
#***hutan kutukan
*wush***!
hembusan angin menerpa pepohonan yang ada di hutan kutukan.
Setelah sampai di hutan kutukan, Ciel melambat kan langkahnya karena dia sudah dekat dengan rumahnya, Ciel juga merubah wujudnya menjadi manusia, supaya dia bisa lebih nyaman saat dipandang oleh tuannya.
Setelah Ciel sampai dirumahnya, ia melihat tuannya sedang bersemedi dan terlihat sangat fokus, sanking fokusnya Lilly ia tidak menyadari kalau Ciel sudah berada di depan dirinya.
"Nona Lilly?"Ciel mencoba memanggil Lilly dengan seruan kecil.
Lilly membuka matanya lalu ia melambaikan tangan nya ke atas dan kebawah menandakan ia sedang memerintahkan Ciel untuk mendekat.
Ciel pun mendekati tuannya dan memberikan darah yang sudah ia dapatkan.
"Ini nona dara--"ucapan Ciel terpotong karena Lilly menjewer telinga Ciel dengan sangat kencang.
"Adu-du-duh no-nona telinga saya sakit!, maafkan saya nona!"Ciel berteriak kesakitan, walau dia hewan spirit yang kuat kalau di hadapan Lilly. Ciel hanyalah seorang bawahan yang harus tunduk kepada diri nya.
setelah mendengar perkataan maaf Ciel, Lilly pun melepaskan jeweran mautnya, dan memandangi Ciel dengan sinis.
'A-apakah nona tau, kalau aku membunuh beberapa manusia...?,' batin Ciel
keringat dingin keluar dari tubuh Ciel, karena ia sangat takut kalau tuannya tau apa yang ia lakukan di kerajaan Greenhill.
"Ciel..,"
Suara Lilly yang memanggil nama Ciel, langsung membuat tubuh Ciel lemas dan gemetar karena ketakutan, Ciel langsung berlutut lalu menyauti perkataan Lilly.
"i-iya nona?" ucap Ciel gemetar
'Aduh!, gawat ini..!,'batin Ciel
Tatapan sinis terus menerus mengarah kepada Ciel, namun setelah beberapa saat Lilly memelototi Ciel, Lilly menghela nafas panjang
"Huuup"Lilly menghela nafas
"Lama sekali kamu! aku bersemedi supaya aku tidak lepas kendali saat kelaparan! tapi kamu malah asyik bertarung dengan seseorang!"Lilly menceramahi Ciel karena dirinya terlambat mengantarkan darah yang di inginkan Lilly, walau Lilly terlihat marah sebenarnya Lilly juga khawatir karena ia merasakan kekuatan spiritual Ciel bentrok dengan kekuatan spiritual orang lain lain.
'eh?, nona marah karena aku bertarung?, bukan karena nona tau aku membunuh manusia?'
Ekspresi Ciel berubah menjadi sedikit aneh ketika mendengar ocehan Lilly.
Lilly mengoceh terus menerus dan mencari cari kesalahan Ciel, setelah beberapa menit berlalu Lilly berhenti mengoceh dan menanyakan sesuatu.
"huuhh..."Lilly menghela nafas
"kamu bertarung dengan siapa tadi?"tanya Lilly khawatir
"de-dengan pria yang semalam..."ucap Ciel sambil berlutut dan menundukan kepalanya kebawah.
"Ooh Anderson ya?,hmmm..., jangan sampai membunuhnya ya?,karena dia bukan orang jahat,"ucap Lilly melarang Ciel untuk menyakiti Anderson.
"Tapi nona--"
Lilly memberikan tatapan tajam yang membuat mental Ciel menciut untuk membantah Lilly.
Setelah keadaan menjadi lebih tenang Lilly mengambil botol yang berisi darah dan meminumnya.
"Nikmatnya.., akhirnya rasa laparku terobati"ucap Lilly.
'untung saja aku sudah bisa mengendalikan diriku dan tidak membuat keonaran seperti di kastil, mungkin aku tidak hilang kendali karena kekuatanku tersegel..,'batin Lilly.
"ahh, segar sekali..,"
Suasana menjadi hening sejenak setelah Lilly meminum darah yang diberikan Ciel.
