
"Aamon ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu"Ucap Lilly dengan tatapan serius
"Apa itu nona?" saut Aamon dengan polosnya.
"Apa yang akan kamu lakukan jika aku membunuh ayahmu?" Ucap Lilly dengan suara lantang.
"Hmmm, tentu saya akan tetap berada di pihak anda, saya juga benci dengan dia, dia tidak pernah memperlakukan ku dengan baik bahkan membunuh ibuku didepan mataku sendiri"Ucap Aamon sambil mengepalkan kedua tangannya
'Eeh..? aku baru tau kalau Raja Vampir sekejam itu'Batin Lilly
'Aneh kenapa aku tidak mendapat ingatan soal hal ini?'Batin Lilly
Lilly terus menerus memikirkan hal itu sampai dia terlihat seperti sedang bengong.
'gawat.., sepertinya aku terlalu banyak basa basi sampai sampai nona jadi bengong' ucap Aamon dalam hati
"Ma-maafkan saya nona saya telah membuat anda bosan"Ucap Aamon sambil memasang senyum canggung.
"Hmmm, tidak apa"Balas Lilly sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
"O-oh iya, saya sudah berhasil menemukan markas pemburu vampir yang menyakiti anda"Aamon mengalihkan topik pembicaraan.
"Lalu?"tanya Lilly
"Jika anda ingin, saya bisa membunuh mereka sekarang juga, atau mungkin saya bisa membunuh pemimpin mereka dulu..."seketika muncul 3 urat yang menonjol di dahi Aamon yang menandakan ia sangat marah saat mengatakan akan membunuh pasukan pemburu vampir yang mengejar Lilly.
'Gawat sepertinya dia bukan orang yang bisa sabar dalam pembunuhan'Batin Lilly
"Tapi mereka cukup kuat loh, mereka saja bisa menyakiti ku"
'Bahkan mereka membunuh Lilly'
Ucap dan batin Lilly
"Anda terlalu merendah diri nona, saat itu anda sedang di ikat oleh sebuah item kuno yang membuat kekuatan spiritual anda terganggu jadi wajar saja" Balas Aamon
"Lagi pula saat saya menjemput anda, anda terlihat baik baik saja di tambah lagi mereka hanyalah manusia lemah"Ucap Aamon yang semakin terlihat marah.
Lilly pun bingung harus bagaimana untuk menghentikan Aamon, supaya dia tidak bertindak gegabah.
'aduh..., bagaimana ya?, jika dia marah pasti dia akan membantai pasukan itu..., hmmmm..., aha!'
Lilly terfikir satu ide.
"Kamu kenapa marah?"Tanya Lilly dengan ekspresi datar dan dingin.
"Bagaimana mungkin saya tidak marah, mereka telah berani menyakiti anda"
"Saya sempat merasakan kekuatan spiritual anda lenyap beberapa saat saya kira terjadi sesuatu kepada anda dan saya kira anda sudah tiada"
"saya begitu lega ketika saya melihat anda sedang terbang di atas langit"Jelas Aamon dengan lantang.
"Lalu?" Lilly memberika tatapan dingin ke Aamon, dan itu membuat Aamon gemetar.
"ma-maafkan saya bila saya lancang...,"ucap Aamon sedikit terbata bata.
"Haaahhh~~" Lilly menghela nafas karena akhirnya ia berhasil menghentikan Aamon.
"Sudah tenanglah.."Lilly menghampiri Aamon, lalu memeluk Aamon dan menepuk nepuk punggungnya.
"Dan juga, aku merasa sedikit aneh sejak kapan anda bisa terbang lagi?"Seketika Aamon menatap Lilly dan melepas pelukan Lilly, dan ekspresinya berubah menjadi serius.
Lilly pun langsung mencoba mencari alasan untuk meyakinkan Aamon, Lilly mengingat ingat masa lalu Lilly Bloodfallen sebelum dirinya mati.
'Ga-gawat nih..., aku harus cari alasan...,'
'tapi setelah mengingat ingat penyebab Lilly mati dan tidak bisa kabur dikarenakan dia tidak bisa terbang dan kekuatannya sedang di segel ya?'
Lilly mencoba mencari ingatan masa lalu.
'Sepertinya ini bisa terjadi karena aku bereinkarnasi ke tubuh ini sama seperti Lilly yang bereinkarnasi ke tubuhku, tubuh kami menjadi baru kembali karena proses reinkarnasi nya' teori Lilly tentang sayapnya itu.
