Bertukar Kehidupan Dengan Vampir

Bertukar Kehidupan Dengan Vampir
Chapter 6 Menyusup ke kerajaan


__ADS_3

Kapasitas spiritual: adalah ruang atau tempat dimana tempat utama tersimpannya kekuatan spiritual (sama seperti sebuah tabung)


Limit: adalah saluran yang mengalirkan kekuatan spiritual saat ingin digunakan jika Limit ini tersegel maka pengguna kekuatan tidak dapat mengeluarkan potensi ****penuhnya****(sama seperti pipa yang menyalurkan air ke dalam tabung)


"Ciel, apakah diriku yang sekarang bisa menggunakan sihir untuk bertukar jiwa dengan orang lain?"tanya Lilly


"itu akan sangat sulit bagi anda dengan kondisi seperti sekarang"jelas Ciel


'jadi gk bisa ya..., padahal aku berfikir dengan bertukar jiwa dengan diriku di dunia lainnya aku bisa merestart ulang tubuh ini sama seperti item kuno yang mengikat Lilly yang hancur setelah aku masuk ke tubuhnya'batin Lilly


"tapi kenapa anda menanyakan hal itu?"tanya Ciel yang tidak tau tujuan tuannya.


"tidak ada, aku hanya sekedar bertanya saja" ucap Lilly judes.


"aku ingin mandi dulu"ucap Lilly sambil berdiri dan hendak keluar dari kamar Ciel.


"Silahkan nona"Ciel yang mempersilahkan Lilly untuk lewat


sebagai penguasa daerah hutan kutukan tentu saja Lilly memiliki ingatan tentang daerah daerah yang ada di dalam hutan.


'kalau tidak salah belok kanan setelah itu turun ke bawah, lalu masuk ke semak semak itu dan...,'batin Lilly sambil mengingat ingat danau yang biasanya digunakan Lilly yang dulu untuk mandi.


"nah bener.., fyuh..~, aku kira aku bakalan nyasar"


Lilly lega karena ia menemukan sungai yang ia tuju.


Lilly mulai melepas bajunya dan melakukan pemanasan seakan akan dia akan berlatih berenang.., padahal dia tidak bisa berenang :v


'tunggu, seingatku danau disini cukup dalam di bagian- tengahnya, sepertinya aku harus berhati hati, karena aku pernah mati tenggelam sih..,' Lilly sedikit trauma dengan perairan yang dalam karena ia pernah mati tenggelam di kehidupan sebelumnya.


"nah disini tidak terlalu dalam--"


perkataan Lilly terpotong dan tubuh Lilly seketika menggigil karena saat ia memasukan kakinya kedalam air, kakinya seakan menyentuh sebuah kolam es yang masih beku


"hii! di-dingin sekali!"teriakan kecil Lilly yang terdengar imut.


"aku akan menghangatkannya dengan sihir api"ucap Lilly sambil memfokuskan kekuatannya


"Lacarnum inflamare~"Ketika Lilly merapal mantra, bola api kecil muncul di telapak tangan kanan Lilly


lalu Lilly melemparkan bola api kecil itu ke air danau dan membuat danau itu secara perlahan mulai menghangat.


"untung saja aku punya sihir yang tidak memerlukan banyak kekuatan spiritual"gumam Lilly


'Hmmm.., kalau aku menyebutnya "kekuatan spiritual" itu sedikit terlalu panjang.., bagaimana jika kuganti dengan MANA?, dulu aku sering dengar istilah itu di game game mobile..., baiklah aku akan mengganti kata kekuatan spiritual menjadi Mana" batin Lilly


setelah sibuk berfikir soal "Mana" Lilly pun kembali memperhatikan air di danau-


Setelah dirasa cukup hangat Lilly melenyapkan sihir api miliknya dan Lilly masuk ke dalam air.


*Byurr!


Lilly melompat dan menahan nafasnya di dalam air selama beberapa detik.


"pwaahh!"Lilly mengeluarkan kepalanya dari dalam air dan menghela nafas panjang


"wah segarnya~"


"kalau di pikir pikir ini ke 2 kalinya aku mandi di dunia ini..?, hahaha lelucon yang lucu.,"gumam Lilly


"entah kenapa aku jadi kepikiran bagaimana nasib tubuhku yang ada di dunia manusia"Gumam Lilly.


