Bertukar Kehidupan Dengan Vampir

Bertukar Kehidupan Dengan Vampir
Chapter 9 pedang pembasmi Vampir


__ADS_3

Setelah Ciel pergi, Lilly mencoba bermain main menggunakan pedang pembasmi vampir yang ia ambil dari Anderson.


"aku jadi penasaran.., apakah benar kalau aku tertebas pedang ini maka lukanya tidak akan teregenerasi dengan cepat?"ucap Lilly sambil memandangi pedang pembasmi vampir tersebut.


Lilly menjadi penasaran, seberapa kuat sih efek yang diberikan pedang yang ada di tangannya itu?.


"baiklah aku akan mencoba menggores telapak tanganku sedikit..,"ucap Lilly


Lilly meletakan bilah pedangnya di atas telapak tangan kirinya.


Lilly menggerakan pedang tersebut dengan pelan-


namun Lilly tidak menyangka kalau pedang pembasmi vampir begitu tajam dan telapak tangan Lilly terluka cukup dalam.


"aduh..., bodoh sekali aku malah mencoba hal seperti ini..., sekarang aku harus bagaimana?, lukanya tidak kau berege--"


ucapan Lilly terpotong karena keluar aura berwarna merah yang keluar dari bekas darah yang menempel di bilah pedang yang tadi menusuk telapak tangan Lilly.


"Eh..?, apa ini?! darah yang menempel di pedangnya kok menguap?!"teriak Lilly


Pedang pembasmi vampir menyerap darah Lilly yang menempel di bilahnya.


Karena merasa ada yang aneh Lilly meletakan pedangnya di lantai dan Lilly mundur secara perlahan.


'ba-barusan itu apa?!'batin Lilly syok


'lupakan..!, aku harus fokus ke regeneras-'batin Lilly terpotong karena lukanya sudah sembuh tanpa ia sadari


"eh..?, kok--!"


Lilly terkejut karena di kondisinya saat ini untuk beregenerasi saja ia harus fokus untuk menggunakan kekuatan spiritual nya yang tersisa tapi kali ini ia bisa beregenerasi dengan cepat sama seperti saat ia pertama kali datang ke dunia ini.


karena hal itu, Lilly jadi terlalu over thinking dan ia berfikir kalau kekuatannya sudah mulai kembali, walau pun terlihat jelas kalau rambutnya masih berwarna hitam.


"apakah kekuatanku sudah kembali?!, baiklah! aku akan mencoba menggunakan sihir kutukan andalanku!"Girang Lilly


"Tapi..., siapa yang harus kujadikan kelinci percobaan ya?"


*krik krik


secara kebetulan ada seekor jangkrik yang lewat di depan Lilly.


senyum jahat bak psikopet menyeringai di wajah Lilly.


"hehehe, ada jangkrik"ucap Lilly


Lilly langsung merapal sihir kutukan tingkat menengah untuk mengetahui kalau kekuatannya sudah kembali atau belum.


"imperio ver flucht"


Lilly merapal mantra yang bisa menjebak seseorang didalam dunia mimpi miliknya Lilly juga bisa mengendalikan mimpi tersebut sesuka hatinya dan ia bisa membunuh korban lewat mimpi tersebut, dan ia mengarah sihir itu kepada si jangrik yang malang.


namun bukannya jangkrik itu terperangkap di dunia mimpi, Lilly malah menjadi lemas karena mantra yang ia rapalkan tidak sepadan dengan kekuatan spiritual yang ia miliki.


dengan kata lain Lilly belum mendapatkan kekuatannya kembali, lalu karena Lilly merapal sihir kutukan tingkat menengah kini kekuatannya terkuras habis dan sihir yang ia rapalkan gagal karena ia tidak memiliki kekuatan yang cukup.


"Ba-badanku lemas sekali..., pandanganku...., ju..ga.., menjadi bu..ram..,"


*brug


Lilly pinsan dan tergeletak lemas karena ia kehabisan kekuatan spiritual nya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Later


hari sudah malam dan Lilly mulai sadar dari pinsannya.


"Hmmm? apakah sudah malam? apa yang terjadi? kenapa lantainya jadi empuk?"Lilly mengucek ucek matanya sembari merestart otaknya.


"Eeh..? Ciel..? kamu kok masih disini?"ucap Lilly yang melihat sesosok pria yang terlihat sepantaran dengan dirinya, sosok pria tersebut tidak terlihat jelas karena mata Lilly masih sedikit buram.


"tuan.., akhirnya anda tersadar..,"pria tersebut terlihat mengkhawatirkan Lilly tapi ekspresi wajahnya datar.


"saya sudah menggotong anda kekasur saat anda pinsan bukankah aku cukup baik?"ucap pria itu


saat penglihatan Lilly sudah normal ia terkejut saat melihat pria yant ada di depannya.


"ya...saya memang bukan Ciel"saut pria muda tersebut dengan muka datar yang terkesan menggemaskan.


'a-anak ini.., aku tidak tau dia siapa tapi..., dia cukup imut' batin Lilly yang mukanya sedikit memerah.


"lalu kamu siapa"karena merasa canggung Lilly menghindari kontak mata secara langsung dan membuang pandangannya saat bertanya.


"tuan lupa? kita kan baru saja membuat kontrak siang tadi?"ucap pria muda tersebut sambil sedikit memiringkan kepalanya.


"Hah? kapan?"ucap Lilly dengan raut wajah bingung


"aku itu pedang mu"ucap pria tersebut sambil menunjuk Lilly dengan ekspresi datar yang sama.


"ha? pedang yang mana--"


Lilly menyadari sesuatu.


