BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
DI RUMAH REY


__ADS_3

"Arrghh...Lepas!." Ucap Vesya sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Rey.


"Santai saja, aku juga akan melepaskan mu. Cepat masuk, aku ada urusan penting. Jangan buang-buang waktuku dengan sia-sia. " Sahut Aris lalu masuk mobil.


"Hah, hey..Siapa yang buang-buang waktu mu dengan sia-sia. Terus kenapa kamu menyuruh ku untuk masuk mobil mu. Jangan-jangan kamu ini penculik, dan tadi kamu datang tiba-tiba entah dari mana. Sudah jelas kamu pasti ingin menculik ku. Memer.... Belum sempat Vesya menyelesaikan bicara nya, sudah di jegat terlebih dahulu oleh Rey.


"Jangan cerewet, buang pikiran kotor mu itu. Siapa juga yang mau menculik mu, kamu itu bukan selerah ku. Kamu pikir aku menolong mu tadi karna aku menginginkan mu, jangan berkhayal." Imbuh Rey yang mulai geram.


"Lalu kalau bukan untuk menculik ku kenapa kamu menolong ku. Kamu kan tidak mengenal ku. Aku juga tidak meminta pertolongan mu tadi. Kamu yang menyelinap sendiri." Tanya Vesya dengan mengeryitkan dahi nya.


"Entah kenapa aku juga tidak tau, kenapa tadi aku harus menolong nya. Padahal sebelum nya sering aku menemukan hal seperti itu, tapi aku tidak berniat untuk menolong nya sama sekali. Ah, aku tau ini kan beda. pasti ini karna yang bermasalah itu Aris. kalau bukan Aris aku juga pasti tidak akan menolong bocah ini. Lagi pula aku tidak menolong nya aku cuma mau memperingati Aris." Tanya Rey pada pikiran nya sendiri.


"Woy... Kenapa melamun, bukan nya jawab." Imbuh Vesya sambil melambai lambaikan tangan nya ke wajah Rey.


"Emang nya menolong orang harus butuh alasan. Lagian tadi aku juga tidak menolong mu. Aku cuma mau menperingati P********T tadi. Cepat masuk aku tidak punya waktu berdebat dengan mu." Imbuh Rey.


"Hah, kenapa Pak Aris dia sebut p********t. Sebenar nya kenapa dengan orang ini. Aku semakin tidak mengerti. Siapa sih dia. Terus apa hubungan nya dengan Pak Aris. Keliatannya mereka akrab. Tapi kenapa tadi mereka seolah-seolah seperti bermusuhan." Batin Vesya.


"Cepat masuk." Ucap Aris kesal.


"Untuk apa kamu menyuruh ku masuk mobil mu." Tanya Vesya bingung.


"Aku akan mengantar mu pulang." Ucap Aris, pusing menghadapi Vesya.


"Aku kan tidak meminta mu mengantar ku. Trus, emang nya kamu tau di mana rumah ku." Tanya Vesya.

__ADS_1


"Argh, berbicara dengan bocah yang tidak dewasa ini bikin pusing." Batin Rey.


Karna Vesya tak kunjung masuk. Rey pun keluar dari mobil dan mendorong Vesya masuk mobil.


"Woy.. Kenapa kamu memaksa ku aku kan ngak mau di antar. aku juga tidak memintamu." Timpal Vesya kesal karna di paksa masuk oleh Rey.


Rey tidak menghiraukan perkataan Vesya. Ia langsung masuk mobil. Dan melihat Vesya yang tak memasang sabut pengaman, Ia berniat untuk memasangkan.


"Apa yang mau kamu lakukan, kenapa kamu mendekatiku." Ucap Vesya sambil menjauhkan tubuh nya karna Rey mendekatinya.


Rey tak menghiraukan Vesya. Ia langsung memasangkan sabut pengaman untuk Vesya. Ketika selesai memasangkan Ia bangun dan menatap wajah Vesya. Vesya juga menatap Wajah Rey. Jarak wajah Vesya dan Rey sangat dekat. Hingga Vesya bisa merasakan hangat nya nafas Rey. Seketika pipi Vesya berubah menjadi merah semu.


"Fiktor." Ucap Rey memecah keheningan di antara mereka, dengan mendorong dahi Vesya pakai jari telunjuk nya. Lalu menjauhkan tubuh nya dan duduk pada kursi yang harus ia duduki.


