" kata adel sok ngambek
"kita bobok di rumah aj, " kata mas aji lirih
"liet buk, padahal udah punya anak 1 tapi tetep manja nya gk ilang:" kata mas aji yg dapat gelak tawa dari semua
"tapi kamu sayang mas" kata ican mulai membuka suara lagi
"ho'o bener itu" kata papah lagi
"uwes, uwes" kata bapak (adel)
"udh ya kami pulang, " kata ibuk, yang langsung di kejar maya
"mbah gendong" kata caca meminta di gendong
__ADS_1
"caca, sama mamah aj, jangan sama mbah" kata adel memarahi caca
"uwes ra popo" kata bapak berhenti dan ku cegah
"gk usah mbah, caca sama mamah aj" kata caca senyum sumringah
selama perjalanan caca ngoceh aj, dari guru nya yg ngajarin materi sampai sampai mas aji pun di ocehin nya
"iya mbah, mamah klo ketemu papah itu papah peluk peluk mamah" kata caca yang hanya dapat tawaan dari kami semua
"udah sampai" kata ku senang
"yey, bobok rumah mbah" kata caca senang sangat dan mulai berlari kedalam
"assalamu'alaikum dulu caca " kata ku kesal anak ku ini berbeda jauh dari aku dan mas aji
dan caca pun berlari keluar lagi
"eits mo kemana" kata ku memegang baju nya
"syuut" kata nya menyuruh ku diam dan aku menaikkan satu alis
"uwes uwes" kata bapak lagi sambil tertawa
"assalamu'alaikum " kata caca dengan nada mentel nya
dan siang aku dan caca tidur sama ibuk hehe 1 kasur ber3
sedangkan bapak tidur di kamar tamu,
__ADS_1
adanya pengen ikutan nimbrung tapi gk muat yaudah deh.