BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
BAB EMPAT LAMARAN PAK ARIS


__ADS_3

Seperti biasa, setiap jam istrahat Vesya dan Nina langsung cus kekantin. Sesampainya di kantin, Mereka langsung duduk di tempat di mana biasanya mereka duduk.


"Bu, seperti biasa ya." Ucap Vesya dan Nina bersamaan. Mereka selalu kompak kalau masalah makanan.


Bu Tanti pun mengiyakan dengan menganggukan kepala nya tersenyum kearah Vesya dan Nina. Bu tanti langsung mengerti dengan ucapan Vesya dan Nina, karna ucapan mereka berdua memang tidak perna berubah.


"Ini pesanan nya gadis-gadis cantik" Ucap bu tanti tersenyum.


"Makasih bu,"jawab mereka bersamaan dengan menepiskan senyuman termanis mereka ke arah bu Tanti.


Mereka langsung melahap bakso yang di pesan nya tadi. Sambil mengbrol kan hal-hal yang terjadi di sekitaran mereka.


"Eh, Nin ceritain dong, gimana hubungan lo sama ferdi. tadikan di kelas lo belum ceritain gue masalahnya apa sampe lo melo gitu. " Tanya Vesya.


"Udahlah Sya, gue lagi ngak mau bahas ini." Jawab Nina lirih, berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh itu.


"Okey, maaf, udah ngak usah melo lagi." Vesya merasa kasihan sama sahabat nya itu, karna Ferdi selalu menyakiti hati sahabatnya.


"Awas aja lo Fer, kalau gue ketemu lo, gue bakal kasih lo pelajaran."Batin Vesya geram.


"Oh, Iya Nin, gue lupa cerita sama lo, jadi tapi pagi gue ada insiden." Ucap Vesya.


"Insiden apa? di marahin lagi sama pak Mamang?, atau di panggil di ruang BK lagi? makanya jangan na.... Belum selesai Nina berbicara, Vesya sudah memotong pembicaraan nya."


"Ehhh,, sotoy lo, bukan itu kaleee, emang nya hidup gue berputar nya hanya di situ-situ doang. Ucap Vesya.


"Yaa kalii, biasanya memang gitu." sahut Nina.


"Bukan, kali ini beda, jadi tadi pagi.......


Vesya menceritakan semua kejahilanya tadi pagi sama tukang ojek."

__ADS_1


"Ih parah lo Sya, kasihan tau tukang ojek nya, mana dia sudah tua lagi, coba gimana kalau dia kerja untuk menafkahi istri dan anak nya dan lo tega ngak mau bayar, Dosa besar lo Sya." Ucap Nina.


"Idihhh, kaya lo Ngk punya dosa aja." Vesya bergidik ngeri mendengar penuturan sahabat nya itu.


"Gini ya, sebenarnya gue itu mau bayar, tapi ngak ada uang pas. Coba kalau gue bayar, trus bapak nya ngak ada kembalian, gue di suruh nunggu, bapak nya mau ke warung depan sekolah untuk tukar uang, kan butuh waktu lama, bisa telat gue ke kelasnya, kan rugi ngak ikut pelajaran kimia, di hukum bersihin toilet, idihh ogah gue." Ucap Vesya ngelantur, bergidik ngeri membayangkan hukuman nya.


"Yaelahh,, gitu doang di buat ribet, kan gampang tinggal lo kasih aja tuh, semua uang lo, itung-itung sedekah, dengan begitu kan lo ngak bakal telat ke kelas nya." Pinta Nina.


"Eh,, lo pikir gue orang kaya, gue juga butuh uang kalee,,kalau gue ngasih semua nya, trus gue jajan pake apa di skolah? pake daunn." Ucap Vesya ngegas.


"Santai aja kalii, ngak usah ngegas gitu, ayo kembali kekelas sbentar lagi masuk." ajak Nina.


"Oh, iya hari ini kan ada pelajaran matematika, pelajaran pak aris, huuhh, malas gue ketemu sama pak genit itu, apa gue bolos aja ya, sekalian ngajak Nina." Batin Vesya.


"Nin, " *Vesya*


"Hmmm," *Nina*


"Eh, B***t nih anak baru aja tadi ngomong nya mau buktiin kalau lo pintar, terus sekarang mau main bolos, gimana bisa lo buktiin kalau pelajaran di kelas aja sering lo lewatin."Ucap Nina geleng-geleng kepala mendengar perkataan Vesya.


"udah,, Kan gampang tinggal belajar di rumah, lewat internet juga bisa kan, ayo lah Nin sekali ini aja, gue malas ketemu smaa pak Aris, kamu kan tau genit nya dia ke gue gimana. " Ucap Vesya memohon.


pak Aris adalah guru matematika yang mengajar di kelas XII IPA tepat nya di kelas Vesya. pak Aris guru termuda di sekolah SMA satu bangsa, umurnya masih 24 tahun, dan dia belum menikah. Ia menyukai murid nya, Vesya. Setiap mengajar di kelas Vesya pak Aris pasti selalu menggoda Vesya, hal itu membuat Vesya tidak nyaman mengikuti pelajaran pak Aris.


