
Anderson membawa Lilly ke rumah tabib terdekat di sekitar situ, sembari membawa Lilly, Anderson mengajaknya berbincang supaya suasananya tidak terlalu canggung.
"emmm, nak?," ucap Anderson memanggil Lilly dengan panggilan nak.
"i-iya..?" ucap Lilly sedikit lirih.
"aku kira kamu tidak akan menjawab perkataanku tadi" ucap Anderson
Lilly hanya mengangguk yang tentu saja anggukan itu tidak terlihat oleh anderson karena kepala Lilly tertutup kain.
setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai di rumah seorang tabib.
*tok tok tok
Anderson mengetuk pintu rumah tabib tersebut.
tidak lama setelah itu, sang tabib pun membuka kan pintu rumahnya dan mempersilahkan Anderson untuk kedalam.
"Silahkan masuk dulu tuan...," ucap tabib itu
tanpa basa basi Anderson langsung masuk kedalam rumah tabib itu, dan sang tabib pun menanyakan luka atau penyakit apa yang di derita Anderson.
"tuan, luka atau penyakit apakah yang ingin anda obati?" tanya tabib tersebut.
"bukan aku yang harus kau obati, tapi anak yang ada di dalam kain ini yang harus kau obati sekarang juga...," jawab Anderson
Sang tabib sedikit kaget, karena tadinya ia mengira benda yang ada di balik kain yang di gendong Anderson adalah hewan buruan atau peralatan berburu milik Anderson, tapi ternyata yang ada dibalik kain tersebut adalah pasien yang harus segera di obati.
"Kalau begitu, letakan pasiennya di kasur sebelah sana tuan biar saya melihat kondisinya..," suruh tabib tersebut
'Cih andai saja aku punya cukup kekuatan spiritual pasti aku bisa beregenerasi, dan tidak usah ke tempat tabib seperti saat ini!' Batin Lilly kesal
Anderson membuka kain yang menutupi Lilly dan membaringkan Lilly di kasur, seperti yang diperintahkan oleh tabib.
Sang tabib melihat keadaan Lilly, luka Lilly memang benar benar parah apalagi jika luka seperti ini di alami oleh manusia biasa.
'Anak ini, sepertinya baru saja terkena serangan yang sangat kuat..,"batin sang tabib
"aku akan keluar untuk mencari tanaman penyembuh yang mungkin bisa sedikit membuatnya lebih baik" ucap tabib tersebut sambil berlari ke arah pintu keluar.
"hahh.." Anderson pun menghela nafas.
setelah sang tabib pergi suasana menjadi hening dan sepi, keheningan itu berlangsung cukup lama, namun dibalik keheningan itu Lilly dan Anderson sedang membatin di dalam hati.
'Semoga saja orang ini tidak tau kalau aku adalah vampir...,' batin Lilly.
'kalau orang biasa mungkin tidak akan sadar tapi..., bagiku- dilihat dari mana pun gadis ini jelas jelas adalah seekor- vampir, tunggu apakah sopan jika aku menyebut vampir dengan sebutan "seekor?", jika begitu aku tanyakan saja langsung padanya..,' batin Anderson.
"Nak, tidak sepertinya aku harus memanggilmu nenek? ahaha aneh sekali"anderson tiba tiba berbicara sendiri
'O-orang ini agak aneh'Batin Lilly sambil menyipitkan matanya
"kamu tidak perlu menyembunyikannya dari ku, kamu vampir dari kalangan mana?"
"Dari kalangan atas...? hmmm..., kamu tidak terlihat seperti itu.., atau kamu dari kalangan menengah? hmmmm..., bukan bermaksud menyinggung tapi apakah kamu berasal dari kalangan bawah?"Anderson mencoba berbicara dengan Lilly.
Tentu saja Lilly terkejut dan ketakutan, karena identitas dirinya sebagai vampir ketahuan oleh pemburu vampir yang telah berhasil membunuhnya satu kali.