"Hah, apa maksud mu." Tanya Vesya, seketika menahan malu ketika menyadari kejadian yang baru terjadi tadi.


"Bukan aku yang fikiran nya kotor tapi kamu." Ucap Vesya tak terima.


Rey hanya diam dan langsung melajukan mobil nya. Vesya yang melihat Rey hanya terdiam. Ia juga memilih untuk diam saja, karna sebenar nya dia juga sudah capek berdebat.


"Di mana Rumah mu." Tanya Rey memecah keheningan tanpa menoleh pada Vesya.


"Dimana rumah mu." Tanya Rey kembali. Karna tak mendapat jawaban Ia langsung menoleh ke arah Vesya.


"Astaga ternyata dia tertidur. Tadi juga aku lupa menanyakan arah rumah nya. jadi aku harus mengatar nya kemana?, rumah nya saja aku tidak tau." Batin Rey saat melihat Vesya yang sudah masuk kedunia mimpi.

__ADS_1


Rey membangunkan Vesya beberapa kali, tapi Ia tak bergeming. Malah, hanya mengeliat kan badan nya dan lanjut tidur kembali. Karna Ia melihat Vesya tidur nyenyak, membuat Rey enggan untuk membangunkan nya. Dia berpikir bahwa Vesya saat ini sedang capek dan jika membangunkan nya itu mungkin akan mengganggu nya.


Karena Vesya tidak bangun-bangun juga. Dan Rey tidak tau harus mengantar Vesya kemana. Ia pun berencana mengantar Vesya untuk sementara kerumah nya dulu Setelah Vesya bangun baru Ia akan mengantar Vesya pulang kerumah nya.


"Ini orang, apa kebo. Tidur nya lelap sekali, Di gendong pun dia tak bergeming." Ucap Rey sambil menggendong Vesya keluar dari mobil lalu masuk kerumah nya dan menidurkan Vesya di kamar tamu.


Setelah membaringkan Vesya di ruang tamu. Rey langsung melangkah pergi meninggalkan Vesya dan menuju kamar nya. Ia mebuka jas milik nya dan meletakan di atas kasur. Lalu masuk ke kamar mandi untuk membersikan tubuh nya.


"Cewek itu sebenar nya makan apa? kenapa tubuh nya sangat ringan dan dia terlihat kurus. Oh iya, dia kurus pasti bukan karna salah makanan tapi karna hidup nya yang terlalu dibikin susah. di ajak bicara baik-baik saja Ia balas nya sampai ngegas." Batin Rey sambil menikmati air hangat yang di isi nya di Bathup.


****


"Huaam.." Vesya bangun dari tidur nya dam menggeliatkan badan nya sebelum Ia beranjak bangun.


"Aku di mana?. Inikan bukan kamar ku. fasilitas nya mewah begini. Apa aku sekarang bermimpi." Ucap Vesya bingung ketika bangun dan melihat itu bukan kamarnya.


"Aku bermimpi yah." Ucap Vesya lagi, sambil menyubit pipi nya.


"Aww, sakit, Berarti ini bukan mimpi, terus aku dimana sekarang." Ucap Vesya bingung lagi ketika menyadari itu bukan mimpi melainkan nyata.


Vesya pun beranjak bangun dan keluar untuk mencari tau.


"Wah, ini rumah atau istana." Kagum Vesya saat melihat isi rumah.


"Tapi kok kaya ngak ada orang, sunyi sekali. masa sih rumah mewah begini ngak ada penghuni nya. terus siapa yang membawa ku kesini." Batin Vesya sambil mengingat-ngingat. Ia lupa kalau tadi itu habis ada masalah dengan Pak Aris, dan ada orang yang tidak di kenal nya menolong nya. dan menyempatkan diri untuk mengantar nya.

__ADS_1


"Ahhhh....." Teriak Vesya saat memasuki kamar Rey dan melihat Rey yang baru keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Ia pun membalikan badan nya dan menutup mata pakai tangan nya.


Rey juga kaget melihat keberadaan Vesya, Yang tiba-tiba ada di kamar nya. Apa lagi dengan situasi Rey yang baru selesai mandi dengan bertelanjang dada.


__ADS_2