"Nona..?"suara Ciel memecah keheningan
"kenapa?"ucap Lilly dengan nada judes
"Saat malam tiba, maukah anda latih tanding dengan saya?,bukan bermaksud merendahkan anda yang sedang lemah tapi saya hany--"ucapan Ciel terpotong.
"iya iya aku tau kamu hanya ingin membantu ku untuk melepas segelnya kan?,tapi latih tanding bukan solusi yang tepat,"Lilly menolak ajakan latih tanding yang di minta Ciel.
"Ka-kalau begitu bagaimana kalau nona pergi ke perpustakaan kota dan mempelajari tentang segel anda?"ucap Ciel dengan niat tulus ingin membantu.
Lilly mengerutkan dahinya, kini ia sedang berfikir keras dan menggunakan otaknya.
'Sebenarnya cara melepas segel ini tidak akan ada di buku mana pun jadi sia sia saja aku pergi ke perpustakaan, tapi kalau di pikir pikir aku belum mengenal banyak soal dunia ini,'
'sepertinya aku akan ke perpustakaan untuk memperluas wawasan ku mungkin aku juga bisa mempelajari sihir sihir baru yang belum aku ketahui'Batin Lilly
__ADS_1
"baiklah, nanti antarkan aku kesana ya?"ucap Lilly
"baik nona saya akan mengantar anda saat matahari terbenam"ucap Ciel
"kalau begitu kamu istirahat dulu supaya nanti malam bisa menemaniku begadang"ucap Lilly
"saya sudah hibernasi cukup lama, saya bisa menemani anda begadang selama yang anda mau"ucap Ciel
"tetap saja kamu harus istirahat, kamu baru saja melepaskan sihir dengan energi yang cukup besar kamu juga mengarahkannya tepat kepada Anderson, pasti perlu tingkat akurasi yang tinggi"ucap Lilly
"kalau nona memerintahkan saya untuk istirahat saya akan menurutinya" Ciel yang hanya bisa patuh kepada perintah tuannya, karena ia takut kalau telinganya akan di jewer lagi.
"istirahat yang nyenyak ya"
Lilly memberikan senyuman yang amat tulus sampai
sampai membuat Ciel bingung dan heran.
'aku senang nona memberikan senyuman kepadaku tapi.., nona Lilly yang ini seperti bukan nona Lilly yang aku kenal, karena biasanya nona selalu memasang ekspresi dingin kepadaku' pikir Ciel sambil berjalan perlahan keluar dari sarang(rumah) untuk mencari tempat istirahat lain.
setelah Ciel pergi Lilly jadi ingin melakukan sesuatu soal kekuatannya yang sangat sedikit, Lilly ingin memperluas kapasitas spiritual nya sehingga dia bisa menggunakan sihir tingkat tinggi walau dia memiliki sekat di Limitnya.
Lilly akan menganggap kalau sekat dikekuatannya adalah batasan dari dirinya dengan kata lain segel yang membendung kekuatan Lilly akan dianggap sebagai titik awal kekuatannya, Lilly akan berlatih dari titik itu dan mengabaikan segel yang membendung kekuatannya.
setelah berfikir tentang kekuatannya, Lilly berteriak memanggil Ciel.
"Ciel aku ingin mengembangkan kapasitas sihirku!"ucap Lilly dengan suara keras
Ciel yang sedang berjalan santai, langsung berlari ke arah Lilly setelah mendengar teriakan tadi.
"maaf.., Tapi saya tidak mengerti nona..,?" tiga kerutan muncul di dahi Ciel karena ia bingung dengan maksud tuannya.
"ayolah masa kamu tidak tau sih.., ituloh..., yang anu.., eumm....,"ucap Lilly yang agak kesulitan untuk menjelaskan apa yang ia maksud.
Lilly sedikit kesulitan mendeskripsikan apa yang ia maksud kepada Ciel, lalu Lilly terfikir satu ide cemerlang.
"ah!,begini.., aku akan mengilustrasikannya saja,"Lilly mengeluarkan cakar tajamnya dan menggambar ilustrasi di lantai
*ilustrasi
(semoga readers paham dengan penjelasan ini:v)
------/~~~~~~~
"pastinya kamu tau kalau aku tidak bisa menggunakan kekuatanku yang tersegel bukan?"ucap Lilly
"tentu"balas Ciel serius
"aku akan memulai memperluas kapasitasku dari titik dimana segel itu berada dan aku akan menambah kekuatanku!"Lilly menggambar ilustrasi lagi dan kini ia menambah garis lurusnya.
