Bertukar Kehidupan Dengan Vampir

Bertukar Kehidupan Dengan Vampir
Chapter 14


__ADS_3

#Lilly POV


Setelah memerintahkan Ciel untuk mengambil ramuan tingkat atas di kastil keluarga Bloodfallen, Lilly melanjutkan meminum darah suci, supaya ia bisa bertambah kuat.


_______________________________________________


secara perlahan darah dari gadis yang di minum oleh Lilly mulai habis, dan tubuh dari gadis tersebut mulai keriput.


"Ah~," Lilly yang sudah merasa puas meminum darah.


"Will ubah wujudmu menjadi manusia, dan buang mayat ini sejauh mungkin"perintah Lilly


[baik tuan]


Will merubah wujudnya, lalu melaksanakan apa yang diperintahkan tuannya.


'Sebentar lagi malam hari, sepertinya aku akan berlatih semalaman untuk menguji khasiat dari darah suci' batin Lilly.


"saya pergi dulu tuan" ujar Will berpamitan kepada Lilly.


"ya," jawab Lilly dengan nada judes.


Will pun pergi.


"aku agak tidak sabar untuk menguji kekuatanku, apa aku harus berlatih di dalam sarang ini?" gumam Lilly


#Will POV


Will berjalan sejauh mungkin seperti yang diperintahkan tuannya.


'gila, ternyata seperti itu sifat asli dari tuanku!' batin Will


'sepertinya aku harus lebih sopan lagi kepadanya, kalau aku berbuat salah sedikit saja bisa gawat nanti, lagian dia kan tipe vampir yang kuat, kalau marah pasti menakutkan!' batin Will


"Hmmm..., mayatnya aku buang dimana ya?" gumam Will yang bertanya pada dirinya sendiri.


Will terus berjalan, dan pada akhirnya ia menemukan sebuah lubang yang sangat dalam.


"Wah bagus nih buat tempat sampah" gurau Will


Will melemparkan mayat gadis itu dengan gampangnya.


"nah beres" ucap Will sembari melakukan peregangan karena badannya sedikit pegal setelah mengangkat mayat.


"baiklah aku harus kembali!


#singkat cerita Will pun kembali ke sarang Ciel.


"saya sudah membuangnya sejauh mungkin tuan" ucap Will dengan penuh hormat kepada Lilly.


"ya..." jawab Lilly dengan judesnya.


"tuan, buku apa yang sedang anda baca ?" tanya Will

__ADS_1


Lilly menatap sinis ke Will, karena Will menanyakan hal yang pasti sudah ia tau.


"Bukannya kamu pasti sudah tau aku baca buku apa?" tanya Lilly


"i-iya tuan, itu buku dari perpustakaan..." jawab Will sedikit gagap


'Padahal aku hanya ingin mencairkan suasana...' batin Will


Lilly melanjutkan membaca buku dan mengabaikan Will, saat ini Lilly sedang mempelajari berbagai sihir basic.


'hmmmm..., kalau dipikir pikir, di sini hanya ada sihir basic yang berbentuk senjata tradisional, apakah tidak ada pistol atau sniper?'


'apa aku buat sendiri saja ya?'


'baiklah, aku akan berusaha! demi membunuh Vlad!' batin Lilly


"oh iya Will," panggil Lilly


"ke-kenapa tuan?" tanya Will


"apakah matahari sudah benar benar tenggelam?" tanya Lilly


"sebentar lagi tuan" jawab Will


"kalau sudah malam beri tahu aku" ucap Lilly


"baik" saut Will


#beberapa puluh menit kemudian


"baiklah..."


Lilly keluar dari sarang dan ingin mempraktikan apa yang ia pelajari dari buku.


'di buku, aku hanya perlu membayangkan nya dengan imajinasiku,'batin Lilly


Lilly membayangkan sebuah sniper, dan ia mencoba menggunakan elemen apinya, karena ia bermaksud untuk membuat sniper api dengan sihir basic.


namun Lilly gagal menciptakan sniper, karena yang keluar malah sebuah api yang berbentuk melingkar lingkar.


"ke-kenapa jadi begini?" kelopak mata Lilly seketika berkedut.


"tuan?, apa yang anda buat?" tanya Will dengan polosnya.


"makhluk seperti mu mana bisa mengerti hal seperti ini" Lilly mencoba menutupi rasa malunya dengan beralasan.


Lilly terus mencoba,mencoba, dan mencoba, lalu setelah energi spiritual nya hampir habis, dan pada akhirnya..


'aku harus berhasil, jika aku gagal lagi, energi spiritual ku akan habis!' batin Lilly


Lilly melakukan konsentrasi penuh, dan akhirnya ia berhasil membuat sebuah sniper.


"akhirnya!!" teriak Lilly

__ADS_1


"a-apa itu tuan?" tanya Will yang baru pertama kali melihat sniper.


"ini namanya sniper, jika aku menarik pelatuk ini, akan ada sebuah benda yang melesat cepat dan bisa menembus semuanya" penjelasan Lilly kepada Will.


"?" Will semakin bingung, tanda tanya memenuhi kepalanya.


"ah, kamu ini, nih aku praktekin." ucap Lilly bersemangat.


Lilly menarik pelatuknya dan


*cklik


'loh?'


*cklik


*ckilk


tidak ada satu peluru pun yang keluar saat pelatuk di tarik.


Lilly mencoba mencari alasan supaya dirinya tidak malu.


"se-sepertinya ini membutuhkan Amunisi..."


"aku akan membuat amunisinya dulu" ucap Lilly yang menahan rasa malunya.


"jangan terlalu lama tuan, anda menggunakan sihir api untuk membuat senjata aneh itu, energi spiritual anda bisa berkurang drastis" Will yang mencoba mengingatkan Lilly kalau dirinya tidak bisa bertahan lama jika terlalu lama menggunakan elemen api.


"iya, iya.." ucap Lilly yang tidak mendengarkan Will, dan malah sibuk membayangkan amunisi.


walau ia membayangkannya sebaik mungkin, bentuk api yang tercipta tidak mirip sama sekali dengan amunisi, malahan terlihat seperti batu kerikil yang diselimuti api (terbakar)


'ah!! sial! kenapa harus begini sih?!' batin Lilly


"Eee.. Will maaf ya aku harus membuat amunisinya dulu supaya senjata ini bisa digunakan, tapi masalahnya energi spiritual ku hampir habis.... hehe" Lilly yabg mencoba meredam rasa malunya


Will sedikit tersenyum karena ternyata tuannya masih bisa ceria seperti sebelumnya.


"tidak apa kok tuan"


"aku akan menunggu sampai senjata itu bisa diguna--" ucapan Will terpotong.


"Will kamu merasakannya kan?" ucap Lilly dengan tatapan kaget.


"raja vampir, sedang bertarung, sangking besar kekuatannya, energinya sampai bisa terasa dari jarak sejauh ini." ucap Will


"aku punya firasat buruk!, Will ubah wujudmu!, kita akan susul Ciel" perintah Lilly.


"baik"jawab Will


Lilly pun mengeluarkan sayapnya lalu Will mentransfer kekuatan miliknya supaya Lilly bisa terbang dengan cepat.


**Maaf ya, Author habis PAS jadi gk Up, tapi PAS nya sudah selesai, mungkin nanti aku bakalan rajin Up? (maybe) aku gk bisa janji.

__ADS_1


Tapi aku usahain bisa Up seenggaknya 1 hari sekali atau 2 hari sekali.


thanks udah membaca episode ini.😄**


__ADS_2