
FLASHBACK OFF
****
"Bisa cepat dikit ngak pak? soalnya ini udah mau telat." Bicara Vesya sedikit berteriak agar si tukang ojek mendengar omongan nya.
"Iya mbak, sabar. Ini juga kecepatanya sudah di atas rata-rata kok. Keselamatan lebih penting ya mbak. kalau kecelakaan gimana? kan bapak rugi.
mbak juga kalau ada apa-apa sama mbak, gimana? kalau kecelakaan mbak jadi ngak bisa sekolah hari ini ngak ikut pelajaran, kan rugi mbak. Untung-Untung selamat kalau ngak gimana?" timpal pak Salas selaku tukang ojek sambil membayangkan mereka kecelakaan, motor nya rusak, dan harus membayar biaya rumah sakit.
"Alaaaah, cerewet bangeatt sih pak, ya kalau sudah takdir kita untuk kecelakaan mau menghindar bagaimana pun tetap aja akan kecelakaan". kata Vesya
"Kata siapa? takdir kan bisa di ubah mbak, kalau kita mau mencega, berdoa meminta keselamatan pasti kita di jauh..."sebelum menyelesaikan bicara nya, Vesya sudah mencega terlebih dahulu agar pak Salas tidak melanjutkan bicaranya.
"Gini ya pak, mau kecelakaan kek, mati kek, aku fine-fine aja pak, malah kalau bisa milih, hidup atau mati? aku milih mati pak, aku sudah bosen hidup, hidup aku juga ngak guna, ngak bahagia kalau matikan bagus ngak akan rasain seperti ini lagi." ucap Vesya
"sssttt, ngak boleh ngomong gitu mbak Dosa." jawab pak Salas.
"Ngak papa pak, aku sudah terlanjut banyak dosa juga." sahut Vesya sambil tertawa membuat pak Salas bergidik ngeri.
"Seloww bangattt sihh pak... buruan dikit, kalau ngak aku bisa telat kesekolah." Ucap Vesya dengan memukul punggung pak Salas.
" ih ini bapak-bapak tuli apa, udah di bilangin buruan masih aja seloww, aku kerjain ah." Batin Vesya dengan senyum licik nya.
"Berhenti pak.. berhenti.. berhenti.."Ucap Vesya sambil memukul punggul pak Salas. Sontak membuat pak Salas kagettt.
"Dorrtt" Vesya tertanduk pada helm pak talas
"aduh pak bisa bawa motor ngak sih, kalau mau ngeremm itu hati-hati dong" Ucap Vesya kesal.
"Ya mbak gimana mau hati-hati bapak kan kaget refleks langsung ngerem." balas pak Salas tidak terima di salahkan.
"kenapa sih mbak?" Tanya pak Talas.
"mundur pak." *Vesya*
"apa mbak" Tanya pak Salas bingung.
"mundurrrrr.. tuli bangat sih pak" *Vesya*
"loh kenapa? " Tanya pak Salas tambah bingung.
"udah bapak mundur aja, cepatt...argggghh." jawab Vesya kesal.
__ADS_1
Pasrah, pak Salas akhirnya memilih mundur, capek menghadapi Vesya.
Setelah pak salas mundur Vesya langsung mengambil posisi, untuk mengendarai motor pak Salas. Tak ragu-ragu Vesya langsung tancap gas.
"hati-hati mbakkkkk...pelan-pelan ngak usah ngegass.."Teriak pak Salas.
"Aduh pak nyali nya ciuttt bangat sihh, haha." Vesya Tertawa.
"Gimana ngak ciut, mbak bawa motor nya kaya mau ngajak mati." sahut pak Salas yang sudah mulai marah.
Vesya hanya tertawa mendengar jawaban pak Salas
oh iya sekedar info jadi sebenarnya Vesya itu punya motor metic yang lumayan tua, nyalain nya susah butuh waktu, jadi karna Vesya buru-buru akhirnya milih ngojek aja.
.......
Setelah sampai di pintu gerbang sekolah, Vesya langsung turun dari motor dan melihat jam yang ada di tanganya sudah pukul 07:00
"Tuh kan pak, segini aja udah mau telat gimana kalau bapak yang bawa motor, jam delapan kali baru nyampe di sekolah." Ucap Vesya kesal karna terlambat.
