
kicau burung bersautan mengiringi pagi yang cerah kala itu. waktu sangat cepat berputar. Tak terasa sekarang waktu sudah pukul 07:00 AM, untuk anak sekolahan sekarang sudah waktunya apel pagi, tetapi Vesya belum juga bangkit dari tempat tidur nya. Bi inah yang sedari tadi tidak melihat Vesya, keluar dari kamar nya, untuk ke sekolah, akhirnya memutuskan untuk memgecek di kamar.
"Tok.. tok.."Bi Inah mengetok pintu kamar Vesya.
Non, apa Non ada di dalam.
"Iya bi." Sahut Vesya sembari bangkit dari tidur nya, dan menuju pintu kamar, untuk menemui bi Inah.
Sebenarnya, Vesya sudah bangun dari tidurnya sejak jam 06:00, karna mendengar suara alarm dari ponsel nya, akan tetapi ia, memilih untuk tidur-tiduran/rebahan di kamarnya, karna hari ia sudah berencana untuk tidak kesekolah.
Maksud bi Inah datang ke kamar Vesya, untuk mengecek sekaligus menanyakan kenapa jam segini Vesya belum juga berangkat ke sekolah. Dan Vesya memberitau bi Inah bahwa dia tidak akan ke sekolah hari ini dengan alasan tidak enak badan. Padahal alasan sebenarnya dia tidak kesekolah karna malas ketemu pak Aris dan bingung bagaimana cara menghadapi guru nya itu setelah kejadian kemarin.
" Oh gitu Non, yaudah bibi pamit lanjutin masak dulu. Kamu istrahat aja di kamar, nanti bibi bawain kesini sarapan pagi nya."
"Iya Bi makasih." Ucap Vesya tersenyum. Lalu melangkahkan kaki kembali ke kasur nya, untuk melanjutkan rebahanya. Selang beberapa menit Nina menelpon Vesya.
"Sya, kenapa lho ngak kesekolah hari. " Tanya Nina penuh introgasi.
"Gue sakit. " Jawab Vesya bohong.
"Hahaha, alasan lo pikir bisa bohongin gue. Pasti lho ngak kesekolah karna, Pak Aris kan."
"Nah itu lho tau, kenapa masih nanya juga. " Imbuh Vesya kesal pada sahabat nya, Ia sudah tau alasan Vesya tidak ke sekolah tapi masih juga pura-pura bertanya.
"Lagian, kenapa sih lho, ngak mau ke sekolah ngak bilang-bilang dulu sama gue." Ucap Vesya pura-pura merengek.
"Emang nya kalau gue bilang sama lho, lho juga ngak mau ke sekolah." Tanya Vesya.
"Ngak." Jawab Nina dengan polos nya.
"Benaran nih, apa kata teman-teman kelas ya, Seorang Nina juara kelas ngak kesekolah karna ikut sahabat nya yang tidak kesekolah. " Imbuh Vesya mengejek.
"Lagian, Sunyi Sya skolah ngak ada loh." Timpal Nina.
__ADS_1
"Emang nya pacar lho, Ferdi kemana, biasa nya juga kalau gue ngak kesekolah, atau lagi bolos, lho main nya sama Ferdi."
Woy...Nin kenapa diam aja, Jawab kek. " Teriak Vesya ketika tidak mendengar jawaban dari Nina.
"Ah, ng..ngak Sya, udahan ya guru nya udah datang nih." Ucap Nina bohong, untuk menghindari pertanyaaan Vesya, karna ia lagi malas membahas Ferdi.
"Idihh ngak sopan, langsung main matiin telponya sepihak." Ucap Vesya.
Seusai bicara dengan Nina, Vesya langsung melahap sarapan pagi yang di antarkan bi Inah tadi di kamarnya, dan selesai sarapan ia masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badan nya.
****
Hari ini Rey tidak ke kantor, karna ia ada janji semalam untuk mengantar Mita jalan-jalan. Ia sudah memberi tau Hen, bahwa hari ini ia tidak ke kantor, dan memberi tau hen, untuk mengatasi pekerjaan di kantor.
Seusai mandi Rey keluar dari kamar mandi, langsung ke lemari pakaian, ia memakai setelan baju informal hari ini, dengan baju kaos berwarna putih, dan celana pendek selutut berwarna hitam. Selesai memakai baju ia menuruni anak tangga, menuju ke mobil nya, untuk pergi menjemput adiknya ke rumah mamanya. ia membawa mobil nya sendiri tanpa menggunakan sopir karna itu kemauan adiknya.
Setibanya di rumah, Rey langsung masuk dan di sambut hangat oleh Mia dan Arman . Mia dan Arman saat itu berada di ruang tamu, sengaja menunggu putra nya datang.
