
'Eh?'
"Maafkan saya nona, saya terlambat menyelamatkan anda!"
teriak pria itu
setelah teriakan keras itu, suasana menjadi hening, dan hanya hembusan angin saja yang terdengar.
namun beberapa saat setelah keheningan itu, pria yang membawa terbang Clara sedikit tersenyum dan berkata
"tapi..., syukurlah ternyata anda baik baik saja"Ucap lelaki itu dengan suara lembut.
'Nona? aku? gimana gimana?'Batin Clara
Clara tetap diam dan tidak berbicara sedikit pun lebih tepatnya dia sedang mencerna situasi saat ini.
setelah dibawa terbang cukup lama mereka pun sampai di sebuah kastil yang cukup besar.
*Wushh!
suara angin yang menyusul ketika pria yang membawa Clara terbang melesat memasuki sebuah kastil, Setelah masuk kedalam kastil pria tadi langsung menunduk kan badan dan meminta maaf kepada Clara.
"Nona maafkan saya jika nona sangat marah tolong hukum saya!"Seru pria tersebut.
Clara pun semakin bingung
'hah? hukum? dia salah apa?, akhh!! aku pusing!!'batin Clara yang sudah tidak bisa berfikir
"Ka-kamu tidak melakukan kesalahan kok"Ucap Clara sambil terbata-bata
"saya bersedia untuk di huku--"
"Nona bilang apa barusan?"
"Ka-kamu tidak melakukan kesalahan"Jelas Clara sedikit terbata bata
"Apakah kepala anda terbentur?,Anda seperti orang lain saja apakah benar anda adalah Lilly Bloodfallen?!"Pria tadi kaget karena dirinya tidak dihukum, biasanya Lilly Bloodfallen akan langsung menghukum orang yang sudah membuatnya kesal.
"Hmmm"Clara hanya menjawab dengan deheman kecil.
'Lilly Bloodfallen.... kalau tidak salah mengatakan kalau namanya itu Lilly dan dia bilang kalau statu--"Batin Clara terpotong
Mata Clara membulat dan pupilnya mengecil, Clara merasakan sakit yang sangat dahsyat di kepalanya.
"Aaaaghhh!!!" teriak Clara kesakitan dan aura hitam pekat keluar dari dalam tubuh Clara dan itu membuat lingkungan disekitar menjadi sangat dingin dan mencekam, sanking kuatnya Aura itu sampai sampai memunculkan sebuah tekanan yang sangat unik.
karena hal itu pria yang tadi membawa Clara ke kastil memasang pelindung di sekitarnya untuk bertahan dari tekanan.
"Nona!"Ucap Pria itu sambil menghampiri dan mencoba menolong Clara.
"Menjauh dari ku!!"namun niat pria tersebut dihentikan oleh Clara karena Clara merasa kalau dirinya bisa saja menyakiti pria tersebut.
"Ba-baik.."
"Apakah ini efek dari sihir terkutuk?"Gumam pria tersebut.
"Aaaaghhh!!! sakit!!!"Clara hanya bisa berteriak lantasan kepalanya serasa di himpit oleh 2 batu besar.
Saat Clara sedang kesakitan tiba tiba berbagai macam panel gambar memasuki kepalanya dan entah dari mana asalnya Clara tiba tiba mendapat ingatan yang aneh.
__ADS_1
cukup lama Clara berteriak kesakitan, namun rasa sakitnya tidak kunjung mereda, bahkan Clara sempat berfikir kalau dia akan mati untuk ke dua kalinya.
setelah beberapa saat kemudian dikarenakan teriakan yang amat keras, seisi kastil langsung heboh dan para pelayan pun langsung bergegas ke lantai atas dimana itu adalah tempat Clara berada, tapi meskipun mereka berkumpul di depan pintu masuk ruangan milik Clara,tidak ada satu pun pelayan yang berani untuk mendekat dan menolong Clara karena mereka bisa mati disebabkan kekuatan Clara yang sedang membludak.
