
Argeas baru saja turun dari kereta kudanya. Di hadapannya berdiri sebuah gerbang tinggi dan lebar dengan ukiran rumit di sisi luarnya.
Gerbang itu adalah gerbang utara Akademi, yang juga merupakan batas pemberhentian kereta kuda. Setelah itu Argeas harus melanjutkan dengan berjalan kaki melewati gerbang tersebut menuju ke aula.
Banyak anak-anak sepantarannya yang juga berjalan menuju ke arah yang sama. Mereka bersiap untuk menghadiri upacara penerimaan murid baru.
Memakai seragam Akademi yang menurut Argeas cukup keren, karena memang sengaja meniru model seragam resmi pejabat istana tanpa menyertakan detail dan ornamennya.
Kemejanya berwarna putih dengan bordiran bunga di ujung kerah dan lengannya. Jas rangkapannya berwarna hitam tanpa aksen dengan dasi berwarna merah bergaris emas.
Sedang bawahannya, untuk laki-laki, celana panjang bermotih kotak-kotak samar berwarna merah gelap, dan untuk perempuan, rok sepanjang lutut dengan warna dan motif yang juga serupa dengan celana anak laki-laki.
Banyak dari mereka berjalan berkelompok. Terlihat bersemangat untuk memulai kehidupan baru mereka di sekolahan tersebut.
'Rasanya aneh sekali masuk sekolah lagi seperti ini. Kalau dilihat dari usia, Akademi ini mungkin setara dengan sekolah menengah atas kalau di kehidupanku dulu,' batin Argeas yang sedang berjalan sendirian. Ia belum memiliki teman di Akademi.
'Mungkin saja tidak akan terasa aneh bila aku sudah mulai belajar di dalam kelas nanti,' pikirnya lagi saat ia tiba di depan pintu aula.
Kemudian terlihat seorang gadis menatap tajam dari ujung ruangan ke arah Argeas begitu pemuda itu memasuki gedung aula.
Gadis itu adalah Bellatrix. Sesama murid baru yang merasa sangat kesal terhadap Argeas.
Sedang membalas tatapan Bellatrix, Argeas hanya tersenyum kecil kemudian pergi menuju deretan kursi para murid.
'Gadis itu pasti akan sangat merepotkan kedepannya. Semoga saja dia tidak sekelas denganku. Syukur-syukur kalau dia masuk Kelas Elit sekalian. Gedung kelasnya terpisah,' batin Argeas kemudian.
.
Alasan Bellatrix kesal terhadap Argeas itu bermula dari kejadian seminggu yang lalu. Disaat pelaksanaan uji masuk Akademi.
-
Argeas berada sendirian dalam kereta kudanya menuju Kotaraja untuk mengikuti uji masuk Akademi.
"Status," ucap pemuda itu mencoba memeriksa ulang statusnya sebelum tiba di tempat tujuan.
Dan papan hologram Jendela Statusnya pun muncul. Yang kali ini ukurannya bertambah lebih panjang dari sebelumnya.
.
[Argeas Danae] [16] [Laki-laki]
[Scions ArcMage] [Lv 82]
HP 200.000
MP 260.000
Stamina [Fresh]
••••••••••• [Auto-Regen]
••••••••••• [Auto-Reflect]
••••••••••• [Auto-Protect]
Title
[Putra ke 4 Keluarga Danae]
[Dungeon Breaker]
[Path Finder]
[Grand Exploller]
[Mythical Beast Master]
[Fairy Envoy]
[Labyrinth's Eye]
[Aura Fighter]
[Brave One]
[Dragon Killer]
[Dragon Slayer]
.
-
[Skill Status]
-
[Combat Skills]
-
Sword Stance [AAA+]
Archer Stance [AAA]
Spear Stance [AA]
Martial Art [AA]
Hourse Ride [AA+]
++++++++++++++++++++++
[Magic Skills]
-
Incarnation Magic [SS]
Accuration Magic [SSS]
Speed Cast [SS+ ]
Parallel Cast [SS+]
Dual Cast [SSS]
-
[Attribute Magic]
-
Fire [SSS]
Water [SSS]
Wind [SSS]
Earth [SSS]
Spacial [SS+]
Spirit [SS]
Dark [S]
Mind [AAA]
Holy [B]
Lightning [SS+]
Gravity [SS+]
.
