Bertukar Kehidupan Dengan Vampir

Bertukar Kehidupan Dengan Vampir
Chapter 10 perpustakaan kota


__ADS_3

"aduh masa gk ada jubah sih?!"ucap Lilly sambil mencari(mengobrak abrik) di seluruh sisi sarang(rumah).


karena melihat tuannya kewalahan, Will masuk kerumah dan hendak membantu.


"tuan?"panggil Will.


Lilly tidak mendengar panggilan dari Will karena ia sedang sangat sibuk mencari jubah milik Ciel untuk ia kenakan.


"Duh.., dimana sih?"ucap Lilly dengan nada kesal.


Will menyadari kalau dirinya di abaikan dan ia sedikit kesal lalu mencoba memanggil Lilly sekali lagi namun dengan suara yang lebih keras.


"Tuan!!!"teriakan Will mengagetkan Lilly, dan pandangan Lilly langsung tertuju kepada Will.


"kenapa sih?!, manggil nya bisa lebih sopan tidak?!"bentak Lilly yang tengah kesal.


Tentu saja Will geram dengan apa yang dikatakan tuannya, padahal tadi dia sudah memanggil dengan suara lembut tapi di abaikan.


tapi Will mencoba meredam kekesalannya karena kini Lilly adalah majikan barunya.


"tuan, anda tidak perlu mencari jubah"ucap Will.


"hah?, kalau identitasku ketahuan gimana? gunanya jubah kan untuk menutupi badan dan wajah!"ucap Lilly.


Will mendekat ke arah Lilly, lalu ia merapal sebuah mantra.


"ka-kamu mau ngapain?"ucap Lilly yang perlahan mengambil langkah mundur.


"anda tidak perlu takut"ucap Will sambil tersenyum.


Setelah Will mengatakan hal tersebut badan Lilly tidak bisa digerakan tubuhnya sangat kaku bahkan Lilly tidak bisa berbicara sedikitpun, seakan akan ia di ikat dengan tali yang tidak terlihat.


kini Will sudah berada di depan Lilly, lalu Will mengusapkan tangannya di wajah Lilly.


'anak ini? apa yang di lakukan?!'batin Lilly


"Nah sekarang wajah anda sudah berubah"ucap Will


'hah? berubah? apanya?' batin Lilly kebingungan


"tuan?, halo...?, kok tidak bergerak?"


'ya iyalah..!, kamu belum menghilangkan mantra yang membuatku membatu seperti ini! anak ini kurang ajar sekali!' Lilly mencacimaki Will di dalam hati


"oh iya lupa, aku belum melepas sihirnya"ucap Will


Will menghilangkan sihirnya dan Lilly pun bisa bergerak seperti semula.


"nah sudah" ucap Will dengan gampangnya tanpa rasa bersalah.


"kamu mengganggu saja!, aku mau lanjut mencari jubah..!,"ucap Lilly mengabaikan Will


"hah? anda tidak perlu memakai jubah lagi"ucap Will


"di diemin ngelunjak ya?😊💢"


senyuman disertai amarah terpancar dari wajah Lilly


"te-tenang dulu tuan, saya hanya mengubah wajah anda menjadi mirip dengan bangsawan bangsawan di kerajaan manusia"ucap Will


"hah?" Lilly menjadi bingung sekarang


"Saya menggunakan sihir ilusi supaya wajah anda tersamarkan, efek sihir ini hanya sementara kok, kalau saja anda bisa bercermin pasti anda bisa mengerti apa maksud saya"jelas Will


bayangan vampir tidak bisa terlihat di dalam cermin tapi jika menggunakan cermin khusus yang sudah di modifikasi menggunakan sihir sihir tertentu, maka vampir bisa bercermin seperti manusia normal sayangnya Lilly hanya punya satu yaitu di kastil miliknya tepatnya di kamar tidur, namun sekarang pasti sudah di hancurkan oleh raja vampir.


