
Pukul 10.00 terdrngar suara mobil masuk halaman rumah, papa segera keluar dan menyambut Om Joyo dan Dimas.
Ayo masuk mas, wah lama gak ketemu kami jadi kangen mas.
mereka berpelukan melepas rindu sebagai sahabat.
Iya dik,....kata om Joyo
kenalkan ini Dimas....
Dimas ini om Kristian dan Tante Fransiska...
Dimas om...
Dimas Tante, sambil mencium tangan mereka berdua secara bergantian.
Wah...Dimas sudah dewasa dan ganteng ya, lama sekali gak ketemu, kalau ketemu dijalan pasti aku gak mengenali kalau Dimas adalah putra mu mas....kata papa, sambil mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
Mama mempersilahkan mereka dan menyuguhkan aneka kue dan minuman buat om Joyo dan Dimas.
Mana putri mu dik, kata om Joyo kepada papa
Sebentar mas, ma...tolong panggilkan Cindy pinta papa.
Mama tersenyum dan berdiri untuk memanggil ku yang masih dikamar,
Cindy ayo keluar nak, mereka sudah datang...
Kamu sudah ditunggu....kata mama...
Mam....gak ada kah cara lain selain menjodohkan aku sama Dimas ma... pinta ku sendu.
Sudah keputusan papa kamu cin, tidak ada salahnya juga kamu menerima Dimas...
dia juga pria yang baik, percaya sama papa dan mama...
__ADS_1
Aku tahu Dimas pria yang baik mam, tapi masalahnya cindy tidak cinta mam....
Belum cinta bukan tidak cinta, nanti cinta akan tumbuh sesudah seringnya kalian bertemu dan menjalin hubungan, kata mama menjelaskan padaku...
Aku melangkahkan kaki ku mengikuti mama menuju ke ruang keluarga bertemu dengan om Joyo dan Dimas.
Ketika aku sampai di ruang keluarga semua mata memandangku,
Selamat pagi om....sapa ku sambil mencium tangan om Joyo dan cipika cipiki...
Wah.... Cindy cantik sekali...kata om Joyo tersenyum.
Terima kasih om, kataku
Cindy ....kenalkan ini Dimas putra om ...
Aku melihat ke arah Dimas dan pandangan kami bertemu dan aku langsung menyapa dan menjabat tangannya, dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan ku ...sambil tersenyum manis.
Memang manis senyumnya, tinggi - gagah dan tampan, penuh wibawa.....pasti banyak wanita yang mengidolakan nya batinku.
Kami manut sama mas Joyo saja kata papa
Kalau begitu bagaimana kalau acara pertunangan kita laksanakan Minggu depan dan pernikahan kita selenggarakan 1 bulan dari pertunangan, kata om Joyo mantap.
Baik mas, kami setuju dengan rencana mas Joyo sahut papa...
Aku terkejut dan tak bisa bicara apa - apa, tiba - tiba Dimas membuka suara...
Pah, om Kristian dan Tante boleh saya sama Cindy bicara berdua....
O...silahkan nak Dimas kata papa...
Cindy ayo nak, ajak nak Dimas ke halaman belakang, kata mama....
Aku mengangguk tersenyum dan melangkah ke taman belakang... diikuti Dimas.
__ADS_1
Kami berdua akhirnya duduk di kursi taman dan saling berhadapan...
Maaf ya dik.....kata Dimas membuka pembicaraan
Maaf untuk apa .....kata ku sedikit ketus
Perjodohan ini, kata Dimas
mas juga baru tahu 3 hari yang lalu.
Aku diam tak menjawab perkataan Dimas, aku masih bingung harus bagaimana dengan perjodohan ini.
Kamu sudah punya pacar dik, kata Dimas yang membuat ku harus mengangkat kepalaku untuk melihat Dimas.
Sudah, teman satu kampus...
namanya David, kataku sedih
Dimas juga bingung mau menjawab nya...
Terus apa yang akan kamu lakukan dengan pacar mu dik,
Seperti kata papa, aku disuruh memutuskan dan menyudahi hubungan kami...
Maaf ya dik, kamu harus menjadi korban atas perjodohan ini kata Dimas.
Jadi kamu menyetujui perjodohan ini....
Aku mengangguk berat sambil meneteskan air mata kesedihan.....
Pertemuan yang melukai hatiku 😭😭
AWAS NOVEL INI ADA UNSUR KISAH NYATA NYA,,.......
JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN LIKE
__ADS_1