"Ya elahh, Sya lo kan berani lawan guru, lo stek aja tu pa Aris biar ngak gombalin lo lagi di kelas, lagian kenapa sih lo ngak mau sama pak Aris, dia kan ganteng, pintar, masih muda, guru lagi. kalau gue nih ya, kalau pak aris suka smaa gue. gue langsung mau. di ajak nikah pun gue mau walaupun gue belum tamat skolah." Ucap Nina.


"Idihhhh, amit-amit gue."Sahut nina bergidik ngeri.


Setelah beradu mulut dengan Nina, Vesya pun pasrah untuk tidak bolos hari itu, dan mereka kembali kekelas karna bel sudah berbunyi, pertanda bahwa jam istrahat telah selesai.


***

__ADS_1


"Oke anak-anak pelajar hari ini telah selesai kalian boleh pulang sekarang, kecuali Vesya kamu tetap di kelas, ada yang mau bapak beritahu sama kamu." Ucap pak Aris.


"N**anyain apa lagi sih ini, guru genitt." Batin Vesya kesal.


" kalau gitu gue duluan ya Nin, lo kan masih ada urusan sama pak Aris."Ucap Nina.


"Jangan, pulang dulu tungguin gue di parkiran gue mau nebeng sama lo, gue tau pasti pak Aris ngak gue pulang barang lagi sama dia, gue kan kan ngak mau Nin, jadi untuk alasan hari ini gue bakal pulang sama lo." Ucap Vesya berbisik pada Nina agar pak aris tidak mendengarkan kan perkataanya.


"Okey,, kalau gitu gue duluan ya,,jangan lama-lama gue bakal nungguin lo di parkiran." Pinta Nina.


"okey." Jawab Vesya.


Setelah mendapat persetujuan Nina langsung pergi meninggalkan Vesya sama pak Aris di ruangan itu, lalu menuju parkiran.


" Jadi apa yang mau bapak kasih tau sama saya." Buruan pak saya ngak ada waktu Nina sudah nungguin saya di parkiran."Ucap Vesya memecah keheningan karna dari tadi sejak kepergian Nina pak Aris belum juga membahas apa yang akan dia berih tau pada Vesya.


"Saya cinta sama kamu Vesya, bapak ingin memilikimu, bapak ingin menikahi mu." Ucap pak Aris santai.


Vesya yang mendengan perkataan guru nya itu, sontak ia terkejut tak percaya mendengar perkataan pak aris. bisa-bisa nya dia mengatakakan hal seperti itu pada murid nya yang berstatus masih sebagai murid nya. setidak nya itu yang terlintas di pikiran Vesya sekarang ini.


"Ah, bapak bisa aja bercanda nya." Ucap Vesya dengan senyum paksa.


"Bapak ngak bercanda." Ucap pak Aris serius.


Sontak lagi-lagi perkataann pak Aris membuat Vesya terkejut.


"kalau kamu mau bapak akan melamar mu secepatnya, Tenang saja lamaran ini pasti bapak sembunyikan tidak akan ada orang yang tau selain, bapak, kamu, dan orang tua bapak." Ucap PakcAris.


"Bapak ini gimana sih, bapak kan tau, saya masih skolah, dan sebentar lagi saya akan ujian, masa bapak tega hancurin semua perjuanan Vesya selama ini. Bukan nya guru itu menginginkan murid nya sukses, lalu kenapa bapak malah mau hancurin masa depan saya." Ucap Vesya marah.


"Memang semua guru menginginkan muridnya sukses, termaksud bapak, bapak juga ingin Vesya sukses, tapi bapak juga ingin memiliki Vesya, maksud bapak, bapak akan melamar mu sekarang tapi menikah nya nanti setelah kamu lulus, dan bapak akan membiarkan mu kuliah, bapak yang akan menanggung semua biaya kuliah kamu, dengan begitu kamu tidak terlalu memikirkan biaya kuliah, saya tau Vesya ingin kuliah tapi memikirkan siapa yang akan membiayai Vesya secara orang tua mu kan tidak ada, dan juga saya berjanji tidak akan menyentuh mu, sebelum kamu selesai kuliah. " Ucap pak Aris dengan santai tanpa memikirkan perkataan nya itu bisa menyakiti hati Vesya.

__ADS_1


"udah selesai bicaranya kan, pak sekarang Vesya akan pergi. Makasih sudah perhatian sama saya, tapi asal bapak tau Saya tidak butuh perhatian dari bapak dan saya mau kuliah itu bukan urusan bapak, jangan mentang- mentang bapak dari keluarga yang berada, punya orang tua, jadi seenaknya bapak ngomong kalau saya tidak bisa kuliah karna saya tidak punya orang tua, dan tidak punya cukup uang untuk membiayai kuliah Vesya nantinya, dengar ya pak saya tidak mau menikah dengan orang seperti bapak, yang ngomong nya ngelantur tanpa memikirkan perasaan orang lain." Ucap Vesya marah sambil menangis.


__ADS_2