"iya aku sekarang ngerti, intinya aku sudah terlihat seperti orang lain kan?"ucap Lilly


"iya"jawab Will


"baiklah ayo kita berangkat sekarang"ucap Lilly langsung berangkat dengan baju tidurnya.


"tapi tuan bajumu?"


"memangnya kenapa? aku hanya punya baju tidur ini, lagi pula wajah ku akan tetap cantik kan walau sudah kamu rubah?"ucap Lilly dengan penuh percaya diri.


"te-tentu, saya mengubah wajah anda mirip dengan bangsawan kelas atas yang ada di kerajaan manusia"ucap Will yang merasa kalau tuannya sangat narsis.


"ya sudah ayo berangkat"ucap Lilly


"tuan, jika saya dalam wujud manusia, saya tidak bisa membantu banyak jika ada bahaya, jadi saya akan mengubah wujud saya menjadi pedang, tolong gunakan saya jika ada bahaya"ucap Will


'hah? dia bilang kalau dia dalam wujud manusia dia tidak bisa membantu banyak saat aku dalam bahaya?'


'bukannya dia itu sangat kuat bahkan sampai bisa membuatku tidak bisa bergerak, atau hanya aku saja yang terlalu lemah?'batin Lilly


Tubuh Will dikelilingi kepulan asap berwarna putih, lalu dari balik asap tergeletak sebuah pedang berwarna merah, yang tidak lain dan tidak bukan itu adalah Will.


Lilly bergegas mengambil pedangnya.


'oke..., apakah jika dia sedang berada di wujud pedangnya aku juga harus memanggilnya Will? itu agak aneh untuk nama sebuah pedang'batin Lilly


[Anda bisa memberi nama lain kepada saya, yang sedang dalam wujud pedang]


Lilly terkejut karena ada sebuah suara yang mirip sebuah sistem terdengar di kepalanya.


"eh? ini kamu Will?"tanya Lilly yang mendekatkan pedang pembasmi vampir ke telinga seolah olah sedang menelfon seseorang.


[anda tidak perlu mendekatnya ke telinga, saya bisa melakukan telepati dengan orang yang melakukan kontrak dengan saya, tapi saya hanya bisa bertelepati jika saya dalam wujud pedang saja.]ucap Will


'oooo jadi gitu...'batin Lilly


[iya tuan.]ucap Will


"lah?! kamu bisa baca pikiranku?!"teriak Lilly


[tentu saya bisa jika dalam wujud pedang saya]ucap Will


"cih, curang sekali"kesal Lilly


[Tuan anda harus bergegas sekarang sudah hampir tengah malam]suruh Will kepada Lilly suapaya cepat bergegas ke perpustakaan.


Lilly pun berlari lalu mengeluarkan sayap vampirnya dan terbang.


'Will aku hanya bisa terbang sampai setengah jalan saja kemungkinan aku akan sampai disana sekitar 3 jam lagi, karena hal itu aku akan bergegas mengambil buku buku yang ada di sana dan pulang'batin Lilly.


[Anda bisa terbang sampai di sana]ucap Will


'mana mung-'batin Lilly terpotong, Lilly merasakan kekuatan yang amat besar mengalir di dalam tubuhnya.

__ADS_1


[iyakan?, anda bisa terbang sampai disana, kalau anda menggunakan kecepatan penuh anda akan sampai disana hanya dalam 1 jam saja]ucap Will


Will memberikan kekuatan spiritual nya kepada Lilly, dan Will mengkali lipatkan kekuatan tersebut sehingga Lilly memiliki kekuatan yang cukup untuk terbang ke perpustakaan kota.


'ini tidak secepat Ciel tapi, aku akan menggunakan kekuatan tambahan ini, terimakasih Will'batin Lilly


[terimakasih kembali tuan]


*wush!


Lilly melesat dengan kecepatan penuh.


singkat cerita, Lilly sudah berada di depan gerbang pintu masuk kerajaan Greenhill.


Lilly mendarat dan menyembunyikan sayapnya, supaya tidak ada yang curiga kalau dirinya adalah vampir.


