BERONDONG SETIA KU

BERONDONG SETIA KU
Berakhir Disini


__ADS_3

Setelah semua penjelasan dan keputusan sudah disepakati dan juga di dukung oleh semua anggota keluarga, esok nya aku balik kembali ke kota Y karena masih ada banyak hal yang harus aku selesaikan.....


Pagi ini aku ke kampus karena ada kelas,


Bu..... Bu.... Cindy, panggil salah satu mahasiswi ku yang mendekati ku dengan menunjukkan wajah kuatir nya.


Iya ada apa.....


Bu bisa saya dan teman - teman menyampaikan sesuatu kepada ibu, katanya


Masalah apa ya....kata ku penuh tanya


Mari Bu, sudah ditunggu yang lain katanya sambil menggandeng tanganku menuju ke salah satu ruangan BEM... dan memang setelah aku masuk di dalam sudah menunggu beberapa perwakilan mahasiswa/i kelasku dan ada ketua BEM juga.


Mari duduk Bu...kata salah satu dari mereka


Ya, ada apa.... kok rame - rame mau ketemu ibu, kataku....kangen ya....kataku becanda


Iya Bu, kangen pake banget kata salah satu dari mereka agar suasana tidak tegang,


ya... setelah aku masuk atmosfir ruangan memang terasa tegang, aku tidak tahu apa yang akan mereka bicarakan.


Bu, saya mewakili teman - teman


mahasiswa/i turut Berbelasungkawa..... katanya pelan


A...apa... maksudnya kataku kaget


Pak Dimas meninggal Bu, kemaren dan sekarang mayatnya masih di RS. Pelita Kasih, pihak Universitas sedang mengurus semuanya, dan rencana akan disemayamkan dulu di aula kampus.


Aku diam..... aku meneteskan air mata sedih, luka, bercampur menjadi satu....

__ADS_1


Lara yang satu belum berakhir sekarang muncul lagi duka yang tidak pernah aku minta, ternyata Berakhir disini.....


Salah satu mahasiswi mendekatiku dan memelukku untuk memberikan ku kekuatan.


Bu, semua acara pemakaman sudah diatur dan urusi pihak Kampus jadi ibu tidak perlu memikirkan nya lagi, kata Aditya ketua BEM kepadaku.


Terima kasih ya..... kataku lirih


Memang akhirnya semua sudah tahu bahwa selama 1 Minggu aku cuti bertujuan untuk menyelesaikan perceraian ku dengan Dimas, berita tersebut sudah menyebar ke seluruh penjuru universitas, tapi buat aku tidak apa - apa semua tahu dan tidak ada yang perlu di tutup - tutupi.


Aku mengabari mbok Sumi dan minta agar menjaga Jeri sementara sampai urusan jenasah mas Dimas selesai dan siap disemayamkan,


Aku juga mengabari papa Joyodiningrat dan papa - mamaku, dan kakak - kakak ku mengenai meninggalnya mas Dimas, dan aku minta mereka tidak datang ke kota Y tapi aku minta mereka menyiapkan semua keperluan di kota kami, karena aku dan keluarga akan memakamkan mas Dimas di kota kami, kota kelahirannya.


Bahkan belum sampai 1 jam aku menghubungi kak Jordan yang kerja di kota S, dia sudah tiba di kampus dan mendekati aku kemudian memelukku untuk menguatkan aku,


Yang kuat dan ikhlas ya, kata kak Jordan sambil mengelus punggungku dan mencium kepalaku.


Kak.... ternyata berakhir dengan cara seperti ini perjalanan kami, kataku lirih....


Semua sudah dalam rencana Tuhan, jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi, semua manusia pada akhirnya akan menghadap Sang Pencipta, tidak tahu kapan waktunya dan tidak tahu juga bagaimana caranya DIA memanggil kita pulang ke Surga.


kata kak Jordan kepadaku.


Aku hanya mengangguk dan menggenggam tangan kakakku....


Akhirnya ambulance yang membawa tubuh dingin mas Dimas dari RS memasuki area aula, anak - anak mahasiswa membantu mengangkat dan membaringkan di tengah aula yang sudah disiapkan.


Aku mendekati peti kayu yang didalamnya ada jasad suamiku....


aku melihatnya; terlihat jelas wajahnya penuh luka dan terlihat sangat pucat....

__ADS_1


Aku elus pipinya dan aku katakan sesuatu kepadanya...


Selamat jalan...


Sekalipun kamu pernah menorehkan luka dihati dan hidupku tapi kamu juga pernah memberikan rasa manis di hidupku...


Terima kasih banyak atas semuanya....


Tenang dan damai bersamaNya.....kataku pelan.


Semua sudah berakhir disini....


akan aku tinggalkan dan ku tutup semua lembaran kenangan yang terindah dan kenangan buruk itu disini, batinku.


Aku melihat anak kecil berjalan masuk ke dalam aula, kak Jordan menyusulnya dan menggendongnya untuk didekatkan di dekat peti jenasah papanya,


Semua yang ada di aula langsung menangis melihat seorang anak kecil yang sudah tidak lagi memiliki ayah.


Mam....kata Jeri lirih..


Iya sayang, .... kataku sambil mengelus pipinya dan menciumnya pelan


Kenapa papi tidur disitu mam katanya


Aku mencoba menjelaskan kepada Jeri, bahwa papi nya sudah tidak bisa bersama - sama lagi untuk menemani Jeri, sebab Tuhan lebih sayang dengan memanggil papi nya ke surga,


Jeri yang tidak seberapa paham hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


part ini sedikit panjang karena penulisnya baper poll....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2