
saat aku mau joging pagi ku lihat sandra sudah bermain dengan anak kecil
"sandra" kata ku memanggil nya dan Sandra senyum
"iya, " kata nya senyum dan ku dekati.
"kenapa kemaren gk dateng kerumah pas aku ada " kata ku menatap serius
"maaf, soalnya anak ku, sekarang rewel" kata sandra lagi
"lah.. kamu udah nikah" kata ku tak menyangka wanita yang sering debat sekarang udah jadi mama
"yaudah lh.. tamat SMA aku nikah, di jodohin mamah" kata sandra lirih
"baik kan suami mu" kata ku lirih
"alhamdulillah" kata sandra tertawa
dan saat kami asik tertawa si gembul datang anak sandra ini ku perkirakan berumur 2 tahunan
"adek ila, " dengan logat mentel nya
"kak, caca mau sekolah ya" kata sandra lembut khas anak anak
"iyaa, bude. caca mau sekolah " kata si embul mentel
"sekolah nya jauh " kata ku bertanya sama si tas berbie alias si embul
"gk deket itu" kata nya nunjuk salah satu SD dan baru ku sadari
__ADS_1
"mirip sama adel ya" kata ku menatap sandra
"banget, malahan pas makin gedek makin mentel inget gk adel pas masih kita kecil kan agak agak mentel kan" kata sandra ketawa
"aku kadu papa om ican ngibahin mama, " kata si embul
"yaudah maaf ya" kata ku lembut menatap
si embul yang kesal aku cerita in dia mirip mamanya
"mama aku cantik sih, jadi wajar kalo aku cantik seperti barbie" dan sontak aku sandra tertawa
"iya macem berbie" kata ku mencubit pipinya dan dia lari
aku sandra tertawa
"tunggu si caca gedek nanti aku nikah sama dia" kata ku tertawa dan sandra pun tertawa
"ada ada aja kamu ini" kata sandra dan
"yaudah deh sand aku mau lanjut joging bay cantik" kata ku memegang pipi ank sandra
"yaudah dada om " kata sandra memegang tangan anak nya untuk berdada
setelah selesai joging aku pulang
sampai rumah..
"can, kamu mau gk ngurus perusahaan papa, mas mu papa suruh ngurus perusahaan katanya mau ngurusin kafe aj" kata papah yang membuat aku berfikir
__ADS_1
"papa udah tau can, siapa. lagi penerus papa klo bukan kamu hm" kata papa dan ku angguki
"yaudah pa klo gitu aku mau"kata ku menatap papa serius
" alhamdulillah "
kata papa bahagia
di rumah sebelah
"caca udah sarapan ma" kata aji lembut terhadap wanita yang dicintainya
"udah kok tadi, " kata adel masih sibuk mengambilkan lauk suami nya
"ma, sini" kata mas aji menatap ku menyuruh untuk duduk di pangkuan nya
"emh" kata ku mulai duduk dan. di ciumi mas aji
"mas" kata ku medesah
"suapin" kata mas aji manja tapi ku. suapi
"udah ah, manja manja nya, lanjut malem aj" kata ku mencegah agar mas aji tidak terlampau
"hm iya deh sayang ku" kata mas aji mencium ku dan berangkat kerja
yah kebiasaan ku kalau rumah sepi dan semua pekerjaan telah selesai rebahan nungguin caca pulang sekolah nemenin caca makan main bobok in caca dll
pas caca tidur suami ku pulang dan.. seperti itu lh..
__ADS_1