"Terimakasih Will,"


[sama sama tuan]


"oh iya, aku bisa menyembunyikan sayapku, tapi tidak dengan kamu yang berwujud pedang, bagaimana ini? masa iya seorang gadis cantik membawa pedang yang berwarna merah nanti dikira *******"ucap Lilly sambil melompati tembok pembatas yang ada di pintu gerbang.


[Kalau begitu tolong letakan saya di tanah]ucap Will


"Hmm? baiklah"ucap Lilly


Lilly meletakan pedangnya di tanah dan tak lama setelahnya Kepulan asap berwarna merah menyelimuti pedang, dan Will yang berwujud manusia muncul dari kepulan asap itu


"dengan begini nona tidak akan di sangka ******* bukan?"ucap Will


"iya sih..., tapi-"ucapan Lilly terpotong karena Will mendadak menarik tangan Lilly


"Ayo jangan buang buang waktu lagi"ucap Will


"e-eh eh!, Will! aku bisa jalan sendiri!,"ucap Lilly langsung menepis tangan Will.


"baiklah" ucap Will judes


"kamu ini kadang berguna kadang menjengkelkan, haaahh...," ucap Lilly


setelah berjalan beberapa puluh menit, mereka telah tiba di perpustakaan.


saat melihat ukuran perpustakaan kota, Lilly terkagum sanking besar nya bangunan itu, bahkan tinggi pintu nya saja sekitar 10 kaki


"Be-besarnya...,"ucap Lilly yang terkagum dengan perpustakaan kota.


"cepat gunakan kuncinya tuan"suruh Will


"Oh iya"Lilly pun membuka pintu gerbang yang sangat tinggi itu


'walau ukuran pintunya besar, tapi kuncinya sekecil ini' batin Lilly


*Crieett


pintu terbuka, Lilly dan Will masuk ke dalam perpustakaan dan mulai mencari buku buku tentang sihir.


Lilly berniat belajar sihir basic, sihir basic adalah sihir yang bisa menciptakan sesuatu berdasarkan elemen yang dikuasi.


Contohnya jika kamu bisa menguasai sihir basic dan mencoba membuat sebuah panahan maka panahan itu akan terbuat dari elemen yang kamu kuasai.


Lilly sudah menguasai beberapa sihir basic contohnya pedang, bola, tombak, pisau. Namun hampir semua sihir basic itu memerlukan banyak kekuatan spiritual (kecuali Bola dan pisau) jadi Lilly yang sekarang belum bisa menggunakan semuanya.


Lilly pernah menggunakan sihir basic pembuatan bola "api" saat menghangatkan air danau di hutan kutukan, dan Lilly juga pernah membuat sihir basic pedang saat melawan raja vampir.


"buku tentang sihir basic, aku ingin membuat banyak hal menggunakan elemen apiku, bisa juga dengan elemen kegelapanku"ucap Lilly


"baiklah saya akan bantu cari"


Will pun langsung membantu mencari apa yang ingin dicari oleh tuannya.


setelah mencari cukup lama, Will dan Lilly berhasil mendapatkan beberapa buku, namun saat mereka ingin membaca buku ada sebuah tragedi.


"ini tuan, buku yang anda inginkan" Will memberikan buku bukunya kepada Lilly.


"Iya,silahkan letakan disitu" Lilly menunjuk ke arah kursi dan meja.


"baik" saut Will


Saat Will berjalan menuju tempat yang ditunjuk Lilly, Will merasakan hawa keberadaan seseorang yang datang ke arah perpustakaan.


Will segera berlari ke arah Lilly dan menyeretnya untuk bersembunyi.


"he-hey! kamu kena--"


"Sssttt jangan berisik tuan" Will membungkam mulut Lilly


mereka bersembunyi di balik rak rak buku, meskipun terlihat aman Will harus tetap waspada karena bisa saja ada hal buruk yang terjadi.


Sesaat setelah mereka bersembunyi seorang kakek tua masuk kedalam perpustakaan sambil menggunakan sihir api untuk penerangan.


