
Akhirnya kami bertunangan dan hanya dihadiri keluarga dekat saja,
Cerita pertunangan di Skip ya .... biar cepat 😁
Kami menyiapkan semua keperluan pernikahan dan rencana acara pestanya akan diselenggarakan di hall hotel di kota ku.
Karena relasi papa mertuaku memang banyak dan orang - orang yang berpengaruh, begitu juga dengan relasi papaku.
Aku sudah ambil cuti kuliah 1 bulan, karena repot kalau bolak balik terus, dan sebelum pulang aku sudah janjian sama mas Dimas untuk menunggunya di kos ku, karena arah pulang kalau dari kota Y ke kota S searah.
Dik...dik...Cindy kata Dimas sambil mengetok pintu kamarku.
Ceklek aku membukakan pintu dan mempersilahkan dia masuk.
Tiba - tiba dia memelukku dari belakang dan mencium ceruk leherku,
Aku yang tidak siap sangat terkejut dengan perlakuan nya.
Agh....ehmmmm.... mas geli mas kata ku sambil melepaskan tangannya yang masih setia melingkar di pinggangku.
Sebentar dik, mas mau.....katanya penuh hasrat...
Gak mas, gak boleh gini akh.....agh.....mas....kataku karena bibirku sudah dibungkam oleh bibir nya Dimas,
dan tanpa basa basi Dimas me****t bibirku dengan panas, aku berusaha menghindar dengan menggelengkan kepalaku kekanan dan kekiri.
Justru makin aku menolaknya makin dia menyerang ku dengan sedikit memaksa.
Su...dah....mas kataku sambil menahan dadanya agar melepaskan ciuman nya...
__ADS_1
Akhirnya dia melepaskan ciumannya dengan nafas yang menderu dan seolah tidak rela aku menolaknya.
Dik....kenapa dihentikan...kata nya dengan suara yang serak karena menahan hasratnya,
Sudah mas, kita siap - siap pulang kataku....
tetapi belum sempat aku melangkah dia menarik tanganku dan mengarahkan tanganku di balik celananya yang sudah meng***s karena nafsu dan gairahnya yang belum tuntas.
Aku sangat terkejut dan melotot kearah Dimas,
Mas....teriakku...
Dik tolong mas dik, mas sudah gak bisa nahan katanya memohon dengan wajah sendu.
Tidak....kataku sambil menarik tanganku ....dan menghempaskan tangan Dimas.
Akhirnya kami sudah berada didalam mobil dan Dimas melajukan mobilnya dengan sedikit kencang karena menahan kejengkelan yang sudah tersimpan di dadanya karena peristiwa dikamar kos tadi.
Aku tidak tahu laki - laki sepeti apa yang akan menjadi suamiku ini nanti...batinku.
Aku buta tentang karakter dan atitude nya sekalipun dia seorang dosen.
Perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami lewati dengan berakhir di rumah ku, dan kami disambut oleh mama yang sudah ada didepan pintu...
Ayo masuk sayang mama sudah menyiapkan makan buat kalian,
Iya ma, makasih kataku
Kami pun makan bersama dan masih dalam diam.... dan selesai makan Dimas duduk diruang keluarga
__ADS_1
Mas mau dibuatin kopi...tawar ku kepada Dimas
iya mau dik, sahutnya..
Tak lama aku mendekati Dimas sambil meletakkan gelas kopi di atas meja,
Ini kopinya mas....
ehm....sahutnya malas
Aku duduk disebelah nya dan memegang tangan nya dengan pelan,
Mas, maaf ya alangkah lebih baik kalau kita melakukannya setelah halal, kataku pelan agar dia tidak marah lagi.
Dia menatapku dan tersenyum...
Iya dik, mas yang harusnya minta maaf karena sudah lancang dan memperlakukan mu dengan tdiak sopan katanya.
Iya, aku anggap mas sedang khilaf kataku sambil tersenyum.
Ya Tuhan siapa manusia didepan ku ini....
Tunjukkan sikap aslinya padaku ya Tuhan,
Sekalipun aku meminta tetap saja harus aku lewati perjodohan ini batinku...
AWASI DALAM MEMBACA NOVEL INI KARENA MENGANDUNG UNSUR KISAH NYATA NYA.....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏
__ADS_1