"jangan bilang kamu.., pedang pembasmi vampir!?"ucap Lilly


"Iya benar"


'lah?! kapan?! aku tidak pernah tuh membuat kontrak??'batin Lilly


"tapi sejak kapan aku membuat kontrak denganmu?"tanya Lilly


"saat tuan menggores tangan tuan dengan menggunakan diriku yang masih berwujud pedang, lalu darah tuan mengalir di bilah pedangnya, karena aku sedikit tertarik dengan tuan, akupun melakukan kontrak darah"penjelasan pria muda tersebut.


"hah? hanya sedikit katamu?"ucap Lilly sambil memasang raut wajah emosi.


Pria tadi hanya menganggukan kepala beberapa kali.


melihat sikapnya itu, Lilly yang tadinya merasa canggung kini sedikit kesal karena menurut pria didepannya ia hanya sedikit tertarik, iya itu benar Lilly marah karena dia hanya SEDIKIT tertarik kepadanya.


'hah.., sedikit tertarik...., Tapi itu memang pantas sih memangnya apa yang menarik dari Vampir lemah sepertiku?' batin Lilly tidak jadi marah karena ia sadar akan kenyataan.


"tapi bukannya kamu menjalin kontrak dengan Anderson?" Lilly yang mencoba meredam kekesalannya pun mengajukan pertanyaan.


"Aku tidak tertarik dengan manusia, mereka makhluk lemah"ucap pria muda tadi dengan entengnya.

__ADS_1


Lilly menyipitkan matanya(-_-) dan membatin


'oh.., oke.., kenapa aku nanya soal ini ya sudah pasti jawabannya akan seperti ini'


"karena tuan sudah melakukan kontrak darah denganku tuan harus melakukan sesuatu untuk ku" ucap pria muda itu dengan tatapan yang menyeramkan seakan akan ia sedang meminta tumbal.


"A-apa itu?"


'jangan bilang dia meminta semacam pengorbanan'


"beri aku nama" ucap pria muda tersebut.


*plak!


Lilly pun menepuk jidadnya sendiri dan berkata


"kalau ingin mengatakan hal seperti itu, tolong jangan menggunakan ekspresi wajah yang menyeramkan"


"?"dia bingung dengan reaksi tuannya.


"tolong beri aku nama tuan" ucap pria itu ke dua kalinya.


"iya iya tidak perlu bilang dua kali kok"ucap Lilly


"nama yang cocok buat mu apa ya? mata mu merah sama seperti warna pedangnya, dan wajahmu..., se-sedikit i-imut dan ta-tampan" ucap Lilly yang malu mengakui ketampanan wajahnya.


"bagaimana kalau Will?"ucap Lilly


"baiklah semoga saja aku mengingatnya"ucap Will dengan nada mengejek dan judes.


'di-dia membuat darah tinggiku kumat!💢'batin Lilly,


Lilly kesal dan muncul beberapa otot di jidat Lilly.


tapi rasa kesalnya teralihkan dengan satu pertanyaan yang muncul dibenaknya.


pedang yang bisa berubah wujud dan bisa membentuk kontrak adalah pedang yang bisa dibilang sangat langka dan juga biasanya pedang seperti ini tidak diketahui asal muasalnya.


"hey Will"panggil Lilly


"iya tuan?"jawab Will


"Dari mana asalmu? apakah kamu pernah dipakai oleh leluhur leluhur vampir dimasa lalu?"tanya Lilly


Will diam tertegun saat mendengar pertanyaan Lilly, ia seperti enggan menjawab pertanyaan dari Lilly.


"hey? kenapa diam?"Lilly pun merasa heran dengan Will karena tadi dia sangat berisik sekarang ia malah diam


Will berjalan ke arah luar sarang.


'dia kenapa?'Lilly pun mengikuti Will


setelah di luar Will memberikan sebuah kunci kepada Lilly.


"eh? apa ini..?"tanya Lilly


"bukannya kalau ingin ke perpustakaan saat malam hari tuan membutuhkan kunci untuk masuk?"ucap Will sambil memandang ke arah Lilly.


Lilly baru ingat kalau dia harus pergi ke perpustakaan kota.


"Wah!! benar juga!! aku harus mencari jubah warna hitam untuk menyembunyikan identitasku!"ucap Lilly yang langsung pergi ke dalam sarang Ciel dan melupakan pertanyaan yang ia tanyakan ke Will.


Will sudah berencana mengalihkan perhatian Lilly supaya tidak memberikan pertanyaan yang seperti tadi lagi, Will juga sudah menduga duga kalau hal ini akan terjadi, dan dia pun pergi ke perpustakaan kota saat siang hari dan menduplikat kunci masuk ke perpustakaan.


Sebenarnya Will adalah pedang yang pernah digunakan oleh raja vampir ke dua yang dulu mati dibunuh oleh vlad alias raja vampir yang sekarang.


Will terlempar dan ia tersembunyi selama seribu tahun lebih dan ia ditemukan oleh manusia yang semua keturunannya adalah pemburu vampir.


selama beberapa masa dirinya di wariskan secara turun temurun dan sampailah saat dirinya diwariskan ke Anderson.


setelah Anderson mewarisi pedang pemburu vampir(Will) selama 4 tahun, kini Will berada di tangan vampir yang menurutnya cukup menarik karena Will merasakan kebencian besar Lilly terhadap raja vampir yang sekarang, Will pun tertarik dan menjalin kontrak dengan Lilly.


________________________________________________________


Di episode selanjutnya aku bakalan nunjukin Visual dari karakter karakter di novel ini ya.


tapi maaf kalau visualnya gk sesuai soalnya agak susan nyarinya.

__ADS_1


__ADS_2