
Setelah cukup lama terbang Lilly sudah mencapai batasnya, dan kini ia akan mendarat.
"Anderson aku akan turun kebawah"Ucap Lilly
"Bai--"Kata kata Anderson terpotong karena Lilly secara tiba tiba melesat ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Aaaaa!!! hei!! jangan gila!!"teriak Anderson sambil memejamkan kedua bola matanya
Walau Lilly meluncur dengan kecepatan tinggi, Lilly masih bisa mendarat dengan mulus bahkan sangat mulus sampai Anderson tidak sadar kalau dia sudah berada di tanah.
"Hei!! Clara!!"
Lilly pun sedikit tertawa karena melihat tingkah lucu Anderson.
"Kita sudah di tanah loh ahaha kamu lucu sekali ya"Ucap Lilly sambil memasang senyum
Anderson langsung bangkit dan memeluk Lilly.
'Eh?'batin Lilly bingung
"Aku kira kamu sudah benar benar kehabisan energi dan pinsan saat mau mendarat tadi..," ucap Anderson khawatir
"Ka-kamu bicara apa sih"ucap Lilly sambil menyipitkan mata(-_-)
'Anderson aneh sekali bukannya khawatir pada diri sendiri malah khawatir kepadaku.., bukannya tadi di berteriak karena dia takut mati?, tapi dia pemburu vampir tentu dia tidak takut mati...,'Batin Lilly
"kamu mengkhawatirkan ku ya?"Tanya Lilly
"Tentu saja"Ucap Anderson sambil melepas pelukannya dan beralih memegang kedua pundak Lilly
"kalau begitu, gendong aku sampai di hutan kutukan..,"Pinta Lilly degan wajah songong.
"Ge-gendong?"raut bingung nampak jelas di wajah Anderson
"Iya, aku kehabisan energi karena terbang sambil membawa mu, ayolah lagian badanku itu ringan walau penampilannya seperti wanita dewasa"Ujar Lilly penuh percaya diri
"De-dewasa?,dimata ku dia terlihat seperti anak berusia 14 tahun sih..."Gumam Anderson
Lilly mendengar hal itu dan langsung menginjak kaki Anderson.
"Aduh!"
"Dasar kamu sangat tidak sopan!"bentak Lilly
"Bukannya aku yang seharusnya bilang begitu?"Balas Anderson sambil melompat lompat dan memegangi satu kakinya.
"aku gk butuh bantuan mu,aku bakal jalan kaki saja!"Lilly pun pergi meninggalkan Anderson
"he-hei,tunggu!"Anderson langsung mengejar Lilly
#Mulai dari sini alur ceritanya tidak ada gelak tawa
__ADS_1
Pada akhirnya mereka berdua berjalan kaki bersama
#seperempat jalan lagi sebelum sampai di hutan kutukan
Suara nafas yang ter engah engah terdengar jelas
'Sial andai saja aku punya kekuatan spiritual yang cukup!'Batin Lilly
"kamu kecapekan?"tanya Anderson
"A-aku baik baik saja"Jawab Lilly sedikit terengah engah
"Padahal jika kamu ingin aku bisa menggendo--"Ucapan Anderson terpotong
bola mata Lilly seketika membulat sempurna, Lilly merasakan kekuatan makhluk spiritual yang besar dan sedang berlari menuju ke arahnya.
"Anderson kamu merasakannya jugakan?"Tanya Lilly sambil mengambil ancang ancang untuk mundur kebelakang.
Anderson langsung menggotong tubuh Lilly dan berlari ke arah semak semak disekitar daerah itu.
"Padahal kamu vampir tingkat bawah tapi kamu bisa merasakan kekuatan spiritual dari jarak jauh"ucap Anderson dengan suara pelan.
'Bagaimana ini?! aku tidak mungkin melawan kekuatan sebesar itu dengan kondisi ku sekarang!'Batin Lilly yang mengabaikan Anderson
tak lama kemudian deru angin terdengar dan hembusan angin yang cukup besar menyapu debu debu dan itu membuat jarak pandang menjadi berkurang
Anderson langsung mengambil sikap waspada dan bersiap dalam mode bertarung
Dari dalam kepulan debu yang berterbangan, terlihat bayangan hitam yang amat cepat sedang memutari Anderson dan Lilly
*Roarr!!
Tiba tiba terdengar suara raungan yang amat keras
'Tunggu aku seperti pernah mendengar suara ini.., sepertinya tubuh ini punya ingatan tentang suara raungan ini'Batin Lilly
makhluk itu bergerak semakin cepat mengitari Lilly dan Anderson seolah olah sedang menggiring mereka berdua.