'kalau begitu..., aku hanya perlu bilang ke Aamon kalau...,'
"Aku menggunakan sihir terlarang untuk mengaktifkan nya" Lilly pun berbohong dengan menggunakan alasannya.
"Jika anda bisa melakukan itu kenapa harus jalan kaki? kalau melepas kekuatan sayap anda kan bisa lebih cepat? dan saat saya menawarkan diri saya untuk membawa anda,- anda malah menolaknya"Tanya Aamon yang membuat Lilly berfikir keras
"ditambah lagi anda tidak memberi tahukan tujuan dan alasan anda pergi ke tengah pedalaman"Pertanyaan Aamon yang bertubi tubi membuat kepala Lilly berasap karena tidak bisa mencerna pertanyaan yang di beri Aamon.
'Aaaagghh aku males mikir!'
batin Lilly
"Bisa diam sebentar tidak?"Ucap Lilly sambil berpura pura dingin seperti sebelumnya.
"Maaf kan saya"Jawab Aamon
"Jangan gegabah kau bisa saja mati saat kesana lagian tubuhku ini sudah berubah asal kau tau saja saat ini kekuatan spiritual ku sedang meluap luap"Ucap Lilly sambil mengepalkan tangannya
"Apakah anda ingin latih tanding dengan seseorang?"Tanya Aamon
"Kamu ingin jadi lawanku?"Lilly menjawabnya dengan muka mengejek
"Te-tentu saya tidak berani"jawab Aamon sambil mengambil langkah mundur
"Jangan pergi dulu"ucapan Lilly langsung menghentikan langkah Aamon
"Ke-kenapa nona?" Aamon
"Siapkan air untuk aku mandi"Perintah Lilly
__ADS_1
"Eh? air? tumben sekali biasanya anda lebih suka mandi darah....,"Aamon pun heran dengan permintaan Lilly
'sepertinya diriku yang dulu adalah orang- ah tidak maksudku vampir yang tidak waras' bantin Lilly
"cepat siapkan saja"Tegas Lilly
"baik!"Aamon langsung bergegas menyiapkan air untuk mandi
Later...
#kamar Lilly
"kalau dilihat lagi wajah ini sangat cantik ya?"Ucap Lilly sambil melihat cermin di depannya dan tidak jarang dia mencubiti pipinya sendiri
"Ihi aku cantik sekali"Senyum manis terlihat di wajah Lilly
"Wah..wah..wah, aku baru tau kalau putri Lilly Bloodfallen adalah orang yang suka memuji penampilan diri sendiri"Ucap seorang pria yang berbadan tinggi.
Lilly langsung terkaget karena pria yang ada dihadapannya adalah musuh yang selama ini dia incar.
"Wah..wah..wah, aku baru tau kalau Raja vampir suka sekali menyelinap ke kamar orang...," Lilly mencoba membalas perkataan Raja vampir walau badannya saat ini gemetaran
"kau punya tekat juga untuk membalas perkataanku"jawab raja vampir sembari berjalan perlahan ke arah Lilly.
Lilly yang merasakan ancaman saat raja vampir mendekat, Lilly pun mengambil langkah mundur perlahan.
"Padahal aku sudah mengirim pembunuh untuk membunuh mu tapi kenapa kamu malah masih hidup?"Gumam sedikit- lirih Raja vampir yang tentu saja itu terdengar jelas oleh Lilly karena Raja vampir dengan sengaja mengatakan hal itu.
"Oh maaf ya aku mengatakan hal yang tidak baik"Ucap raja vampir.
posisi Lilly kini terpojok karena dirinya tidak bisa berjalan mundur lagi sebab dirinya sudah mentok di sisi tembok
tanpa pikir panjang Lilly langsung menggunakan kekuatan spiritualnya dan menggunakan sihir basic yang bisa membuat sebuah pedang.
"Rasakan ini!"Teriak Lilly
'Walau aku dulu hanya seorang manusia yang tidak tau berpedang tapi dengan ingatan dan tubuh ini aku bisa mengeluarkan kemampuan berpedangku!'batin Lilly
"Kamu terlalu terburu buru"Raja vampir hanya mengambil satu langkah saja untuk menghindari serangan Lilly.
*Duaarr!!
Raja vampir sangat kaget ketika melihat cendela yang sudah bolong karena terkena hembusan angin dari serangan pedang Lilly dan angin yang dihasilkan dari serangan itu membuat lapangan di depan kastil menjadi kacau dan hancur.
"tadinya aku kesini karena merasakan ada yang aneh, ternyata itu adalah kekuatanmu yang sudah terlepas dari item kuno yang aku tanam"ucap raja vampir.
