
Cindy akhirnya kembali ke kota S dan kembali di kamar kos nya, bahkan Cindy pun belum memberikan kabar kepada David bahwa ia sudah kembali di kamar kos.
Dret.... dret.....HP Cindy berbunyi dan jelas nama david yang terpampang di layar HP.
Mau tidak mau akhirnya Cindy menerima panggilan dari David.
Hallo vid....
Hei....yank, kamu kemana saja...kenapa gak pernah balas chat dan tidak pernah menjawab semua panggilan dari aku,
kamu baik - baik saja kan yank..... kata David yang tidak pernah berhenti dengan banyak pertanyaan.....
Iya aku baik - baik Vid, ini sudah anda dikamar kos jawabku
Aku ke situ ya yank....
Ehmmm..... iya deh, jawab ku pelan. sebenarnya aku masih belum mau ketemu David, tapi makin aku menghindar maka akan semakin menyiksa ku.
Akhirnya aku iya kan saja, gak tahu apa yang akan terjadi setelah ketemu nanti..... kata ku lirih.
Tidak lama pintu kamar ku ada yang mengetok, dan bisa dipastikan itu adalah David. Aku melangkah dan membuka kan pintu....
Ceklek....
Yank..... kata David manja sambil memelukku erat seperti meluapkan rasa kangennya, dan sikap itulah yang membuat aku selalu nyaman didekatnya.
Aku pun membalas dengan mengeratkan tanganku di punggung nya.
Kamu mau minum apa vid, tanya ku untuk menyembunyikan rasa tegang di hatiku.
__ADS_1
Apa saja yank, kata nya singkat...
sambil duduk di sofa...
Aku meletakkan air dingin dimeja .... minum Vid kata ku lirih, yang justru membuat David curiga atas sikapku.
Yank....ada apa....
Gak ada apa - apa kataku...
Jangan bohongi aku yank, kamu gak bisa menyembunyikan nya dari ku kata David seperti menginterogasi ku.
Aku menghela nafas berat ku.... dan menundukkan kepala ku, gak tahu mau memulai dari mana...
David menarik telapak tanganku dan memegangnya dengan lembut,
Bilang yank..... jangan diam....
Aku tidak kuat dan langsung memeluk David sambil menangis.....
David hanya bisa diam sambil merengkuh tubuhku dan memelukku erat sambil mengusap punggungku.
Menangis lah sepuas mu yank, kalau itu bisa membuat kamu lega....kata david lirih ditelinga ku.
Sesekali aku memukul pelan bahu David sebagai bentuk luapan emosi dan kesedihan ku, aku tahu bahwa perlahan bahu ini akan menghilang dari kehidupan ku dan akan digantikan oleh bahu yang lain.
Aku tidak tahu lagi kepada siapa aku akan menyandarkan beban ku di hari esok, padahal selama ini tubuh yang aku peluk inilah yang rela memberikan semua kenyamanan kepadaku.
Lama aku menangis hingga lelah mata dan tubuhku, energi ku seperti terkuras dan membuat ragaku lemas tak bertenaga, tenggorokan ku terasa kering sekering Padang belantara.
__ADS_1
Perlahan aku melepaskan pelukan ku dari tubuh David, dan aku melihat wajahnya yang teduh tapi penuh dengan pertanyaan.
Yank....lirihnya kepadaku, sambil menangkup wajahku dan mendekatkannya ke wajahnya sehingga kening kamu saling menempel.
Nafas kami saling bertukar karena posisi wajah kami yang sangat dekat.
Cup
Cup
David memberikan kecupan lembut di bibirku,
Aku diam bahkan aku memejamkan mataku, aku berusaha kuat dan berusaha tak melihat wajah tenang yang menemani hari - hari ku selama ini.
Aku harus bagaikan ya Tuhan, batinku...
Aku tidak mau menyakiti hati nya....
Tolonglah aku berikanlah aku kekuatan untuk menyampaikan perjodohan ini kepada David.
Aku putuskan untuk berbicara kepada David
Vid, kataku sambil menggenggam tangannya
Aku mau bicara sama kamu tapi tolong jangan sela apa yang aku sampaikan..... kataku pelan kepada David....
Dia mengangguk angguk tanda mengerti....
AWAS SAY NOVEL INI ADA UNSUR KISAH NYATA NYA YA....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA
🙏🙏🙏