"aneh sekali padahal tadi aku mendengar suara seseorang, tapi sepertinya itu hanya perasaan ku saja.., dasar aku memang sudah tua" ucap kakek tua tersebut.


"tapi untuk berjaga jaga aku akan mengecek seluruh perpustakaan ini," ucap kakek itu yang berjalan ke arah Will


'apakah aku harus membunuhnya..?,'batin Will


Lilly merasakan Aura membunuh dari Will dan itu membuat Lilly sedikit panik.


"Emmmm, Wi-Will a-aku ingin membaca buku nya dirumah saja"bisik Lilly mencoba mengalihkan perhatian Will


"kenapa?"tanya Will


"A...., cuma pingin aja disini banyak pengganggu"bisik Lilly


"jika ada pengganggu saya akan membunuhnya sekarang juga, aku juga berniat membunuh kakek sialan itu" bisik Will kepada Lilly


"sudahlah ayo kita pergi!"tanpa sengaja Lilly berteriak


"siapa disana?!" kakek tersebut langsung berlari ke arah Lilly


"aku akan membunuhnya sekarang.., anda tidak perlu takut"ucap Will menunggu timing yang pas untuk membunuh kakek tersebut.


*plak!


suara tamparan terdengar.


"Siapa disa....,na.., loh? aneh.., kok tidak ada siapa siapa?" kakek tersebut bingung


Lilly dan Will sudah berpindah tempat dan bersembunyi lagi.

__ADS_1


"fyuuh.., kita selamat" Lilly lega karena tidak jadi ketahuan


"Tu-tuan maaf kan aku," ucap Will sambil memasang raut wajah sedih


'tumben dia minta maaf?'


Lilly menatap Will dengan serius


"iya Will, aku juga minta maaf karena sudah menamparmu" ucap Lilly


"tapi kenapa tuan menamparku dan menyeretku untuk bersembunyi lagi?, padahal aku bisa membunuh kakek tua itu," tanya Will


Lilly tidak menjawab pertanyaan Will dan ia hanya bengong


"Tu-tuan?" Will


"oh iya ngomong ngomong, dimana semua buku yang aku ambil tadi?" Lilly mengalihkan pembicaraan


"aku memasukannya ke dalam ruang dimensi ku" ucap Ciel


"Ooo, pantasan saja aku tidak melihat buku bukunya dari tadi, kamu hebat juga," ujar Lilly


Will mesem mesem sendiri setelah mendengar kata HEBAT dari Lilly.


'eh? dia kenapa? kok senyum senyum sendiri?,"batin Lilly


"O-oh iya Will, aku ingin segera pulang," ucap Lilly dan juga Lilly bermaksud menghentikan senyum senyum sendirinya Will.


"baiklah jika tuan menginginkannya, pejamkan mata anda ya?" ucap Will


Lilly memejamkan mata dan angin sepoi sepoi berhembus.


"nah kita sudah diluar," ucap Will


"E-eh? kok--, kok bisa?!!" teriak Lilly


"Ssttt jangan berisik tuan, nanti usaha kabur kita malah ketahuan" bisik Will


"saya menggunakan sihir angin untuk berpindah tempat dengan cepat, tapi setelah aku menggunakan sihir angin ku aku harus menunggu 2 hari lagi untuk bisa menggunakannya kembali" jelas Will


"Ooh seperti itu..," ucap Lilly sedikit faham


"kalau begitu ayo pulang," ajak Lilly dan Will meng iya kannya.


mereka berdua sementara berjalan kaki dulu ketika sudah sampai pintu gerbang baru Lilly akan terbang menggunakan sayapnya, karena jika Lilly terbang sekarang Lilly bisa saja ketahuan oleh penjaga atau bahkan pemburu vampir.