"semoga Clara baik baik saja"khawatir Lilly yang ingin tau keadaan tubuhnya di dunia manusia.


Lilly membersihkan dirinya selama beberapa puluh menit


setelah merasa bersih Lilly keluar dari sungai tersebut.


"huhhh udara disini sedikit dingin"Lilly yang sedikit menggigil


Lilly baru "ngeh" saat melihat bajunya yang teramat kotor dikarenakan terkena darah dan debu saat bersama Anderson.


"gila baju ku kotor sekali.., aku juga tidak punya baju ganti.., gimana nih?"guman Lilly yang bingung harus mengenakan apa.


tiba tiba Ciel datang dengan mata terpejam dan membawa sebuah baju tidur untuk dikenakan Lilly.


"Silahkan nona ini baju anda yang dulu pernah tidak sengaja tertinggal disini"ucap Ciel sambil memejamkan matanya serapat mungkin.


"Terimakasih Ciel"Lilly mengambil bajunya dan mulai mengenakannya.


"Wah bajunya nyaman sekali aku pasti akan tidur nyenyak siang ini"ucap Lilly


"baiklah..., Ciel aku sudah memakai baju, sekarang kamu boleh membuka mata mu"suruh Lilly


"Ba-baik nona"Ciel membuka matanya dan terkesima saat melihat sosok Lilly yang baru saja mandi.


"Walau rambut anda menjadi hitam, anda tetap terlihat sangat cantik"Puji Ciel dengan pipi yang sedikit memerah.


"Terimakasih, walaupun begitu aku lebih suka rambut ku yang berwarna putih" saut Lilly sambil memegangi poni rambutnya.


"Tapi bagaimana pun penampilan anda, anda tetap saja cantik" pujian Ciel yang ke dua kalinya


Lilly hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.


"kalau begitu mari saya antar ke sarang saya" ajak Ciel


Sarang yang dimaksud Ciel adalah pohon besar yang memiliki lubang ditengahnya dan terdapat kasur berbentuk lingkaran didalamnya, lebih tepatnya tempat dimana Lilly dibaringkan saat ia pinsan di episode sebelumnya.


#Later


Setelah sampai di sarang Ciel, Lilly memerintahkan Ciel untuk pergi berjaga karena tentu saja Lilly akan merasa tidak nyaman jika tidur bersama hewan spirit miliknya itu, apalagi jika dia dalam wujud manusianya.

__ADS_1


"kamu berjagalah diluar, siapa tau ada yang akan menyerangku saat siang hari"usir Lilly dengan cara halus!


"baik nona" Ciel langsung pergi ke luar rumahnya dan berjaga, Ciel juga tidak lupa mengubah wujudnya menjadi mode bertempur(wujud hewan buas saat melawan Anderson)


setelah Ciel pergi Lilly bersiap siap tidur, lalu ia mejamkan mata dan tidak butuh waktu lama Lilly pun tertidur.


Di tengah malam yang sunyi Lilly tertidur dengan lelapnya, berbeda dengan Ciel yang selalu dalam mode waspada karena disuruh menjaga tuannya yang sedang tertidur lelap.


#Later


malam berganti pagi, pagi berganti siang-


sangking lelahnya Lilly tertidur sampai siang hari lebih tepatnya tengah hari saat matahari sangat terik.


"Hoaammm..., eehmmm..,"


Lilly terbangun dari tidurnya dan melakukan sedikit peregangan.


"Hah.., badanku sudah mendingan, untung saja sarang ini berada di dalam pohon yang besar dan lebat jadi aku aman aman saja." ucap Lilly, walaupun sarangnya aman dan tidak terkena radiasi dari sinar matahari, tapi tetap saja Lilly tidak bisa keluar dari sarang karena itu terlalu gegabah dan bisa saja membawa maut bagi Lilly.


*Kruyuuuk


sebuah suara samar terdengar dari perut Lilly


"A-aduh perutku lapar"Lilly merasa sangat lapar tapi tidak sampai kehilangan kendali seperti sebelumnya.