"Aku heran bagaimana bisa kamu melepasnya bahkan aku sendiri pasti akan kesulitan jika dalam posisimu"
"aku bahkan tidak merasakan adanya kekuatan spiritual dari dirimu tapi kena--, tidak sepertinya kamu menyembunyikan kekuatanmu itu sampai sampai aku tidak menyada--""Ucapan raja vampir terpotong karena Lilly menyerangnya lagi.
"haaa!!!"Teriak Lilly sembari menyerang raja vampir secara membabi buta.
"Kau sedikit keterlaluan Lilly Bloodfallen"
Entah bagaimana caranya tiba tiba raja vampir berada di belakang Lilly.
'aku sedikit muak dengan ini' batin raja vampir.
Raja vampir mencengkram kepala Lilly dengan kekuatan yang luar biasa.
"Aaghh!!"Lilly berteriak karena kepalanya di cengkram oleh tangan raja vampir yang berubah menjadi cakar kelelawar.
"Kamu memang membuat ku terkejut tadi, tapi asal kamu tau kekuatan ku dan kekuatan mu itu jauh berbeda"Bisik Raja vampir ditelinga Lilly.
Lilly berteriak kesakitan karena rasa sakit dari cengkraman raja vampir lebih sakit dibandingkan dengan rasa sakit kepala yang ia alami saat mendapat ingatan dari Lilly Bloodfallen yang dulu.
"percuma kau berteriak aku sudah memasang penghalang, jadi walau ada yang mendengar teriakan mu, orang itu juga tidak akan bisa masuk ke ruangan ini." ucap raja vampir
"Aaaakhh!!!, ra-raja vam-pir!!, ke-napa! kau ingin membunuhku! pa-padahal aku jauh lebih lemah dari mu!!" ucap Lilly yang sedikit terpotong potong oleh teriakan.
"Walau kekuatan mu tidak seberapa bagi ku, tapi di ramalan kamu diceritakan akan membunuhku jadi aku akan menyegel kekuatan mu dan membuatmu mati menderita"
"itulah mengapa dulu aku membantai keluargamu"
Ucap raja vampir sambil menguatkan cengkramannya.
"lagi pula, aku sangat benci dengan mu karena, kau mengambil anaku...," gumam raja vampir sangat.
Saat ini raja vampir sedang merapalkan mantra penyegel untuk menyegel kekuatan Lilly, Lilly berteriak kesakitan dan berharap teriakannya bisa terdengar oleh seseorang.
3 menit berlalu dan kini proses penyegelan hampir selesai.
'sebentar lagi'Batin raja vampir
*Brakk!!
suara pintu di dobrak
"Lepaskan dia!!"Teriak Aamon yang sedang dalam wujud vampirnya
senyuman sedikit terpancar dari wajah raja vampir ketika Aamon mendrobrak pintu kamar Lilly.
"Wah kamu berhasil menjebol penghalangnya ya, anak ku memang hebat"Senyum hangat terpancar dari wajah raja vampir
Tanpa basa basi Aamon langsung melesat kearah raja vampir dan hendak merebut Lilly dari nya.
Tentu saja serangan gampang seperti itu bisa dihindari dengan mudah oleh raja vampir.
"Ck!"Aamon mengecapkan lidahnya karena gagal di serangan pertama.
Kali ini Aamon menyerang dengan kekuatan spiritual nya
__ADS_1
Aamon mengayunkan tangannya dan tiba tiba muncul tiga garis berwarna merah yang dapat memotong apa pun.
namun serangan itu juga berhasil di hindari oleh raja vampir.
Proses penyegelan benar benar hampir selesai saat ini rambut Lilly yang tadinya berwarna putih kini perlahan berubah menjadi hitam.
Aamon yang melihat hal itu pun panik karena jika vampir tidak memiliki cukup kekuatan spiritual/kekuatannya- tersegel seutuhnya, maka vampir itu tidak akan bertahan lama.
"Raja vampir kumohon!! lepaskan nona Lilly!" Aamon yang sudah tau kalau dia tidak akan bisa melawan pun, menggunakan rencana terakhirnya yaitu meminta Lilly dilepaskan dan sebagai gantinya ia akan mengikuti raja vampir.
"Sudah terlambat, saat ini rambutnya sudah menjadi hit--"
"Ayah! aku akan menjadi anak yang baik jadi lepaskan dia!"
