BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
TUNANGAN BOONGAN


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju ke kantor, Rey berbicara dengan Hendra, melalui telepon. Mereka membahas tentang pekerjaan di kantor. Kalau masalah pekerjaan Rey memang selalu teliti. Ia tidak ingin ada kesalahan atau yang terlewati dalam menangani perusahaan Papa nya.


Seusai berbicara dengan hendra. Rey kembali fokus untuk mengemudi dan di pertengahan jalan, Ia melihat dua orang yang sedang beradu mulut.


"Bukan nya itu si P********T tadi. Sama siapa dia? apa itu pacar nya? jadi dia memutuskan Amarah karna cewek itu. Haha, selerah mu sekarang berubah. Tapi cewek itu kaya nya aku kenal. Tunggu...bukan nya...itu cewek yang tidak membayar harga ojek nya tempo hari. Ucap Rey dalam mobil, sambil melihat ke arah Aris dan Vesya. Dan Ia menghampiri mereka untuk menuntaskan rasa penasaran sekaligus untuk memperingati Aris.


---[]---


"Sya, Vesya, berhenti!!" Ucap Aris geram karna Vesya tak menghiraukan panggilan nya.


Vesya masih terus berjalan dan tidak menghiraukan Pak Aris.


"Vesya Verandita!!. Apa begitu cara mu menghargai Guru mu." Ucap Pak Aris geram dan menggunakan senjata kata Guru agar Vesya berhenti.


"Apa lagi sih Pak. Saya sibuk, Saya tidak ada waktu untuk melayani Bapak."Ucap Vesya kesal.


"Gue ngak ke sekolah, agar ngak ketemu sama Pak Aris. Tapi kenapa malah ketemu di sini sih." Batin Vesya kesal.


"Kenapa kamu ngak masuk sekolah?." Tanya Pak Aris.


"Lah, Bapak sendiri kenapa ngak masuk sekolah?." Tanya Vesya balik.


"Saya kan sudah jadi Guru, ngak kesekolah pun gaji tetap berjalan. Tapi kamu, masih berstatus sebagai siswa yang sebentar lagi ujian. Tidak kesekolah sehari saja itu bisa berdampak pada nilai mu." Timpal Aris.


"Tapi kan Bapak ada kewajiban untuk mengajar Siswa. Lagian ya Pak seharus nya Bapak kan tidak kaget melihat Saya tidak kesekolah, inikan bukan yang pertama kali nya Pak. Saya sering tidak kesekolah. Bahkan kesekolah pun pasti ujung-ujung nya Saya akan bolos juga. "Sahut Vesya tak mau kalah.


"Saya ada urusan tadi." Ucap Aris.


"Saya ngak nanya Pak. Kalau ngak ada yang Bapak mau tanyakan lagi, Saya pamit sekarang. Melayani Bapak buang-buang waktu saja." Imbuh Vesya.


"Sopan sedikit pada Guru mu. Atau aku akan mengurangi nilai mu." Ucap pak Aris mengancam.

__ADS_1


"Apa.. Bapak mau ngurangin nilai Saya. Silahkan Pak. Saya juga ngak butuh nilai dari Bapak. Truss, sopan pada guru?. Gimana Saya bisa sopan Pak. Bapak saja ngak sopan sama Saya, selalu ganggu Saya." Apa itu bisa di namakan sopan juga Pak." Ucap Vesya kesal.


"Arghh, Berbicara dengan bocah ini memang butuh tenaga. Kenapa juga aku harus jatuh hati pada anak ini. Sikap nya saja masih kaya anak TK Paud." Batin Aris.


"Okey.. Saya akan membiarkan kamu pergi. Tapi setelah kamu mendengarkan perkataan Saya." Imbuh Aris.


"Apa lagi sih pak?" Tanya Vesya kesal.


"Menikah lah dengan ku. " Ucap pak Aris dengan memegang tangan Vesya.


" Ngak usah pegang-pegang." Ucap Vesya penuh penekanan, dan menepiskan tangan nya yang di pegang Pak Aris tadi.


Saya kan sudah bilang Pak. Saya tidak mau menikah sama Bapak. Kenapa Pak Aris memaksa begini."


Rey yang sedari tadi menghampiri mereka, tak sengaja mendengar perdebatan mereka. Aris dan Vesya tidak menyadari keberadaan Rey.


"Oh, jadi begini cara mu memaksa seseorang agar Ia mau dengan mu. Jangan-jangan begini juga cara mu mendapatkan Amarah dulu." Ucap Rey tersenyum licik.


"Hah, kamu ini parasit atau apa?. Selalu saja mengganggu. Oh tidak, lebih tepat nya jel*****ng karna kamu selalu datang meskipun tak di undang sekali pun." Timpal Aris kesal melihat Rey apalagi mencampuri urusan nya sama Vesya.


"Dan ingat ini tidak ada sangkut paut nya dengan Amarah. Apa kamu ini belum bisa move on. Kenapa setiap Kita beradu mulut nama Amarah selalu kau sebut, bukan nya kamu tadi bilang kamu tidak ingin membahas masalalu lagi." Ucap Aris memojokan Rey.


"Apa? kamu bilang aku belum bisa move on. Haha salah. Perasaan ku pada Amarah sudah hilang melayang. Aku membahas nya hanya untuk mengetes mu. Bagaimana reaksi mu jika aku membandikan sikap mu barusan dengan cara mu mendapatkan Amarah." Ucap Rey membalas.


