
Aku masih merasakan sakit pada seluruh tubuhku, aku benar - benar tidak berdaya dengan perlakuan Dimas diatas ranjang, dari malam sampai subuh tidak ada berhentinya.
Bahkan disaat aku sudah tidak kuat, aku hanya bisa meminta kepadanya untuk menyudahi tapi dengan santainya dia menjawab "nikmati saja" ...... huft..... aku menghembuskan nafas lelah ku.
Hari ini, kami masih dikamar hotel dan memang keluarga Dimas sengaja membooking kamar pengantin kami untuk 3 hari, bayangkan 3 hari..... aku tidak bisa memikirkan bagaimana keadaanku selama 3 hari kalau perlakuan suamiku diatas ranjang seperti tadi malam.
Aku tidak tahu pola hidup dan cara nya hidup, aku tidak tahu suamiku orang yang seperti apa.......... bahkan sudah kesekian kali aku menanyakan hal tersebut didalam benakku sendiri.
Aku membuka mataku dengan malas, dan perlahan bangun tapi masih posisi duduk diatas kasur, aku berusaha menata keadaanku yang lelah dan badan yang sakit semua..... aku ikat rambutku dan menghempaskan selimut yang menutupi tubuhku.... oh God banyak sekali tanda merah di tubuhku, aku menatap dengan sedih kondisi tubuhku.....
Aku turun perlahan sekalipun masih sakit dan aku melihat suamiku masih berada di alam mimpinya.
Aku membersihkan sekujur tubuh ku dengan pelan dan menikmati guyuran air yang keluar dari shower...... sambil memejamkan mata aku berusaha menguatkan hati dan jiwaku untuk bisa menerima dia sebagai suamiku, suami yang akan menemani hari - hari ku ke depan.
Suami yang akan memberikan kebahagiaan dan tanggung jawab nya kepada hidupku.
Suami yang akan menjadi tempat sandaran ku, dikala suka dan duka ku.
Suami yang akan melindungi dan mengayomi ku dari gangguan apapun.
Ya suamiku Dimas Joyodiningrat
Selesai mandi aku berganti baju dengan mengenakan dress warna baby blue dan menggerai rambutku dan ber-make up tipis agar tidak kelihatan pucat karena faktor kelelahan.
__ADS_1
Aku menekan angka layanan kamar dan memesan menu bukan menu sarapan karena ini sudah jam 11.00, jadi aku memesan menu makan siang plus kopi buat Dimas.
Kulangkah kan kaki ku untuk membangun kan suamiku....
Mas bangun kataku sambil menggoyangkan pelan badannya..... beberapa kali aku berusaha membangunkannya, akhirnya aku melihat dia mulai.menggerakkan badannya dan membuka matanya pelan......
Pagi dik....katanya sambil tersenyum kepadaku...
Pagi mas, ayo bangun....mandi ...kataku
Ehm.....malas bangun dik, katanya sambil menggeliat dan meregangkan otot-otot nya.
Jam berapa ini dik...
Dimas bangun tapi dengan menyandarkan kepala dan badannya di sandaran tempat tidur, dia diam sesaat sambil memperhatikan ku.....
Ada apa mas.....
Kamu sudah rapi dan cantik ..... katanya tersenyum kepadaku....
Padahal mas mau minta mandi bareng....
Aku tersenyum tipis dengan perkataan Dimas.
__ADS_1
Kamu gak capek dik.....
Sangat capek mas kataku......
Kalau capek kenapa bangun.... harusnya tidur saja sampai capeknya reda...
Nanti kan bisa tidur lagi mas kata ku sambil menyalakan TV....
Dan makan siang kami pun sudah diantar oleh layanan kamar hotel.
Kami pun makan bersama sekali pun Dimas belum mandi tapi dia cuek saja dan tetap menikmati makanan yang aku pesan.
Kamu jadi lanjutin S2 kamu..... kata Dimas disela - sela waktu makan kami
Iya mas jadi, aku juga pengen jadi dosen sepeti mas Dimas kataku ( padahal itu memang cita - citaku )
Nanti mas urus semuanya agar kamu bisa dapat beasiswa S2 ya....
Makasih mas, kata ku ..... sambil tersenyum
Iya dia Dimas suamiku.... aku taruh semua harapan besar padanya, dan aku berharap sesuai dengan rencana ku.....
Tunggu keseruannya di bab berikutnya ya...
__ADS_1
Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, like dan vote 🙏