Panggilan "ayah" langsung menggoyakan hati raja vampir,raja vampir menghentikan rapalan mantranya dan melepaskan cengkramannya, kini Lilly tergeletak lemas karena hampir semua kekuatannya disegel oleh raja vampir
"Aamon.., apakah kamu tidak akan berkhianat?"tanya raja vampir dengan mata yang berbinar.
"tentu aku tidak akan berkhianat..., tapi!"
"tapi?"
"biarkan nona Lilly hidup!"gerap Aamon
Raja vampir merentangkan kedua tangannya dan tersenyum.
"baiklah, aku akan membiarkannya, jadi peluklah aku sebagaimana seorang anak memeluk ayahnya." ucap raja vampir
Aamon pun berjalan mendekati ayahnya.
Saat Aamon sudah dekat dengan raja vampir, Aamon merapalkan sebuah mantra teleportasi yang hanya bisa di lakukan sekali saja seumur hidup dan meneleportasikan Lilly ke tempat yang diluar jangkauan raja vampir.
Setelah meneleportasikan Lilly kini Aamon memeluk ayahnya dan membatin
'Aku akan membunuhmu suatu saat nanti'
"Ayah aku akan berlatih sesuai keinginanmu tapi jangan ganggu nona Lilly" ucap Aamon yang saat ini sedang bermuka dua
"tenang saja lagi pula saat ini dia hanya vampir yang setingkat dengan manusia"Ejek raja vampir
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ke esokannya saat fajar hampir terbit
"Di-dimana aku...?"Lilly bangun dari tidurnya dan menyadari kalau dia sedang di gang sempit yang amat sepi
"adu-duh sakit sekali kepalaku...."Lilly terus menerus memegangi kepalanya karena masih sakit gara gara dicengkram raja vampir.
" kalau aku bilang aku habis bertarung dengan raja vampir sepertinya tidak akan ada yang percaya"Gurau Lilly
"Matahari hampir terbit aku harus menemukan tempat untuk bersembunyi"Lilly berbicara dengan suara pelan
"Adu-du-duh badanku sakit semua"Lilly merasakan sakit disekujur tubuhnya saat mencoba bangun
"Eh? gadis kecil?"Terdengar suara yang sangat berat dan sangat bergelegar
Pandangan Lilly langsung tertuju ke arah suara
Pria itu berdiri dan memandangi Lilly, seolah olah sedang memperhatikan Lilly dengan seksama.
'dia terluka cukup parah.., kasihan sekali' batin pria itu.
"Nona kecil apakah kamu ingin ikut denganku? aku akan mengantarmu ke tabib terdekat"Ajak pria itu
Alangkah terkejutnya Lilly karena pria yang dia lihat saat ini adalah pimpinan pemburu vampir yang berhasil membunuh Lilly
'Gawat! dia adalah orang yang ada di ingatan Lilly saat dia terbunuh!'
'Aku harus kabur! bisa bisa aku terbunuh disini!'batin Lilly panik padahal saat ini kondisi badan Lilly sangat memprihatikan karena nyaris tidak ada kekuatan spiritual di dalam dirinya bahkan rambutnya yang tadinya putih bagaikan susu kini berubah warna menjadi sehitam arang.
"Sepertinya kamu panik ya? kamu dibuang oleh bangsawan? atau kamu kabur dari perbudakan?"Pria tadi langsung menggotong tubuh Lilly.
'Apakah dia menyadari kalau aku vampir yang telah dia bunuh?!'Batin Lilly.
"Oh iya nama ku anderson nama mu siapa?"Anderson menyebutkan namanya dan memberikan mantelnya untuk menutupi tubuh Lilly yang terasa amat dingin saat disentuh.
Lilly yang tadinya ketakutan sekarang hanya diam karena dia bingung antara harus takut atau menerima bantuannya.
"kalau tidak mau jawab ya sudah tidak apa apa- kok"Anderson mulai berjalan ke tempat tabib terdekat
Fajar mulai menyingsing dan itu adalah bencana bagi Lilly
namun anderson tidak mengarahkan tubuh Lilly ke arah sinar matahari dan malah menutupi seluruh tubuh Lilly dengan mantel ke 2 nya seolah olah anderson tau kalau Lilly bukanlah manusia tetapi vampir.
'A-apa ini, apakah dia tau kalau aku vampir?, tapi aku hanya bisa diam, hanya inilah kesempatan ku untuk bisa selamat.' Lilly hanya bisa pasrah karena jika dia keluar dari kedua mantel yang menutupinya dia bisa mati karena sinar matahari, walau sinarnya hanya sedikit itu tetap berbahaya baginya.
__ADS_1