[Ability Status]
[Combat Moves]
-
-Active-
Slashing [°°]
Trusting [°°]
Mark Shooting [°°]
Stunt Hit [S+] 'Lightning embed
Break Hit [S]
Volley [SS]
Snipe [SS]
Iron Fist [S]
-Pasive-
|Dash| [°°]
|Double Jump| [°°] 'Gravity embed
|Battle Riding| [SS]
|Parry| [SS]
|Dodge| [SS]
|Evade| [SS]
|Iron Body| [S]
|Chakra| [S] 'Spirit embed
++++++++++++++++++++++
[Magic Spells]
-
-Active-
-Low Tier-
Fire Ball [°°]
Wind Cutter [°°]
Ice Shard [°°]
Rock Wall [°°]
Lightning Spark [°°]
__ADS_1
Float [°°]
Mental Focus [AAA]
Sleep [A]
Wake [A]
Brave [AAA]
Light Shield [AAA]
Hard Light [A]
Remedy [AA]
Cover [A]
Bind [S]
Inverse [AA]
-Mid Tier-
Flare Orb [°°]
Aero [°°]
Javelin Frost [°°]
Stone Fortress [°°]
Thunder Spear [°°]
Heavy [°°]
Barrier [SS+]
Purify [SS+]
Shadow Walk [SS+]
Analys [AA]
-High Tier-
Arctic Dome^ [B]
Void Bind^ [B]
Meteor Come^ [B]
Quagmire^ [B]
Pandemonium^ [B]
-Pasive-
|Poison Resistence| [S]
|Fire Resistance| [S+]
|Water Resistance| [S+]
|Wind Resistance| [S]
|Earth Resistance| [S]
|Mental Resistance| [AAA]
++++++++++++++++++++++
[Non-Combat Ability]
-
Conjuration [°°]
••Aura Detection
••Rune Write
Appraisal [°°]
••Material Scan
••Tools Scan
••Status Scan
Search [SS]
••Trap Searching
••Material Searcing
••Aura Searcing
Camouflage [SS]
••Sound Proof
••Shadow Hidding
++++++++++++++++++++++
[Special Ability]
-
-Active-
Blood Sacrifice {Solomon Ring Equiped}
Aura Sacrifice {Solomon Ring Equiped}
-Pasive-
|Double Damage Magic| {Crimson Wand Equiped}
|Auto Regen| {Gaia Amulet Equiped}
|Reflect| {Nox Ring Equiped}
|Protect| {Lux Ring Equiped}
[Ultimate Skills]
-
-Active-
Dragonic Flash (Lightning Attribute Reward)
Gravity Crush (Gravity Attribute Reward)
Infuse Spirit (Familiar Upgrade)
-Pasive-
|Instant Cast| (Arcmage II class) - Lv 30
|Multi Cast| (Battle Arcmage class)- Lv 50
|Half Cost| (Scions Arcmage class)- Lv 80
[Unique Skills]
-
Divine Fate
World Perception
.
Argeas menghembuskan nafas cepat saat menatap layar hologram di hadapannya.
"Aku sendiri saja merasa ngeri melihat statusku ini," ujarnya sambil mengeleng pelan.
"Aku perlu menekannya selama berada di Akademi. Ya, setidaknya di tahun-tahun pertama ini," lanjutnya kemudian.
"Item Status." Kali ini Argeas membuka jendela Inventory nya.
Papan hologram statusnya pun segera menghilang dan digantikan oleh papan hologram yang lainnya.
.
Item Status
+
+Weapon+
[Crimson Wand] - Equiped
[Elemental Sword]
[Adrammelech's Wrath] {Set 2/6}
[Hand of Thamasa ]
+
+Accessories+
[Gaia Amulet] - Equiped
[Chron Amulet] -Equiped
[Ring of Nox] -Equiped
[Ring of Lux] - Equiped
__ADS_1
[Belphegor's Ring]
[Salomon's Ring] - Equiped
[Golden Apple]
[Hexa Eyes]
[Hairpin of Crescent]
[Dragon Zero Inner Suit] {Set 1/10}
[Robe of Ivalna]
[Tellah's Robe]
[Skadi's Boots]
[Lunar Belt]
[Gluttony Mask] {Set 2/6}
[Sigil of Plague]
[Sigil of Miracle]
[?¿Sprout]
[Blood Stone]
+
+Inventory+
••Potion (x2)
••Dry Ether (x1)
••Elixir (x2)
••Drop Eye (x3)
••Holy Dew (x2)
••Scarlet Pill (x5)
+
+Material+
••Elvoreth's Leather (x1)
••Elvoreth's Claw (x1)
••Elvoreth's Wing (x1)
••Basilik's Scale (x1)
••Basilik's Eye (x1)
••Mirilith's Scale (x1)
••Mirilith's Heart (x1)
••Mirilith's Six Sword (x1)
••Inferno Arachid's Eyes (x16)
••Inferno Arachid's Fang (x2)
••Inferno Arachid's Leg (x8)
••Inferno Arachid's Fluid Web (x1)
••Dragon's Scale (x1)
••Dragon's Fang (x1)
••Dragon's Claw (x1)
••Dragon's Wing (x1)
••Dragon's Horn (x1)
••Dragon's Tail (x1)
••Dragon's Eye (x1)
••Dragon's Heart (x1)
••Red Magicite (x130)
••Blue Magicite (x128)
••Black Magicite (x112)
••Green Magicite (x137)
••Grey Magicite (x161)
••Red Magicite (x98)
••Yello Magicite (x103)
••Valvet Nethicite (x1)
••Burning Shard (x3)
[Spatial Map] - Used
[Spatial Storage] - Used
.