"Kamu tidak perlu takut aku tidak akan menyakiti vampir lemah kok"Ucap Anderson mencoba meyakinkan Lilly.
"oh iya.., jika aku menyebutmu SEEKOR Vampir apakah itu sopan atau terkesan menyinggung?"dengan polosnya Anderson melontarkan pertanyaan yang aneh.
Lilly bisa sedikit tenang, namun ia juga bingung dengan jawaban dari pertanyaan Anderson.
'ja-jawabannya apa ya..?, kalau seekor itu kan untuk hewan..., tapi vampir kan juga setengah kelelawar.., aaakhh! dari pada itu lebih baik aku memikir kan cara untuk bisa keluar dari situasi ini!' batin Lilly
"jika kamu tidak mau menjawab pertanyaanku aku tidak keberatan kok..,"
"tapi aku ingin bertanya beberapa hal padamu, siapa nama mu? dan kenapa kamu mendapat luka seperti ini? seperti habis bertarung saja...," pertanyaan Anderson langsung membuat Lilly berfikir mencari alasan.
Lilly merenung sejenak tapi Lilly tidak melonggarkan kewaspadaannya dan Lilly pun berfikir
'Jika aku bilang, aku adalah Lilly Bloodfallen maka dia akan menyerang dan membunuhku lagi sama seperti waktu aku terlahir kembali,sepertinya tidak ada cara lain selain berbohong'
'sepertinya aku akan menggunakan nama Clara supaya dia tidak membunuhku untuk yang ke dua kalinya'batin Lilly
"n-na-namaku Clara, aku diperbudak oleh vampir kalangan atas"ucap Lilly yang memasang muka sedih.
"hmmmm? siapa vampir itu?"tanya Anderson
__ADS_1
"a-aku tidak tau nama tuan ku, dia tidak mengizinkan ku mengetahui nya"
'Wah aku ternyata hebat juga dalam bersandiwara'
Ucap sekaligus batin Lilly
"Oooh jadi begitu.., seperti apa ciri ciri tuan mu itu?"Tanya Anderson
"dia vampir perempuan yang amat cantik rambutnya putih matanya merah bagaikan darah suaranya lembut tapi tidak dengan nada bicaranya"Jelas Lilly yang menggunakan ciri ciri dirinya sendiri sebagai bahan cerita
'Tunggu...? bukankah itu ciri ciri dari vampir yang kemarin aku bunuh dia memang berasal dari kalangan atas sih... tapi apakah dia masih hidup? ah tidak mungkin!'Batin Anderson
"oh iya nak kenapa kamu dibuang?"
"Aku di fitnah oleh atasanku dia bilang aku penyebab kematian tuan kami"
Tentu saja Lilly tidak akan menyebutkan kalau Lilly Bloodfallen masih hidup karena itu akan jadi masalah untuknya
"Oh jadi begitu"
'Tentu saja dia pasti sudah mati, ada ada saja aku berfikir kalau dia masih hidup'Ucap dan batin Anderson
Later...
#Menjelang sore
"ini obatmu jangan lupa meminumnya dan makan secara teratur dan minum obat ini dua kali sehari pagi dan malam"
"Asal kau tau aku berebut tanaman herbal demi membuat obat ini"Ujar tabib sambil memberikan obat.
Lilly pun menerima obat itu walau dia tau kalau obat itu tidak akan berpengaruh banyak kepadanya.
"Terimakasih" balas Lilly ke tabib tersebut.
tabib hanya menganggukan kepala sambil memejamkan matanya dan setelah itu entah kenapa ia pergi keluar rumah lagi.
"nak, tinggalah bersama ku, aku akan merawatmu sampai kau sembuh"Ajak Anderson
tentu saja Lilly tidak akan mau dirawat oleh anderson bukan karena dia pemburu vampir, tapi Lilly tau kalau Aamon sedang berusaha mencari dirinya, jika Lilly malah hidup santai sedangkan Aamon berusaha keras untuk menemukan Lilly, maka Lilly akan merasa tidak enak dengan hal itu.