*prok! prok!


Lilly menepuk kedua telapak tangannya yang bertujuan untuk memanggil Ciel


sesaat setelahnya, Ciel langsung datang ke dalam kamar Lilly lalu bertanya


"apakah ada yang bisa saya bantu?"tanya Ciel


"Tolong carikan darah manusia aku sangat lapar"suruh


Lilly


"baik nona"jawab Ciel dengan ekspresi wajah semangat karena sudah lama ia tidak berburu manusia.


"tapi jangan sampai membunuh manusia itu"tegas Lilly


seketika ekspresi semangat Ciel menghilang ketika tuannya mengatakan ia tidak boleh membunuh manusia.


"Ke-kenapa?!" Ciel heran, kenapa dia tidak boleh membunuh manusia? biasanya ia disuruh membunuh 3 sampai 7 manusia setiap Lilly lapar, walaupun akhirnya hanya ada 1 manusia saja yang akan di ambil darahnya karena sisanya hanyalah pemuas hasrat Ciel.


"Emmmm, kenapa yah...?, mungkin aku sedang baik? dan juga kenapa kamu mulai membantah perintahku?"


ucapan Lilly langsung membuat Ciel merasa bersalah karena ia sudah berkali kali lancang kepada Lilly.


"Ma-maafkan saya, hanya saja sifat anda sedikit berubah tidak seperti biasanya, bahkan anda bisa sedikit tertawa sekarang" ucap Ciel dengan nada sedikit sedih.


setelah tanpa protes lagi Ciel langsung pergi untuk mencari mangsa.


Kerajaan Greenhill juga dikenal sangat makmur dan sejahtera, raja disana tidak perna membeda bedakan status, namun masih banyak bangsawan bangsawan yang sombong dan merasa dirinya paling hebat, dan bangsawan yang bersifat seperti itulah yang akan Ciel cari.


jika manusia biasa yang berjalan dari hutan kutukan ke kerajaan Greenhill, perjalanannya akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam an tapi dengan kecepatan yang dimiliki Ciel dia bisa sampai disana hanya dalam waktu 40 menit saja.


itu karena elemen sihir yang dikuasai Ciel adalah petir, yang dimana elemen ini befokus pada kecepatan.


Ciel berlari dengan kecepatan penuhnya dan setelah beberapa menit ia sampai di kerajaan Greenhill.


setelah mencapai pintu gerbang Ciel mengubah wujudnya menjadi seorang manusia yang tampan dan mengenakan baju yang mirip dengan bangsawan kerajaan,


"Gi-gila.., dia bangsawan dari negara mana?, tampan sekali,"ucap seorang ksatria penjaga pintu gerbang yang melihat sosok Ciel dari kejauhan.


Ciel mengabaikan para ksatria didepannya, karena Ciel lebih tertarik untuk mencari wanita karena hal itu akan lebih mudah bagi Ciel, biasanya Ciel mencari mangsa dengan cara merayu dan mengajak wanita berkencan atau meminta bantuan sesuatu kepada sang korban, lalu membunuhnya ketika tidak ada orang yang melihat, tapi Ciel tidak akan melakukan hal itu karena Ciel tidak diperbolehkan membunuh siapapun oleh Lilly, jadi Ciel hanya akan meminsankan wanita yang ia incar.


wanita yang Ciel incar adalah wanita yang angkuh akan kecantikan atau hartanya, karena Ciel paling benci dengan orang seperti itu.


Ciel berjalan mendekati penjaga pintu gerbang dan berkata


"Apakah saya boleh masuk?" ucap Ciel dengan senyum di wajahnya.


" Ma-maaf tuan, jika sa-saya boleh bertanya a-anda bangsawan dari negara mana?, dan kenapa ti-tidak ada ksatria yang mengawal anda?, ba-bahkan anda tidak mengenakan kereta kuda...?," tanya ksatria penjaga gerbang sedikit terbata bata karena merasa heran dengan kedatangan Ciel.


"Emmm......, tadi saat aku kesini kereta kuda ku di rusak dan saat sedang di perbaiki, tiba tiba kami diserang oleh sekelompok bandit aku disuruh lari oleh penjaga ku dan untungnya aku bisa sampai disini," ucap Ciel mencoba beralasan.