'Konsentrasi! kendalikan kekuatanmu sendiri! tenang aku harus tenang!'batin Clara yang mencoba menahan kekuatannya supaya tidak membludak.
saat Clara sedang berkonsentrasi untuk menahan kekuatannya, rasa sakit dikepalanya mulai hilang secara perlahan dan kepalanya saat ini sedang memproses ingatan ingatan baru yang di dapat Clara.
"Tuan Aamon, apa yang terjadi dengan nona Lilly?!"melihat kekuatan tuannya sudah sedikit mereda seorang pelayan muda masuk dan memasang pelindung spiritual disekitar tubuhnya untuk bertahan dari tekanan.
Nama pria yang dari tadi bersama Lilly adalah Aamon jasper, ia adalah pelayan setia Lilly Bloodfallen semenjak dulu.
"Nona Lilly! terjadi sesuatu pada--"Ucapan Aamon itu terpotong karena melihat Mata Clara yang menjadi merah menyala dan mulutnya mengeluarkan air liur seperti hewan buas yang kelaparan.
Rasa sakit kepala yang di alami Clara kini terganti oleh rasa lapar yang amat terasa, Clara mendapat ingatan kalau tubuh Lilly sudah tidak makan selama beberapa hari.
"Nona apakah anda--"Ucapan pria tadi terpotong lagi
"Tidak perlu cemas aku bisa mengendalikan diriku"Ucap clara yang sudah tidak merasakan sakit di kepala lagi, karena sakit kepala yang ia rasakan kini beralih ke rasa lapar
"Nona, silahkan ini darah segar yang baru saja diambil dari manusia yang kami sekap di penjara bawah tanah"Ucap pelayan muda yang memberikan secangkir darah segar
Clara bingung bukan main saat ini dia sangat kelaparan dan seharusnya dia membayangkan makanan yang lezat dikepalanya, namun kali ini dia malah sangat tergiur dengan secangkir darah padahal darah adalah phobia terbesarnya.
'Aku tidak ingin tapi-- aaahh!! aku tidak peduli!'Batin clara yang mencoba menahan nafsunya namun gagal karena kini Clara adalah vampir yang membutuhkan darah sebagai sumber energi.
Clara langsung menyambar cangkir itu dan meminum darah didalamnya, Clara merasa sangat puas rasa lapar yang sangat terasa kini hilang hanya dengan secangkir darah.
"Ahhh, lezatnya..."ucap Clara dengan suara pelan.
"Nona, saya akan mencuci gelasnya tolong berikan cangkir itu kepada saya"pelayan muda tadi meminta gelas yang ada di tangan Clara dan hendak mencucinya.
Tentu clara mengizinkannya dan memberikan cangkirnya kepada pelayan muda tersebut.
si pelayan berlari ke arah dapur sambil tersenyum karena baru kali ini mendapat kata terimakasih dari nona nya
'sakit kepala dan rasa laparku sudah hilang, sekarang aku harus mencerna ingatan yang baru aku dapatkan ini'batin Clara
'Aku butuh tempat sepi untuk fokus dalam hal ini'batin Clara
Saat ini Clara baru saja mendapatkan ingatan dari Lilly Bloodfallen, dan karena ingatannya sangat banyak ia sempat merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
"A-aamon"Panggil Clara sedikit ragu
"Iya nona?"jawab pria yang membawa Clara ke kastil, pria itu bernama Aamon usianya sedikit lebih muda dari Lilly
'Wah namanya beneran Aamon'batin Clara
"Aku mau sendirian"
Aamon sedikit lega karena nona nya masih baik baik saja dan kini memberikan perintah kepadanya.
"Kalian dengar kan?! Nona ingin sendirian saat ini! semuanya bubar!"Teriak Aamon yang langsung membubarkan para pelayan yang berkerumun di depan pintu masuk ruangan.