"lah, yang salah siapa? yang di omelin siapa? seharus nya kamu bersyukur bapak mau ngatarin kamu, dengan sikap kamu begini, tukang ojek lain pasti sudah nurunin kamu di tengah jalan." balas pak Salas ngak terima di salahkan.
"Berisik" Ucap Vesya pergi meninggalkan pak salas.
"ngak mau, kan yang bawa motor aku, terus karna tadi bapak ngajak aku ngomong terus, aku jadi telat nyampe ke sekolah, fikss ini salah bapak, jadi sebagai gantinya aku ngak mau bayar. oke deal ya pak, by by." kata Vesya sambil berlari kecil menuju ke arah kelas nya dengan melambaikan tangan nya tanpa menoleh ke arah tukang ojek itu.
"astagfirullah ada aja ya manusia seperti dia di dunia ini, apa dia pikir nyari uang itu gampang, dia tidak di ajari tata krama sama orang tua nya atau dia yang nakal. "kata pak Salas dengan suara tinggi, dengan raut wajah tak bersahabat(kesal).
"Berpaa pak." Tanya Reyhan pada pak Salas
Reyhan yang kebetulan lewat, berhenti melihat pertikain mereka, dan karna Vesya tidak membayar harga ojek nya, akhirnya mengungah jiwa Reyhan untuk menghampiri pak Salas(tukang ojek).
"Apa nya yang berapa mas?" Tanya pak Salas dengan raut wajah kebingungan.
"Itu harga ojek cewek yang bapak antar tadi. " Sahut Reyhan.
"Oh cewek nakal tadi, cuma 10 ribu mas, emang kenapa? mas nya mau bayarin? " Tanya pak Salas selaku tukang ojek yang mengantar Vesya ke sekolah tadi.
"Iya"kata Reyhan sambil mengeluarkan selembar uang 50 ribu dari dompet nya dan memberikan uang tersebut pada pak Salas.
"Ini kembalian nya mas. " kata tukang ojek sambil mengyodorkan tangan nya ke arah Reyhan.
"Ngak usah pak ambil aja semuanya." Jawab Reyhan.
__ADS_1
"Ngak usah mas. " Tolak pak Salas.
"Ngak papa pak ambil aja, aku iklas kok, itung-itung sedekah." Ucap Reyhan pada pak Salas sambil tersenyum lebar menandakan bahwa dia benar-benar iklas.
"Kalau gitu Terima kasih ya mas, semoga lancar rezekinya.
"Aaamiiin." Sahut Reyhan.
"Makasih ya pak doa nya, makasih juga udah ngantarin cewek tadi ke sekolah."
"Emang nya cewe tadi apa nya mas? Adik nya? " tanya pak Salas (kepo).
"Bukan pak, dia bukan adik ku, emang nya muka kita ada kemiripan?" Tanya Reyhan pada pak Salas.
"hehe, iya juga sih, dari sifat aja udah beda ngak mungkin dia adik nya mas, loh nakal begitu, berbanding terbalik sama mas nya.
"Tapi kenapa mas nya mau bayarin, dan mengucapkan terima kasih padahal kan cewe tadi bukan apa-apa nya mas." Tanya pak Salas Bingung.
"Bukan apa-apa sih pak, cuma mau meluruskan pertikaian aja, agar bapak ngak dendam sama cewek tadi dan bapak ngak rugi juga. Sekalian aku mengucapkan terima kasih untuk mewakili cewek tadi." jawab Reyhan.
"Oh gitu." Sahut pak Salas dengan menganggukan kepalanya bertanda banhwa dia mengerti.
"sungguh mulia hati anak ini, dia sangat baik, orang yang tidak di kenal saja dia nolongin. " Batin pak Salas.
"kalau boleh bapak kasih saran sih, mas nya harus hati-hati, karna zaman sekarang kebaikan seseorang bukan nya di balas dengan kebaikan malah di manfaatin."
"Iya pak makasih saran nya. " Ucap Reyhan tersenyum.
"Ya udah bapak lanjut mengojek dulu, sekali lagi makasih ya mas, rezekinya." *pak Salas*
"Iya pak sama-sama." Ucap Reyhan tersenyum sambil memandangi kepergian pak Salas.
____________~~~_____________
CAST PEMERAN UTAMA
#Vesya Verandita
#Reyhan altara resstu
__ADS_1
DUKUNGAN DARI KALIAN ADALAH SEMANGAT KU. JANGAN LUPA DI LIKE, TIP NYA JUGA. TERIMAH KASIH. 😊