berawal dari iri?

berawal dari iri?
milik ku, telah hadir


__ADS_3

7tahun berlalu


yup setelah ican lulus sma dia kuliah di Singapore dan hari ini kepulangan ican setelah sekian lama,


"ih mamah kita ngapain sih sibuk sibuk buat kepulangan om ican" kata wanita gembul putih imut itu dengan nada malas nya


"caca sayang gk boleh gitu, " kata oma atau lebih tepat nya (bude ana)


"oma, caca capek" kata wanita gembul itu manja mengadu


"caca" kata mas aji tegas


ica yang di bentak langsung terdiam dan bungkam.


"caca jadi perempuan gk boleh manja sayang"


kata ku menenangkan caca


ya sudah 7 tahun aku menikah dan rumah tangga ku tidak pernah ada cekcok selama aku menikah dengan mas aji


"kangen banget mamah sama ican loh pa" kata mamah mas aji


"iya, sudah lama sekali gk melihat ican" kata ibuk


"oma oma, om ican itu ganteng ya" kata caca lugu


"ganteng donk, wajah nya mirip sama papah cacaa" kata papah menunjuk mas aji


"owh.. banyak gak opa duit nya" kata ica tertawa


"caca" kata adelia mengingat kan ntah belajar dari mana ica tentang seperti itu


dan seisi rumah semua nya tertawa termasuk caca

__ADS_1


ica adelia putri, dipanggil caca bocah lucu menggemaskan dan sangat mirip dengan adelia ibunya,


gadis lugu dan lucu


"hahaha caca bercanda loh mah" kata caca masih tertawa


di saat mereka sedang asik bicara


"assalamu'alaikum" kata lelaki dengan suara berat nya


"waalaikumsalam" kata mereka semua


dan tangis hari pun pecah


di saat aku masuk rumah orang yg pertama ku lihat adalah gadis kecil itu


"adel" kata ku gumaman kecil


"hahaha, ini keponakan kamu bukan adel" kata papah tertawa


dan aku hanya tertawa tipis,


ku akui tak lama adel menikah


flash back on


"mah.aku pengen sekolah di Singapura" kata ku menatap mamah serius


"ha? " kata mamah masih bingung


"kan papah punya perusahaan disana setiap bulan papah kesana juga kan " alasan ku dan dizinkan setelah aku lulus SMA aku lanjut kuliah aku dengar kali adel hamil punya anak tapi aku tak pernah mau peduli, tapi visi misi


ku tetap, anak adel akan jadi istri ku kelak

__ADS_1


..


dan betapa kaget nya aku bocah itu anak mas aji dan adel sangat mirip dengan adel


"kangen banget mas sama kamu can" kata mas aji memeluk ku dan ku bals pelukan erat


ku akui aku sangat merindukan abang ku /mamas ku


"sama mas" kata ican lirih


"gimana kabar mu" kata mas aji masih memeluk ku


"alhamdulillah sehat mas" kata ku lirih dan tanpa sadar saat mas aji menatap ku aku mengeluarkan air mata dan memeluk nya lagi


setelah puas memeluk mas aji


aku beralih ke mama papa dan bude dan pakde ,


"ini anak kamu del, " kata ku menatap adel,


"iya mas" kata adel cengengesan dan aku tak mau melihat karna aku tak mau menatap senyum yang membuat ku jatuh sangat dalam


"si cantik ini siapa namanya" kata ku lembut sambil menoel pipi embul nya yang membuat daya tarik, wanita ini sangat mirip dengan ad sangat


saat aku menoel pipi gadis kecil itu


"papa" kata nya merengek


"caca, gk boleh gitu" kata adel mengingatkan si tembem yang akan jadi milik ku bagaimana pun caranya


tanpa sadar aku cium si embul itu, ya aku panggil gadis ini embul aaja karna itu panggilan yang cocok


"oma, om nya cium cium caca" kata si embul masih merengek dan dapat gelak tawa dari semua orang ya termasuk aku, yaps bisa dikatan setelah hampir 7 tahun aku di Singapore jarang sekali aku tertawa

__ADS_1


__ADS_2