"ma-maaf tuan anda belum menyebutkan anda dari negara mana?" tanya ksatria itu kedua kalinya.


"emmmm, maaf aku sedang buru buru saya ada janji dengan yang mulia raja Arthur" ucap Ciel yang membawa nama raja dari kerajaan Greenhill.


"maaf tuan anda harus menyebutkan asal nega-"


Perkataan kesatria itu terhenti dikarenakan Ciel memukul bagian samping leher dari ksatria tersebut sampai pinsan, bahkan baju zirah besi miliknya sampai tembus sanking kuatnya pukulan Ciel.


"dari tadi kau terus menerus mengatakan kata maaf, itu membuatku muak..," ucap Ciel dengan tatapan tajam.


seluruh ksatria penjaga yang ada di situ langsung mengepung Ciel dan menodongkan pedang mereka ke arahnya.


"kami tidak tau anda bangsawan dari kerajaan mana, tapi! jika anda menyakiti salah satu teman kami! maka kami akan bertind-"


"hei paman ksatria.., kepala mu mau jatuh loh," ucapan Ciel langsung membuat perkataan ksatria tadi terpotong dan ksatria lainnya menjadi bingung.


"Hei bocah! apa maksudmu?!" teriak salah satu dari ksatria yang mengepung Ciel.


"baiklah akan ku hitung, satu..., dua..., ti....ga...," sesaat setelah hitungan Ciel selesai semua kesatria yang mengepung Ciel mati dengan mengenaskan, salah satu dari mereka kepalanya terlepas dari badannya dan ada juga yang mati karena dada mereka berlubang.


"Aku hanya membunuh beberapa orang saja, nona Lilly tidak akan marah bukan?," gumam Ciel sembari berjalan melewati pintu gerbang kerajaan.


setelah ia masuk, Ciel mencari spot yang pas supaya ia tidak ketahuan para kesatria karena sebentar lagi pasti akan ada yang melapor tentang kejadian di pintu gerbang.

__ADS_1


setelah menemukan tempat yang bagus, Ciel pun mengamati keadaan sekitar sembari menunggu mangsa.


setelah mengamati cukup lama Ciel melihat sebuah kereta kuda yang di dalamnya terdapat seorang anak-


bangsawan yang terlihat angkuh karena tatapan mata dari anak bangsawan itu tersirat sebuah maksud merendahkan rakyat jelata.


Ciel terlihat sangat senang karena setelah sekian lama ia mengamati keadaan, akhirnya ada mangsa yang terlihat.


Ciel keluar dari tempat persembunyiannya dan memulai sandiwaranya.


"Berhenti!!"Teriak Ciel sambil menghadang jalan kereta kuda.


sang kusir pun memberhentikan kerata kudanya dengan segera dan itu membuat gadis bangsawan yang ada di dalamnya kaget.


"Kenapa sih!? kok berhenti?!"bentak gadis bangsawan itu dengan penuh amarah.


"Ma-maaf nona, ada lelaki yang terlihat dari keluarga bangsawan kelas atas yang menghadang kita"ucap si kusir sedikit terbata bata.


si gadis bangsawan pun kesal dengan orang yang menghadangnya dan hendak melihatnya secara langsung.


"cuih.., palingan dia ingin meminta tanda tang-"ketika gadis itu hendak turun dan mengumpatnya, ucapannya seketika terpotong karena melihat sesosok anak lelaki yang sangat tampan tepat berada di depannya.


karena jatuh hati, gadis tersebut berlari menghampiri Ciel dengan mata berbinar.


'Wah~ pangeran ku!'ucap gadis tersebut di dalam hati.


"A-ada apa ya tuan?"Tanya si gadis bangsawan, yang mencoba tetap bermartabat walau pipinya sudah terlihat memerah.


"nona bolehkah saya meminta tumpangan untuk ke pusat kota ini?"Tanya Cie


'wah! dia meminta tolong kepadaku?!,'batin nya


"tentu saj--!, e-ekhem!!, te-tentu saja..,"


nyaris saja gadis bangsawan tadi kegirangan dan hampir melupakan akting sok bermartabat yang ia lakukan.