"Saya pergi dulu"Ucap Aamon sambil berjalan mengikuti para pelayan
Clara pun mulai menenangkan dirinya dan mencoba beradaptasi, karena saat ini Clara sudah mendapatkan ingatan dari Lilly Bloodfallen
"Jadi didunia ini nama ku adalah Lilly ya..."Gumam Clara
__ADS_1
"dan Lilly mati karena di buru oleh pemburu vampir dan dirinya di biarkan saja setelah mati dan entah kenapa tiba tiba ada warga desa disekitarku saat aku bangun"
'Jadi yang dia maksud soal statusnya adalah soal dia yang sering menggunakan sihir terkutuk!'Batin Clara geram
Clara menggeretakan gigi nya karena geram dengan Lilly yang tidak mau memberi tau nya lebih awal soal semua ini
"Huh dasar, untung aku sempat bangun sebelum warga desa berbuat buruk tubuh ini"Keluh Clara
"Tapi kalau dipikir pikir dia juga akan bertukar dengan kehidupan ku apakah dia akan baik baik saja ya?"Karena Clara bukanlah orang yang kejam Clara jadi cemas kepada Lilly yang bertukar kehidupan dengannya
*Plak!
Tidak ada angin tidak ada petir tiba tiba Clara menepuk pipinya dengan kedua tangannya
(Mulai dari sini nama Clara diganti jadi Lilly)
"Baiklah mulai sekarang diriku adalah Lilly dan bukan Clara di ingatan yang aku dapatkan Lilly harus bisa membangkitkan sihir kuno yang bisa merubah takdir--"Ucapan Lilly terhenti karena dia kaget sendiri dengan ingatan yang didapatnya
'Eehh?!! mengubah takdir dan mengalahkan raja vampir?!'Lilly mejerit di dalam hati
Lilly mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"Huuuuup haaaahhhhh"Lilly mengambil nafas panjang dan menghembuskannya.
"Baiklah aku harus keluar!"
Brakk!!
Lilly menendang pintu sampai pintunya copot dan
kini Lilly keluar dari ruangan tadi dan berlari menuju ke bawah untuk menemui Aamon, dan dalam waktu singkat Lilly berhasil sampai di lantai bawah.
"A-aamon"Panggil Lilly yg sedikit terengah engah
"Iya nona?"Aamon sedikit heran karena baru kali ini dirinya melihat nona nya menghampiri dirinya dengan berlari.
"Duduk disini"Perintah Lilly sambil menepuk sebuah sofa
"Ba-baik nona"Aamon mulai gemetar karena ia takut kalau nonanya akan membunuhnya
Setelah Aamon duduk Lilly pun mulai memberikan sebuah pertanyaan
"Sebutkan nama lengkap mu dan tempat asalmu"Perintah Lilly
"Nama saya Aamon jasper, saya lahir dikerajaan Wallachia "Ucap Aamon dengan penuh hormat
setelah mendengar ucapan Aamon
Lilly sedikit heran, di ingatannya Aamon adalah anak dari raja vampir tapi kenapa Aamon tetap mengikuti Lilly yang ingin membunuh raja vampir
'Ini agak aneh...., Ah!'Lilly terfikir sebuah ide
"Apa visi misi kita saat ini?"tanya Lilly
"Membangkitkan sihir kuno yang bisa mengubah takdir dan menyejahterakan seluruh kerajaan"Aamon mengatakannya tanpa beban sedikitpun
'Waaahh..., sudah kuduga gadis itu bukan gadis baik baik'Lilly yang terus berfikir kalau dirinya yang dulu bukan orang baik baik
'Sepertinya Lilly yang dulu tidak menyampaikan apa pun soal mengalahkan raja vampir kepada Aamon'Batin Lilly
__ADS_1
'Hmmmm baiklah sudah kuputuskan'Batin Lilly
"Aamon ada hal yang ingin kusampaikan kepada mu" ucap Lilly dengan tatapan serius