
Sudah 7 bukan sejak Dimas meninggal, aku sudah bisa melewati masa suram ku, dan sekarang....
Aku berangkat menuju ke bandara dengan diantar sopir yayasan,
Menempuh durasi waktu kurang lebih 3 jam an aku harus memanfaatkan waktu di pesawat dengan menyempurnakan materi perkuliahan,
Aku tidak menyangka bahwa perjalanan karierku sudah sampai pada titik ini. Antara bangga dan senang melebur menjadi satu.
Sesampai di bandara aku dijemput dari pihak kampus, dan ada 2 mahasiswa yang mengenakan jas almamater dengan memegang kertas bertuliskan namaku,
Aku tersenyum dan mendekati mereka....
Hallo, selamat siang .... sapaku
Bu Cindy ya...kata mahasiswa yang memperkenalkan dirinya kepada ku ...
Saya Abram Bu dan ini teman saya Richard, ...
Salam kenal juga.....
Mari Bu saya bantu bawa tas nya kata Abram, dan aku menyerahkan travel bag ku kepadanya.
__ADS_1
Kami berjalan bersama menuju ke tempat parkir mobil dan mereka membawaku menginap di Hotel DC.
Bu, ini kunci kamar ibu dan kami akan menjemput ibu besok pagi, kami akan menunggu di loby hotel kata Richard kepadaku
Ok, Abram dan Richard terima kasih banyak ya sudah menjemput ibu, kataku
Sama - sama Bu, kami pamit dulu....
Aku tersenyum kepada mereka, dan menyeret travel bag ku ke arah lift dan atas petunjuk resepsionis hotel kamar ku berada di lantai 7. Aku pun langsung masuk ke dalam lift dan memencet tombol angka 7, dan mencari kamar no 220 dan posisi kamar yang aku cari berada paling ujung.
Aku masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang empuk dan nyaman ini.
Aku menikmati waktu beberapa hari ini di kota ini, hampir 2 jam aku terlelap dan rasanya badan ku sudah enak dan tidak capek lagi, aku mandi dan bersiap turun untuk makan malam.
Aku melangkah turun ke resto hotel dan memesan makanan khas kota S ini, dan sambil menunggu aku telp kak Jordan menanyakan kabar Jeri, dan ternyata mereka ( Kak Jordan, Winda dan Jeri ) sedang jalan - jalan di area bermain anak - anak di sebuah Mall di kota Y; aku mengakhirinya sambungan telp ku dan bertepatan dengan pesanan makanan ku sudah datang.
Sambil menikmati makan malam ku sendirian, aku menoleh ke arah suara orang yang sedang tertawa, aku melirik kearah meja yang berada diujung resto, ada beberapa pria yang berpenampilan rapi dan seperti nya orang - orang kaya yang lagi makan malam juga.
Tak sengaja mataku bertabrakan dengan tatapan mata salah satu pria yang ada di ujung meja, dia tersenyum manis kepadaku dan aku pun membalasnya sebagai bentuk hormat karena aku pendatang di kota ini, sesaat saja pandangan kami dan aku langsung menunduk kan kepala ku dan melanjutkan makan malam ku.
Aku tidak seberapa jelas siapa pria tersebut karena lampu resto dalam kondisi remang - remang dan tubuhnya pun tertutupi oleh teman - temannya.
__ADS_1
Selesai makan aku langsung berdiri dan menuju ke meja kasir untuk membayar, didepan meja kasir sudah ada seorang pria yang tadinya tersenyum kepadaku dan...
Kamu Cindy ya....kata nya kepadaku
Aku menatapnya dengan sangat intens dan sangat terkejut karena dia adalah...
Da....David ya...kata ku terbata - bata
Iya.... hallo sayang apa kabar mu, kata nya sambil memelukku dan mencium keningku...
Aku menangis.... didalam pelukannya, aku sudah tidak tahu lagi mau bicara apa, ada perasaan yang tidak bisa aku ungkapkan.
Semua mata bahkan memandang kami dengan heran...
Sayang.....kata David lirih dan mempererat pelukannya.
Aku masih diam dalam pelukannya.
Entah sudah berapa lama kami saling diam dalam pelukan... bahkan David pun sudah tak dan bisa bicara lagi dan hanya menciumi kening dan kepalaku berulang ulang.
Antara tugas dan pertemuan yang tidak bisa aku duga, bagaimana jalan Tuhan membawaku sejauh ini.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏🙏🙏
AWAS ADA UNSUR KISAH NYATA NYA YA, JADI JANGAN BAPER GAES