Setelah beberapa puluh menit berjalan mereka sudah hampir mencapai pintu dinding pembatas kerajaan(pintu keluar)


"Bagaimana ini, apakah aku harus kabur menggunakan sayap?"ucap Lilly dengan suara pelan


"jangan dulu bisa bisa para penjaga di depan gerbang akan menyadari keberadaan anda, saya juga merasakan hawa keberadaan pemburu vampir di sekitar sini,"ucap Will


"hmmm, baiklah aku akan menuruti mu Will"


*Syuut!


ada sebuah benda yang melesat cepat bagaikan peluru.


*jleb


benda itu menancap di bagian belakang leher Lilly.


"Aduh,"


'sebenarnya sakitnya tidak seberapa sih..'


batin Lilly.


"Apa tadi barusan?" tanya Lilly


"tuan sepertinya ada yang membuntuti kita" Will memasang kuda kuda waspada


Lilly mencabut benda yang menancap di lehernya, dan ternyata benda yang menancap di bagian belakang leher Lilly adalah sebuah jarum, namun Lilly menyadari sesuatu, jarum yang menancap tadi memiliki racun pelumpuh.


'gawat!'batin Lilly


"tuan saya akan merubah wuju-"ucapan Will terpotong


"Will! cepat kita harus lari!"ucap Lilly yang menarik tangan Will


"kenapa tuan? saya tinggal merubah wujud dan--"ucapan Will terpotong saat melihat tuannya mengeluarkan banyak keringat seperti orang yang baru berlari puluhan kilo meter.


'kenapa tuan berkeringat?, apakah dia ketakutan? tidak tidak ini bukan keringat yang disebabkan oleh ketakutan, lalu apa?!' batin Will


Will teringat sesuatu tadi saat Will merasakan kalau mereka sedang di ikuti, Lilly berteriak "aduh!", Will kira Lilly hanya tersandung batu atau hal lain tapi sepertinya tidak.


saat Lilly sedang berlari sekelompok orang yang menggunakan jubah berwarna hitam menghadang mereka dari arah depan.


Lilly langsung memutar balik arah larinya namun mereka sudah terkepung, entah dari mana asal mereka tapi strategi yang mereka buat sangat sempurn seakan akan sudah direncanakan sejak awal.


'Siapa mereka?, bandit? tapi kenapa mereka ada di daerah kerajaan?'batin Lilly


Lilly mulai kehilangan kesadarannya, karena racun pelumpuhnya sudah mulai bereaksi.


"tuan aku akan merubah wujudku menjadi pedang jadi gunakanlah a--" ucapan Will terpotong


'mataku.. berat... seka--'


Lilly kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.


"tuan!"teriak Will


Will langsung menangkap Lilly.


"Kamu la- lari lah.., sepertinya mereka hanya mengincarku"ucap Lilly dengan suara lemas.


"Tuan! bertahanlah!"teriak Will


Will tidak bisa membantu banyak walau dia berubah ke wujud pedangnya sekalipun, karena jika Lilly pinsan itu artinya tidak ada yang bisa menggunakan Will untuk bertarung.


"sepertinya aku harus bertarung dengan wujud ini"gumam Will


Sekelompok orang itu semakin mendekat ke arah Will dan Lilly.


Will berencana mencari celah untuk kabur, karena dengan wujud manusianya Will tidak bisa mengeluarkan seluruh potensinya, ditambah jumplah mereka banyak dan mereka terlihat profesional dalam hal membunuh.


tiba tiba para bandit langsung berbaris melingkari Will dan Lilly.


Will bisa saja melompati barisan mereka, tapi Will tau kalau dibalik para bandit yang sedang mengitari mereka terdapat penembak jitu yang menembakan jarum pelumpuh yang sedang bersembunyi.

__ADS_1


"akan sedikit susah untuk kabur, aku harus mengangkat nona Lilly karena, ruang dimensiku tidak bisa digunakan untuk menyimpan makhluk hidup"guman Will yang sedang menggotong tubuh Lilly.


Ruang dimensi milik Will hanya bisa digunakan untuk benda benda mati, karena jika Will memasukan makhluk hidup ke dalam ruang dimensinya..., maka akan terjadi sesuatu yang buruk.


__ADS_2