"Aku akan mencoba untuk menyerangnya, Clara tetap dibelakangku"ucap Anderson sambil mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah.
Belum sempat Anderson menyerang, makhluk itu sudah berada tepat di hadapannya dan sedang menatap Anderson dengan tatapan marah.
Anderson yang reflek pun langsung mengayunkan pedangnya kearah makhluk itu
*Srash!
mulut makhluk itu terluka karena terkena sabetan dari pedang milik Anderson namun luka yang di terima makhluk itu tidak sepadan dengan luka yang diterima Anderson.
Setelah Anderson melancarkan serangan, makhluk itu langsung menggigit tangan kanan Anderson dan memakannya bersama dengan pedang yang dipegangnya.
Lilly hanya diam melihat hal itu karena dia tidak bisa membantu banyak dan walau Lilly ingin membantu, Lilly hanya akan membebani Anderson
__ADS_1
"tenang jangan panik luka ini tidak seberapa kamu tidak perlu khawatir!!"Ucap Anderson mencoba menenangkan Lilly yang dikira sedang panik
Ketika Anderson sedang berfokus untuk melakukan serangan lagi.
*bugh
Lilly melumpuhkan Anderson dengan mengetok bagian lehernya.
Anderson pun seketika pinsan dan mengira kalau dirinya pinsan karena kehabisan darah.
"Nona apakah anda dilukai oleh orang ini?"Makhluk itu tiba tiba berbicara kepada Lilly.
'Sudah kuduga dia adalah hewan spirit milik Lilly'Batin Lilly yang merasa kalau dia mengenal makhluk itu
"Aku baik baik saja, apakah kau bisa memuntahkan kembali tangan yang sudah kau telan tadi?"ucap Lilly sambil berjalan ke arah makhluk itu.
makhluk tadi langsung menusuk perutnya sendiri dan merogoh isi di dalamnya, setelah itu hewan spirit itu langsung mengeluarkan tangan dan pedang milik Anderson.
"Silahkan nona"Makhluk itu langsung meberikan pedang dan tangan tersebut kepada Lilly.
Perut dari hewan spirit yang tadinya berlubang kini mulai sembuh dengan kekuatan regenerasi yang dimiliki hewan spirit itu.
setelah memberikan pedang makhluk spirit itu bertanya"Apakah nona berniat membunuh pria itu dengan menggunakan pedang miliknya?"tanya hewan spirit
Lilly tidak menjawab dan malahan dia merobek kain lengan bajunya sendiri dan mengikatkannya pada tangan Anderson.
'Dengan begini pendarahannya akan berhenti'Batin Lilly
'Andai saja kekuatan ku tidak disegel, aku pasti bisa menggunakan sihir terkutuk untuk mengembalikan tangannya yang putus'Batin Lilly
"Nona?"panggil makhluk itu dengan bingung.
"Ciel, tolong gotong aku ke hutan kutukan"Lilly memanggil hewan spirit itu dengan namanya lalu memotong tangan kanannya sendiri dan meletakannya di dekat Anderson.
"Dengan begini aku bisa memalsukan kematianku...."Lilly mulai merasa pusing karena kekuatan spiritual nya sudah sangat menipis.
hewan spirit milik Lilly langsung menangkap tubuh Lilly upaya tidak jatuh ke tanah.
"kenapa nona ingin memalsukan kematiannya..?,"
"jika nona berniat seperti itu, tangan kanan milik manusia ini akan menimbulkan kecurigaan sebaiknya aku memakannya lagi"ucap Ciel
"dan aku juga harus mencabik cabik tangan nona yang terputus, supaya terlihat seperti habis bertarung"Ucap Ciel sambil mencakar cakar tangan Lilly yang sudah putus.
"Ciel.. tolong bawakan pedang itu"suara pelan dari Lilly
"Nona? anda sudah mulai pulih--"Ciel pun spontan kaget dan ucapannya terpotong karena tangan tuannya tidak beregenerasi.
Ciel yang takut kalau tuannya di ambang kematian pun bergegas lari ke hutan terkutuk sampai ia lupa kalau dia harus memakan tangan Anderson untuk menghilangkan jejak.
walau dia lupa memakan tangan milik Anderson, tapi Ciel tidak melupakan apa yang diperintahkan oleh tuannya yaitu membawa pedang milik Anderson.
__ADS_1
Ciel berlari sekuat tenaga, bahkan tanah yang dipijak oleh Ciel menjadi retak sanking cepat dan kuatnya Ciel.
"Sial..!, apa yang manusia itu lakukan kepada nona?! sampai dia tidak bisa beregenerasi..!!!" Ciel yang sewot pun semakin berlari kencang.