"Lalu kenapa kau mencampuri urusan ku dengan cewek ini. Apa kamu tau dia ini siapa?." Tanya Aris pada Rey.


"Sebenarnya mereka ini kenapa sih, apa mereka saling kenal?. Kenapa sejak kehadiran orang ini suasana nya semakin kacau, bukan nya tadi Pak Aris berdebat dengan aku. Tapi, kenapa malah mereka yang semakin heboh begini. Mending aku pergi aja, ini juga kesempatan aku untuk kabur dari Pak Aris." Batin Vesya dan berjalan pelan layak nya seperti seorang pencuri yang tidak ingin ketahuan.


"Oh, Cewek ini jelas aku tau siapa dia. Dia kan tunangan ku. Dan, sebentar lagi kita akan menikah. Iya kan sayang." Tanya Rey Pada Vesya sembari menoleh ke arah Vesya yang sudah berjarak dua langkah dari Aris dan Rey.


Vesya yang sudah berencana pergi itu tiba-tiba berhenti mendengar perkataan Rey. Dan Ia masih mematung dengan posisi semula tanpa menoleh ke arah Aris dan Rey.

__ADS_1


Rey yang melihat Vesya tak bergeming dari posisi nya, dan tak menjawab perkataan nya. Ia langsung bergerak melangkah kearah Vesya.


"Iya kan sayang." Tanya Rey pada Vesya sambil memeluk bahu Vesya dan membalikan tubuh mereka ke arah Aris dan Rey tersenyum licik ketika melihat Ekspresi wajah Aris yang kesal.


"Hah." Lagi lagi Vesya terkejut mendengar perkataan Rey.


"Jelas kan pada Pria ini kalau kamu itu tunangan ku dan sebentar lagi kita akan menikah." Ucap Rey dengan mencengkram bahu Vesya sedikit memberi isyarat agar Ia mau membantu nya membohongi Aris.


"Oh, ya.. Iya..kami sudah tunangan dan kami akan menikah. Ini salah satu alasan nya kenapa saya menolak bapak, karna saya sudah punya tunangan yang sangat saya cintai." Ucap Vesya sambil mencubit pipi Rey dengan kuat Ia berniat untuk membalas cengkraman Rey tadi.


"Kamu sudah dengar kan, jadi berhenti mengganggu nya. dulu memang kamu menang, bisa merebut Amarah dari ku. Tapi sekarang, jangan harap akan hal itu lagi. Karna usaha mu akan sia-sia. Kami akan menikah. Tenang saja walaupun aku membencimu sekarang tapi aku masih berbaik hati, aku akan mengundang mu di pernikahan ku nanti. Ucap Rey tertawa.


"Apa kamu pikir aku ini bodoh, sehinggah kamu bisa membodohi ku. Dia ini murid ku. Dia masih sekolah, dan tidak lama lagi dia akan ujian. Bagaimana mungkin dia menikah dengan mu sedangkan dia masih berstatus sebagai siswa. Terus kalau memang kalian sudah bertunangan di mana cincin tunangan kalian." Timpal Aris.


"Emang kenapa kalau dia masih berstatus sebagai siswa. Apa ada larangan untuk menikahi gadis SMA? tidak ada kan. Lagi pula aku tidak sebodoh itu. Aku akan menikahinya nanti setelah dia lulus. dan cincin tunangan kami ada di tempat yang sangat aman. Sengaja kami tidak memakai nya, karna kamu tau sendiri kan calon istriku ini masih sekolah. Jadi aku tidak ingin dia memakai nya dulu, agar teman sekolah nya tidak banyak bertanya pada nya. " Ucap Rey tersenyum licik merasa berhasil membodohi Aris.


"Cih.. ternyata selerah mu sekarang yang pucuk ya." Ucap Aris mengejek.


"Lalu, apa bedanya dengan kamu. Bukan nya kamu juga suka sama tunangan ku. Aku tau kau berbicara seperti itu hanya untuk mengejek ku kan. Dan kamu cemburu karna sebentar lagi kita akan menikah." Timpal Rey.


"Dia masih berstatus sebagai tunangan mu. Belum jadi istri mu. Jadi selama jalur kuning belum melengkung, kesempataan ku untuk mendapatkan dia masih sangat besar." Imbuh Aris yang tak mau kalah.


"Haha, bermimpilah, dan cobalah, kalau kamu bisa aku akan sujud di kaki mu." Ucap Rey menantang.


"Dan ingat jangan perna mengganggu Mita. Jangan perna temui dia. Jika aku melihat kamu mengganggu nya, dan menemuinya aku akan menghabisi mu.


Ayo sayang kita pergi, meladeni orang ini buang-buang waktu saja." Ucap Rey sambil menarik tangan Vesya menuju ke mobil nya.


"Hey...Bukan aku yang menggangu adik mu, tapi adik mu yang mengganggu ku. Dan ingat ini, Amarah saja bisa ku rebut dari mu apa lagi tunangan mu itu." Ucap Aris sedikit berteriak, karna jarak dia dengan Rey tidak memungkinkan jika harus berbicara santai. Bisa-bisa Rey tidak mendengarkan perkataan nya.


Budayakan habis membaca tinggalkan like ya, comment, tip nya juga, dan saran kalian juga aku tunggu. biar Author makin semangat nulis nya.😊 Happy readings.

__ADS_1


__ADS_2