-
"Oh, benar juga. Aku memiliki [Blood Stone] hadiah dari dengan naga-naga itu," ucap pemuda itu setelah memeriksa isi dari Inventory nya.
"Tapi kurasa aku harus menunggu untuk menggunakannya. Akan bahaya bila jumlah MP ku meningkat sampai 3 kali lipat dari yang sekarang." Argeas mulai kembali berbicara sendiri.
"Karena menurut kak Regina akan ada pengukuran jumlah Aura dengan menggunakan alat khusus untuk calon murid Penyihir. Jadi lebih baik aku menggunakannya setelah melakukan pengukuran."
Terlihat Argeas mengeluarkan salah satu barang dari Storage nya setelah menutup Jendela Item Status nya.
"Dan aku tidak boleh sampai ketahuan saat menggunakan item ini. [Golden Apple]. Liontin yang mati-matian aku dapatkan dari Dungeon Reruntuhan Menara {El-Mala} di ujung selatan benua di waktu 4 bulan terakhir ini.
"Item yang akan memotong setengah dari jumlah MP dan merubahnya ke total HP saat dikenakan."
Argeas kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari kantong dalam jasnya, dan mulai membuka sepatu sebelum memasangkan cincin tersebut ke salah satu dari jari kaki kirinya yang dirasa pas.
"Biar pun terlihat konyol, tapi ini adalah salah satu cara paling efektif untuk menyembunyikan penggunaan cincin ini agar tidak ketahuan pihak Akademi," ucapnya lagi seolah sedang memberi tahukan pada seseorang.
"Jadi dengan efek berlapis dari [Belphegor's Ring] yang akan memotong setengah dari statusku, kemudian ditambah [Golden Apple] yang akan kembali memotong setengah dari jumlah MP pool ku, maka total MP yang kumiliki akan berkurang sekitar 75% dari aslinya. Dan itu akan cukup membantuku untuk menyamarkannya.
"Karena bisa jadi rumit bila aku sampai harus memasuki Kelas Elit karena jumlah MP ku yang sekarang," ujar Argeas seraya mengenakan kalung berbandul apel emas tadi dan menyembunyikannya rapat-rapat di balik kerah baju.
"Semoga kehidupanku di Akademi nanti tidak berjalan seperti dalam gamenya," ucapnya lagi seraya berharap.
.
Berdasar dari kisah dalam gamenya, karakter Argeas adalah seorang yang cukup terkenal di Akademi.
Meski memiliki sikap angkuh dan memandang remeh orang lain, namun dia memang memiliki bakat dan kemampuan sihir yang hebat hingga tetap ditakuti oleh orang-orang.
Kemudian pada suatu ketika ia bertemu dengan kakak tingkatnya, seorang perempuan [Cleric] bernama Alexandra. Dan Argeas pun jatuh hati pada pandangan pertama. Tapi sayang cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Namun meski begitu Argeas tidak menyerah. Ia terus berusaha mendekati dan mengambil hati perempuan itu. Sampai kemudian di tahun kedua Argeas di Akademi, yang berarti tahun terakhir untuk Alexandra, datang rombongan Pahlawan yang tengah dalam perjalanan mencari seorang penyembuh.
Tanpa sengaja Alexandra bertemu dengan rombongan Pahlawan tersebut dalam sebuah kejadian dan menolong salah satu dari rekan mereka. Mengetahui kemampuan Alexandra, sang Pahlawan pun meminta gadis itu untuk bergabung dengan nya.
Argeas yang mendengar kabar tersebut merasa marah dan tidak terima. Ia merasa bahwa sang Pahlawan telah mencuri kekasih idamannya.
Dan karena dibutakan oleh amarah, Argeas pun menculik Alexandra dan menyekapnya dalam sebuah labirin di bawah tanah komplek Akademi.
Rombongan Pahlawan yang mendengar tentang hal tersebut segera bertindak untuk menyelamatkan gadis itu.
Pertarungan antara Argeas dan sang Pahlawan pun tak terelakan. Yang berakhir dengan runtuhnya labirin bawah tanah tersebut.
Di tengah peristiwa itu Argeas tidak dapat menyelamatkan diri dan mati terkubur di dalamnya.
Dan begitulah cerita tentang kematian Argeas si Penjahat Sampingan dalam gamenya.
Hal yang coba Argeas saat ini hindari dengan sekuat tenaga.
Karena sama seperti gamenya, dunia ini juga tidak memiliki jenis sihir pembangkit seperti [Revive] atau [Life]. Jadi meminta seseorang untuk kembali menghidupkannya setelah ia mati bukanlah sebuah pilihan.
-
.
__ADS_1