"terimakasih nona, oh iya perkenalkan nama saya Ciel," ucap Ciel


"jika diperbolehkan apakah saya boleh mengetahui nama panggilan anda?, cukup NAMA PANGGILAN saja," ucap Ciel yang mencamkan kata pada nama panggilan.


"dengan senang hati, nama saya Louise, saya anak dari keluarga yang bergelar Count di kerajaan ini,"Louise memberi salam dengan anggunnya, layaknya bangsawan lainnya.


"hmmmm..., keluarga saya tidak terlalu terkenal jadi saya agak malu memperkenalkannya"ucap Ciel


"Tidak perlu malu, kamu bangsawan yang berasal dari keluarga di baron..?,tidak usah khawatir aku tidak akan menjauhimu kok"ucap Louise


"Te-terimakasih" ucap Ciel sedikit malu malu


Setelah beberapa menit berbincang Ciel sudah merasa kalau Louise sudah cukup jatuh hati padanya, dan ia pun melanjutkan langkah selanjutnya.


"jika anda berkenan, bolehkah saya masuk kedalam kereta kuda anda?"tanya Ciel kepada Lilly


"tentu saja boleh, mari biar saya antar..,"jawab Louise senang


Ciel memegang tangan Louise dengan lembut, dan Louise pun menuntun Ciel ke kereta kudanya.


saat mereka hampir memasuki kereta kuda, perhatian orang orang yang ada di sekitar daerah itu tertuju pada mereka berdua, dan tatapan orang orang tersebut seakan akan menandakan kecemburuan akan nasib mereka yang berbanding 180°.


setelah mereka berdua memasuki kereta kuda, kusir langsung menjalankan kereta kudanya.


"kusir! antarkan kami ke pusat kota ya?" suruh Louise dengan sedikit berteriak


"ba-baik nyonya" jawab kusir tersebut


setelah memerintah kusir, Louise memberanikan diri bersandar di pundak Ciel, tentu saja muka Louise memerah seperti tomat.


Ciel mengabaikan hal itu dan berpura pura senang.


setelah hal itu suasana menjadi hening, Louise mencoba mencari topik supaya ia tidak malu.


"C-ciel kamu ingin sesuatu? aku bisa belikan apa pun jika kau mau"tanya Louise sedikit terbata bata


"hmmm kalau tidak perlu..," tolak Ciel


" tinggal bilang mau apa nanti aku be-"


#bugh


Ciel menotok leher Louise yang langsung membuatnya pinsan, dan membungkam mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara, sanking hebatnya Ciel si kusir sampai tidak menyadari hal tersebut.


Setelah Louise pinsan, Ciel mengambil sebuah botol kaca yang tingginya sekitar 10cm dan memiliki lebar 4cm


dan Ciel menusuk tangan Louise supaya Louise tidak terkena luka fatal.


*jlub


setelah melakukan tusukan darah mulai mengalir dan Ciel mengadanginya dengan botol yang ia bawa


setelah botol terisi penuh Ciel mengambil kain dan mengikatkan nya di tangan Louise


Kusir tidak menyadarinya sama sekali sampai Ciel mencapai pusat kota yang dimana itu adalah tujuan yang dikatakan Ciel kepada Louise.


beberapa saat kemudian...,


"Tuan muda kita sudah sampai dipusat kota sesuai yang diperintahkan nona Louise tadi"ucap kusir


"terimakasih ya"Ciel pun turun dan meninggalkan kusir itu dan hendak pulang


tapi saat Ciel sedang menuju jalan pulang sekilas Ciel seperti melihat sosok Aamon di gang sempit yang ada di depannya.


'hah..?, apakah itu tadi-, tidak mungkin ini kan siang hari.., bagaimana mungkin vampir seperti Aamon bisa berjalan di tengah siang seperti saat ini..., aneh sekali aku berfikir dia disana,'Batin Ciel

__ADS_1


"sebaiknya aku cepat pulang"Ciel pun langsung berlari dengan kecepatan penuhnya dan Ciel melompat dari bangunan satu ke bangunan lain.


__ADS_2