BERONDONG SETIA KU

BERONDONG SETIA KU
Pengakuan


__ADS_3

Aku berpamitan kepada Winda dan tak lupa juga Winda memelukku....


Jangan sedih say, aku selalu ada buat kamu..


Hadapi semua dengan bijak, ingat ada Jeri yang membutuhkan mu....


Kalau ada apa - apa hubungi aku ya, kata Winda....


Tx ya win.... aku kembali memeluknya erat.


Aku pulang dengan lemas, aku tidak tahu harus mengambil keputusan apa nantinya... bahkan aku tidak tahu bagaimana reaksiku kalau ketemu dengan Dimas dirumah.


Mami.....mami....teriak Jeri yang masih ada digendongan mbok Sumi...


Uh....anak mami ganteng, sini sama mami...


sambil mengambil Jeri dari gendongan mbok Sumi, terima kasih ya mbok....


Dimas sudah pulang mbok, tanyaku...


Belum buk, pak Dimas belum pulang....


O....jawabku singkat


sambil menggendong jeri menuju ke kamarku.

__ADS_1


Aku membersihkan diri dan menidurkan Jeri dikamarnya yang pintunya tembus dengan kamarku, setelah itu aku keluar dari kamar dan menuju ke dapur membuat kopi untuk menenangkan pikiranku.


Aku duduk di sofa ruang keluarga, sengaja menunggu Dimas pulang dan tidak akan menunda untuk membicarakan masalah RT kami, berharap aku bisa wise dalam mengambil keputusan nantinya.


Masih dalam lamunan ku dan gejolak pikiranku, aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, aku melirik jam yang ada di dinding ternyata sudah pukul : 23.15 WIB.


Selalu pulang larut, sudah jam segini aja baru pulang.... batinku.


Tapi aku sudah menemukan jawaban dari semua kecurigaan dan kegundahan hatiku.


Mas, kataku menyapa nya yang baru masuk kedalam rumah....


Belum tidur dik katanya


Belum, sengaja nunggu mas Dimas kataku, Duduk sini mas ada yang aku mau bicarakan sama mas Dimas kataku sambil menepuk sofa ....


Mas, pernikahan kita sudah berumur 2 tahun lebih bahkan Jeri makin besar, apakah tidak ada yang mau mas akui kepada ku....


mau berapa lama disembunyikan, kata ku pelan tapi dengan kalimat yang menohok.


Maksud kamu apa dik, harus mengakui apa katanya dengan meninggikan volume suaranya...


Tidak perlu dengan otot tapi gunakan otak yang dingin, kan kamu orang ber intelek jadi tidak perlu menggunakan emosi.... kata ku


menyindir nya.

__ADS_1


Aku melihat kearah Dimas yang gelisah, dia meremas rambutnya menunjukkan frustasi dengan pertanyaan dan pernyataan ku.


Beberapa saat aku masih menunggu Dimas menjawab pertanyaan ku...


Baiklah..... Mas mengakui bahwa selama ini mas melakukan hubungan terlarang dengan seorang wanita..... Anita namanya dan mas mengontrak sebuah rumah didekat kampus untuk ditinggali Anita dan mas akhir - akhir ini sering pulang larut karena menemani Anita.


Hubungan terlarang ini terjadi sebelum menikah dengan kamu dik..... dan aku tidak bisa meninggalkan Anita karena dialah yang menemani mas selama ini, bahkan disaat mas mengalami kelainan S***, Anita lah yang setia menjadi penolong....


Penolong atau pemuas, sahutku .....


Dimas diam sesaat dan melihatku dengan tatapan sedih dan heran, aku berusaha tegar untuk mendengarkan semua ceritanya.


Kenapa waktu kita dijodohkan mas Dimas tidak menolak atau setidaknya mengakui kalau ada Anita waktu itu, kataku


Mas tidak bisa menolak permintaan papa dik..


Tapi dengan melakukan hubungan terlarang sampai hari ini bukankah itu justru menyakiti aku dan Jeri..... kataku dengan menahan emosi.


Mas tahu mas salah, mas minta maaf dik....katanya sambil berlutut di depanku dan menangis.....


Harusnya kamu berobat bukan melanjutkan hubungan terlarang ini, harusnya kamu ceritakan semua penderitaan mu kepada istri mu ini......


Aku seperti orang bodoh mas, yang kamu tipu selama bertahun - tahun. Orang diluar sana lebih tahu siapa kamu tapi aku istrimu malah tidak tahu apa - apa.


Kamu anggap aku apa selama ini mas, kata ku lirih....dan hampir saja aku menangis dan menjerit karena beratnya beban yang sedang aku pikul.... tapi aku berusaha menahannya.

__ADS_1


Maaf dik, maafkan mas....kata suamiku sambil memohon kepadaku.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2