
Kami sekarang sudah menetap di kota Y dan aku juga sudah mulai mengikuti kuliah S2 ku di Universitas yang sama dengan suamiku mengajar.
Kadang berangkat bersama bila matkul ku pagi, dan para dosen juga Staff sudah tahu kalau aku istri Dimas, tapii untuk kalangan mahasiswa/i pernikahan kami memang tidak terexpose.
Hubungan kami sebenarnya wajar sebagai pasangan suami-istri, tetapi yang membuat aku bertanya adalah saat kami melakukan hubungan ranjang, ataukah aku yang terlalu naif dan tidak berpengalaman atau Dimas yang terlalu kuat atau apanya ya.....
Seperti hari ini, ketika aku pulang kuliah dan dia sudah ada di rumah, tiba - tiba dia menyerang ku dengan cumbuan yang sedikit kasar, bahkan dia dengan gercep membuka semua pakaian yang melekat di tubuhku.
Aku yang masih terkejut hanya bisa pasrah dengan perlakuannya, dia mengangkat ku dan merebahkan ku di sofa ruang keluarga dan belum pernah kami melakukan nya selain di dalam kamar.
memang dirumah ada kami berdua, mbok Sumi dan Pak Mian, mereka suami istri.
Kalau sore mereka sudah ada dirumah belakang, kecuali kalau kami butuh sesuatu maka kami akan memanggilnya.
Jadi suamiku tahu kalau di rumah utama tidak ada orang jadi dia bebas melakukan apa saja.
__ADS_1
Mungkin bagi kebanyakan orang hal ini wajar karena kami suami istri tetapi aku sebagai istri sangat peka ada yang tidak beres dengan suamiku, tapi aku belum bisa membuktikan nya ---- masih terlalu dini kalau aku menuduh nya yang tidak elok.
Dia mencium ku dengan penuh hasrat yang dalam tanpa memberikan aku kesempatan untuk minum atau sekedar berganti baju, setiap melihat ku pasti ujung - ujungnya adalah ranjang, dan tidak bisa di cegah atau di tolak.
Seluruh tubuhku rasanya sudah penuh dengan bekas slavina nya, tak sejengkal pun tubuhku di biarkan nya... semuanya dirasakan dan dinikmati nya.
Sampai klimaksnya dia sudah siap memasuki ku dan terus memaju mundurkan gerakannya diatas ku dan semakin lama ritme nya semakin cepat sehingga membuat kami sama - sama pelepasan dan jangan heran ini baru awal katanya.... masih ada ronde - ronde berikutnya yang harus di selesaikan.
Kuwalahan, capek, pegal dan ngilu sudah menjadi makanan ku, jadi tidak perlu aku mengeluh tentang suamiku, sudah aku bilang dulu bahwa ini adalah salah satu konsekuensi dari keputusan yang aku ambil ketika menerima perjodohan dengan Dimas.
Pukul : 20.00
Aku melihat suamiku sudah memejamkan mata ini kesempatan buat aku membersihkan diri dan makan, sejak pulang dari kampus aku belum makan sama sekali.
Aku biarkan suamiku tidur, akan lebih aman tidak membangunkan nya.
__ADS_1
Aku menikmati makanan yang dimasak oleh mbok Sumi disela - sela aku menikmati makan malam ku, tiba - tiba ada yang memelukku dari belakang ...siapa lagi kalau bukan suamiku.
Makan mas, tawar ku kepadanya...
Aku masih mau memakan kamu dik katanya
singkat sambil menciumi ku, dan aku biarkan saja dari pada bertengkar, karena aku tidak suka pertengkaran jadi cari aman saja.
Di saat aku masih menikmati makanan ku suamiku terus menciumi ku di segala tempat dan tangannya terus bergerilya meraba dan meremas dua aset ku, akhirnya aku menyudahi acara makan ku dan membiarkan perlengkapan makan masih ada di meja.
Karena suamiku sudah mengangkat ku dan merebahkan ku di sofa dan menaikkan daster yang aku kenakan kemudian dengan cepat menarik celdam ku dan bisa dibayangkan apa yang terjadi setelah itu.....
Sampai Pukul 11.00 akhirnya kami menuju ke kamar dan berisitirahat ....
Suamiku .....aku akan mencari tahu apa yang terjadi dengan dirimu.... kalau masih ada kesempatan untuk diperbaiki maka aku akan membantunya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