"Ma..Pa.." Rey menyapa Mia dan Arman. Rey menghampiri mama dan papa nya, tak lupa ia juga mencium punggung tangan mama dan papa nya itu. Seusai Menyalimi tangan kedua orang tuannya Ia langsung mengambil posisi duduk di samping mamanya.
"Ma, Rey juga kangen, tapi mama kan tau Rey sibuk mengurusi kantor papa." Sahut Rey.
"Itu juga untuk masa depan mu Rey. " Imbuh Arman, seraya tak terima jika urusan kantor di jadikan alasan.
"Iya, pak Rey tau." Sahut Rey.
Bi Ani membawa Nampan berisi Teh hijau dan biskuit ke ruang tamu. Ini Tuan, nyonya, Tuan muda, Teh nya.
"Iya simpan aja di meja bi." Ucap Mia.
Arman dan Mia langsung menikmati Teh yang di bawakan Bi inah tadi. Sedangkan Rey sibuk dengan ponsel nya.
"Hey, Bocah ke ruang tamu sekarang, aku sudah di rumah mama, jangan buat aku menunggu. " Rey mengirimkan pesan pada Mita. Karna sedari tadi mita belum juga nongol.
__ADS_1
"ha.. tidak di balas, apa anak ini mengerjaiku. " Batin Rey kesal karna Mita tak membalas pesan nya.
"Ma.. mita di mana? hari ini aku ada janji sama mita untuk mengatar dia jalan-jalan." Rey bertanya pada Mia.
"Mita tadi keluar di antar sama pak Surya. Katanya ada orang yang harus dia temui hari ini. " Ucap Mia.
"Apa...anak itu..apa dia mengerjai ku katanya dia mau jalan-jalan dan meminta ku untuk menemani nya, tapi kenapa sekarang dia keluar bersama pak surya dan tidak mengabari ku." Ucap Rey marah.
"Papa yang menyuruh nya. "
"Maksud papa?." Tanya Rey bingung.
"Papa yang menyuruh Mita untuk menyuruh mu datang ke sini dengan alasan untuk menemani nya jalan-jalan.
Papa ingin kamu menikah segera Rey. Ucap Arman spontan to the poin.
"Papa menyuruh mita untuk membohongi Rey agar Rey datang kesini hanya untuk membicarakan hal bodoh ini." Ucap Rey Kesal.
"Papa akan menjodohkan mu, dengan anak teman papa, dia berasal dari keluarga yang terpandang, dia anak konglomerat, dia cantik, cocok untuk kamu, papa ingin kamu menikah segera." Ucap Arman dengan meninggikan suara nya.
"Rey ngak mau pa... Rey ngak suka di jodohkan Rey juga belum kepikiran untuk menikah, pernikahan itu hal yang serius pa.. jadi butuh kesiapan yang matang dan Rey belum siap akan hal itu. Rey mau menikah dengan pilihan Rey sendiri tanpa campur tangan dari papa." Ucap Rey marah.
"Rey bicara yang sopan pada papa mu, mama tidak perna mengajari kamu untuk berbicara kasar pada orang tua." Imbuh Mia menegur Rey.
"Maaf Ma.. tapi ini sudah kelewatan batas, apa ini bagian dari rencana mama juga." Tanya Rey pada Mia.
"Rey, papa sama mama, hanya menginginkan kamu untuk segera menikah, agar mama sama papa bisa menimang cucu secepat mungkin. toh umur kamu juga sudah cukup untuk menikah." Ucap Mia.
"Tapi, Ma...Rey ngak suka di jodohkan, Rey berhak memilih siapa yang harus menjadi pendamping Rey. Rey pamit Ma... Rey sibuk banyak pekerjaan di kantor." Rey memilih untuk pergi sekarang karna malas membahas lebih panjang permintaan papa dan mama nya itu. Rey langsung saja melangkahkan kaki untuk keluar rumah. Tapi langkah nya Terhenti karena Arman meneriaki nya.
" Rey, papa memberi mu waktu satu minggu untuk mencari perempuan idaman kamu yang ingin kamu nikahi, kalau dalam jangka seminggu kamu belum menemukan, maka papa tidak segan-segan akan menikahkan mu, dengan anak teman papa."Ucap pak Arman berteriak.
Rey mendengar kan ucapan papa nya tanpa menoleh, dan langsung beranjak pergi setelah mendengar perkataan papa nya.
__ADS_1
"Papa pikir aku ini tidak bisa menemukan perempuan dalam jangka waktu seminggu. semenit saja aku bisa kalau aku mau. " Ucap Rey marah. sambil melajukan mobil nya tanpa tujuan.