----------------------/~~~~~~~
"jika aku memperluas kapasitasku dan aku berlatih keras dengan harapan kekuatan spiritual ku akan bertambah, aku akan tetap bisa menggunakan sihir tingkat atas dengan kekuatan ku yang baru ini walau kekuatanku yang dulu disegel"ucap Lilly
"konsepnya sama seperti kamu membangun bangunan baru di sebelah istana megah"ucapan Lilly yang terdengar aneh dan sulit dimengerti.
Ciel pun berusaha mencerna penjelasan dari tuannya yang sangat rumit itu, setelah berfikir cukup keras ia mendapat sebuah gambaran di pikirannya.
*pikiran Ciel
Ciel yang baru "ngeh" dengan apa yang dimaksud oleh tuannya pun tertawa karena penjelasan yang diberikan tuannya sedikit rumit dan aneh.
"Hey! kamu kenapa malah ketawa?!"ucap Lilly
"ma-maaf maaf.., habisnya penje--- ahahahah!"Ciel tertawa semakin keras dan itu membuat Lilly semakin kesal.
"kamu itu paham apa tidak sih?"muncul beberapa otot di wajah Lilly yang menandakan ia sedang marah.
"ma-afkan saya nona...,"ucap Ciel yang masih sedikit tersedak sedak karena ketawa.
Ciel menenangkan dirinya dan mulai serius.
"nona ingin meminum darah suci bukan?"ucap Ciel dengan raut wajah serius.
Darah suci adalah darah yang bisa memperkuat vampir secara instan namun tentu saja si pengonsumsi tetap harus berlatih giat supaya bisa mendapatkan kekuatan yang maksimal, namun darah ini hanya ada setiap 100 tahun saja dan sangat sulit untuk menemukan pemilik darah suci.
"darah suci?"
"iya, setelah anda meminum darah suci anda bisa memperluas kapasitas sihir anda"ucap Ciel
"walau tentu awalnya anda akan merasakan kekosongan yang besar pada kapasitas sihir anda yang baru" jelas Ciel
__ADS_1
"oh iya benar juga, aku baru ingat sekarang tentang darah suci...,"ucap Lilly dengan suara pelan dan mengabaikan penjelasan Ciel, karena semuanya sudah terjawab oleh ingatan Lilly dimasa lalu.
Maksud dari Ciel kalau Lilly akan merasakan kekosongan besar pada kapasitas sihirnya adalah, kapasitas spiritual Lilly yang tadinya hanya bisa menampung 7% kekuatan Lilly saja, akan bertambah luas sesudah meminum darah suci kapasitas sihir yang tadinya hanya bisa menampung 7% kekuatan saja, akan bisa menampung sekitar 75% kekuatan Lilly.
namun yang membesar hanya kapasitasnya saja kekuatan Lilly akan tetap 7% dan karena itu Lilly harus berlatih supaya kekuatannya bisa berkembang dan memenuhi kapasitas 75%.
perumpamaannya, misal ada sebuah wadah yang besarnya 7 cm dan dapat menampung sekitar 7 mili liter air, dan wadah tersebut di perbesar ukurannya menjadi 75 cm namun air yang ada di dalam wadah tadi tidak bertambah dan masih 7 mili liter, untuk menambah air diperlukan keran dan selang untuk mengalirkan air kedalam wadah.
Air(kekuatan Lilly)
wadah(kapasitas sihir)
keran/selang(latihan)
*maaf agak ribet tapi semoga kalian paham
"anda hanya perlu memerintah saya,dan saya akan langsung mencari pemilik darah suci"ucap Ciel sambil berlutut
"tapi itu sangat sulit kan?"ucap Lilly
"tenang saja nona,saya sudah mencurigai beberapa manusia yang memiliki darah suci"ucap Ciel dengan penuh percaya diri
"hmmm baiklah, kira kira kamu butuh berapa lama untuk mendapatkan darahnya?"tanya Lilly
"sekitar 4 hari, itu pun kalau aku tidak salah mencurigai orang"ucap Ciel yang memperhitungkan waktunya.
"tapi nona..,"ucapan Ciel terhenti karena Ciel sedikit ragu untuk mengatakannya
"kenapa?"