"Maaf tuan, saya tidak bisa..., jika saya bersama tuan, akan banyak teman anda yang menjauhi anda ditambah makananku adalah darah.., jadi kita tidak bisa hidup bersama"jelas Lilly
tiba tiba muncul tiga kerutan di dahi Lilly
'Eh? loh kok gk ada ingatan seperti itu di kepala ku?, apa jangan jangan Lilly yang dulu belum pernah melihat vampir rendahan minum darah hewan dan dia mengira semua vampir minum darah manusia?'Batin Lilly
"Walau begitu saya bisa saja menginginkan darah manusia"Ucap Lilly
"baiklah aku tidak akan memaksa mu"balas anderson sambil merundukan kepalanya seakan dia tidak rela kalau Lilly pergi darinya.
"Oh iya tadi kamu bilang nama mu Clara..?,hmmmm..., namamu agak aneh ya?" ejek Anderson
"Tolong jangan hina nama saya"Ucap Lilly dengan senyuman disertai amarah.
"Ahahaha maaf maaf"
Anderson tertawa karena wajah marah Lilly terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
ditengah gelak tawa Anderson Lilly tiba tiba teringat sesuatu kalau dia tidak bisa berdiam diri saja disini.
"Tuan"panggil Lilly
"iya?"Jawab Anderson yang seketika menghentikam gelak tawanya.
"saya berniat pergi malam ini"Lilly
"pergi? kemana? istirahatlah dulu!" suruh Anderson kepada Lilly karena ia masih khawatir dengannya.
"tidak perlu khawatir aku akan baik baik saja lagi pula tubuhku sudah beregenerasi kok"Lilly
"kamu mau kemana memangnya?"Anderson
"Saya berniat pergi ke hutan kutukan"Lilly
"Eh?!, itu berbahaya!,disana banyak makhluk yang menggunakan sihir terkutuk!"Anderson
Lilly hanya membalas dengan senyuman kecil karena Lilly tidak mungkin mengatakan kalau dia berniat mematahkan segel raja vampir yang mengekangnya.
"Tapi jika itu kemauan mu maka..."
__ADS_1
"Aku akan megantarmu"
terpancar sebuah ketulusan dari mata anderson.
Lilly tentu merasa segan dengan hal itu karena itu akan merepotkan bagi Anderson, alasan Lilly pergi ke hutan kutukan walau keadaannya seperti sekarang adalah karena Lilly sudah menguasai hampir semua daerah hutan dan semua makhluk di sana akan jinak ketika didekati oleh Lilly namun akan berbalik ganas ketika didekati oleh vampir atau manusia yang tidak pernah datang ke daerah hutan terkutuk.
Bahkan penyebab makhluk makhluk disana bisa menggunakan sihir terkutuk adalah karena Lilly yang membagikan energinya kepada para penghuni hutan terkutuk.
"Kamu tidak perlu menganta--"Ucapan Lilly terpotong karena Anderson langsung membungkuk dan berkata
"Aku mohon! aku akan mengantarmu sampai ke hutan kutukan!" teriak Anderson yang langsung membuat Lilly heran.
"Ba-baiklah tapi hanya sampai depan hutan saja ya?"Ucap Lilly dengan penuh paksaan.
"terimakasih..!"balas anderson
"Loh?, yang seharusnya berterima kasih kan aku!" ucap Lilly
"Ma-maaf..," ucap Anderson
"kenapa kamu meminta maaf..?, hahh~!,dasar" ucap Lilly
"Oh iya aku heran kenapa kamu menolongku yang lemah ini..?, aku tidak akan bisa menjadi alat mu loh karena aku lemah..," tanya Lilly
"dulu aku punya seorang guru.., dia bilang kepada ku, jika kamu melindungi yang lemah maka ketika kamu sedang dalam keadaan lemah pasti akan ada orang kuat yang akan datang melindungimu, kata kata itu sangat membekas dihatiku hingga sekarang, dan berkat itu juga aku menjadi peduli dengan orang orang disekitarku," ucap Anderson
'Waahh guru yang baik'Batin Lilly
Dari pagi, menjadi siang, siang menjadi sore dan sore menjadi malam, sang tabib masih belum pulang kerumahnya dan itu menjadi kesempatan besar bagi Lilly untuk bisa pergi keluar dan pergi ke hutan kutukan.
#malam hari
Lilly dan anderson bersiap siap sebelum tabib pulang kerumahnya, tentu saja anderson sudah meninggalkan uang pembayaran perawatan Lilly di ruang kerjanya
"Baiklah ayo kita pergi" gumam Lilly yang sudah berada diluar
"Ayo aku sudah siap"Ucap anderson yang baru saja menutup pintu rumah si tabib
"ayo jalan"Lilly pun langsung berjalan begitu juga dengan Anderson
Lokasi Lilly saat ini tidak terlalu jauh dari hutan kutukan jadi Lilly hanya memerlukan waktu 5 jam untuk sampai di hutan kutukan jika berjalan kaki
'Kekuatan spiritual ku saat ini sangat sedikit tapi sepertinya cukup untuk membawaku terbang sampai setengah jalan'Batin Lilly
"Tuan pegang tanganku"Ucap Lilly sambil mengeluarkan sayap kelelawar nya
'Wa-wah dia kalangan bawah tapi punya sayap sebagus ini'kagum Anderson di dalam hati
'Seharusnya dia tidak akan curiga kepada ku kan? toh Lilly yang dia bunuh adalah vampir tanpa sayap...,"Batin Lilly
Anderson memegang kedua tangan Lilly dan Lilly pun--
*wush!
Lilly membawa anderson terbang.
Kini nyawa anderson ada di tangan Lilly dikarenakan posisi Lilly saat ini berada jauh di atas tanah, jika Lilly ingin maka Lilly bisa saja membunuh Anderson dengan cara melepasnya saat sedang terbang.
namun tentu saja Lilly tidak akan sekejam itu, karena Anderson sudah menolongnya.
"To-tolong pegang aku sekencang mungkin ya.."Ucap yang tanganya sedang tremor alias gemetar.
"Ehehe tentu"Ucap Lilly dengan nada yang mencurigakan
dikarenakan sifat Lilly yang agak ke kanak kanakan Lilly tetap ingin menjahili Anderson walau taruhannya adalah nyawa.
Lilly melonggarkan cengramannya dan itu membuat Anderson sedikit merosot.
"WAAAA!!!!! Clara!!! jangab main main!!" spontan Anderson berteriak karena merasakan kalau dirinya merosot kebawah.
Lilly pun segera memegang Anderson dengan erat seperti semula, dan merasa sangat puas karena kejahilannya berhasil membuat Anderson ketakutan.
"Ehehe maaf tuan"Ucap Lilly sambil sedikit terkekek.
"Huh bikin kaget saja, oh iya jangan panggil aku tuan panggil aku anderson saja"Ucap anderson
'Oh sadar diri juga manusia ini'Batin Lilly yang merasa dirinya lebih layak dipanggil tuan.
"Baik Anderson"Jawab Lilly dengan senyum manis diwajahnya.
__ADS_1
Perjalanan menuju hutan kutukan dipenuhi tawa dari Anderson dan Lilly yang dimana itu adalah moment yang sangat membahagiakan bagi Anderson karena sudah lama dia tidak tertawa, sedangkan Lilly merasa kalau dia menjadi Clara seperti semula, karena semenjak dia masuk ke tubuh Lilly, dia sangat jarang tertawa lepas, karena sifat Lilly itu pendiam karena itulah Lilly yang sekarang harus bisa menjaga kharisma milik Lilly yang dulu yaitu dingin dan pendiam.