"jika ingin mendapatkan darah suci, anda sendiri yang harus membunuh pemilik darah suci tersebut dan meminum darahnya secara langsung supaya hasilnya lebih maksimal,"keringat mengalir di tubuh Ciel karena ia tau kalau tuannya saat ini sedang enggan membunuh manusia.
Lilly diam sejenak dan mempertimbangkan hal yang akan ia lakukan.
"kalau begitu temukan orangnya lalu bawa kesini, aku sendiri yang akan mengeksekusi nya"ujar Lilly.
Mendengar hal itu Ciel senang karena tuannya masih memiliki sisi kejam, dan senyum kecil terpancar dari wajah Ciel.
"oh iya dimana pedang milik Anderson yang aku suruh bawa waktu itu?"tanya Lilly yang membuat kesenangan Ciel terhenti.
"Saya menggantungnya di atas pohon lebih tepatnya di atas sarang ini supaya pedangnya lebih kuat dan tahan lama"ucap Ciel
Lilly memaklumi hal tersebut karena pedang milik Anderson adalah pedang pembasmi vampir yang harus berada di paparan sinar matahari supaya pedangnya semaki kuat dan tidak mudah rusak, selain itu jika vampir terkena pedang pembasmi vampir maka luka yang diterima tidak akan beregenerasi dengan cepat dan jika terserang dileher maka vampir itu tidak akan selamat dari ajalnya.
"bisa tolong ambilkan tidak?"suruh Lilly
"tapi suhu pedangnya sangat panas..!, nona bisa terluka!,"tegas Ciel
"cepat ambilkan, setelah kau mengambilkan pedangnya kamu boleh pergi mencari darah sucinya, aku akan pergi ke perpustakaan sendirian"ucap Lilly.
"baik nona,"
Ciel menuruti perintah tuannya dan Ciel keluar dari rumahnya, dan berniat memotong tali yang mengikat pedang Anderson dengan sihir, lalu Ciel menggunakan elemen petirnya untuk memotong tali yang menggantung pedang milik Anderson.
Ciel medapalkan mantra dan kilatan petir muncul lalu menyambar tali yang mengikat pedang milik Anderson.
pedang pembasmi vampir jatuh dan menancap di tanah, setelah pedangnya terjatuh Ciel mengambilnya dan memberikannya kepada Lilly.
"ini nona"Ciel memberikan pedangnya kepada Lilly
"Terimakasih"Lilly hendak mengambil pedangnya dari tangan Ciel namun saat tangan Lilly menyentuh pedangnya tangan Lilly menerima luka bakar karena suhu pedangnya yang terlalu panas bagi Lilly.
sebenarnya vampir tidak akan mati jika terbakar api sekalipun, tapi jika vampir bertemu sinar matahari yang mana itu adalah sinar yang suci dan itu bisa membunuh vampir jika terpapar sinar matahari secara langsung.
Lilly mendinginkan pedangnya menggunakan sihir air,
setelah dirasa aman Lilly memegangnya sekali lagi dan kini ia tidak menerima luka apapun.
"wah pedangnya sangat bagus,"Lilly mengagumi pedang pembasmi vampir karena itu bisa menjadi senjata andalannya jika suatu saat diserang oleh vampir yang berusaha menyakitinya nanti.
Ciel bergegas pergi setelah melihat tuannya memegang pedang pembasmi vampir.
"saya pergi dulu"ucap Ciel
"sampai jumpa hati hati ya"ucap Lilly yang tidak melepas pandangannya dari pedang pembasmi vampir.
Ciel merasa ada yang janggal karena tuannya bertingkah laku seperti orang lain, walau Ciel berfikir kalau itu disebabkan karena Kondisi lilly yang kekuatannya tersegel tapi itu juga tidak pasti benar.
'aku akan menyelidiki tentang perubahan sifat yang terjadi ke nona Lilly saat aku selesai mencari darah suci'batin Ciel
***maaf banget kalau ceritanya radak gimana gitu, soalnya ngejelasin apa yg pingin aku ceritain itu agak susah ditambah ini adalah karya pertamaku, jadi maaf ya hehe...
:D
__ADS_1
nanti aku bakalan memperbaiki pemilihan katanya lagi biar ceritanya lebih gampang dipahami**.