BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
BAB LIMA MEMIKIRKAN DIA


__ADS_3

Setelah pergi meninggalkan pak Aris, Vesya langsung menuju ke parkiran. Sambil menghapus air mata nya agar Nina tidak curiga dan tidak kepo apa yang di beritahu kan pak Aris, sampai membuat sahabat nya itu nangis.


Vesya : Nina lo dimana.? gue udah di parkiran tapi ngak liat batang hidung lo disini. Vesya Chatt Nina.


Nina : Aduh, sory..ya Sya, gue lupa ngabarin lo, maaf...gue balik duluan ngak nungguin lo, soalnya tadi gue di jemput sama kakak gue, trus katanya dia buru-buru ada yang harus ia kerjakan jadi ngak bisa nunggu. Sorryy ya.


Vesya : Ah, parah lo, yaudah deh ngak papa.


Nina : Okey, Chatingan nya udahan ya, jangan lupa tuh, bayarin tukang ojek nya. Ucap Nina ngingatin.


Vesya : Iya..iya.. bawel lo, gue pasti bayar kok tenang aja. Sahut Vesya meyakinkan Nina.


Nina : Okey kalau gitu chatingan nya udahan ya, hati-hati di jalan. Bye-bye. sampai ketemu besok.


Vesya : Oke bye, kamu juga hati-hati.


Seusai chatingan dengan Nina, Vesya langsung berjalan untuk pulang ke rumah, ia juga bermaksud mencari pak salas untuk membayar tumpangan pada pak salas yang mengantarkan nya ke sekolah tadi. Ia juga memikirkan perkataan pak Aris tadi. Dia tak habis pikir kenapa pak Aris harus berbicara seperti itu sama dia. Karena sibuk dengan pikiran nya sendiri, Ia sampai tak menyadari kalau telah melewati pangkalan ojek.


"Itu kan cewe yang ngak bayar tadi." Batin pak salas.


Hey mbak, masih berani lewat sini, ngak malu dengan kejadian tadi, oh iya yah kamu kan nakal mana ada urat malu nya. Ucap pak salas menyeringai.


Vesya yang dari tadi sibuk dengan pikiran nya sendiri, mendengar suara yang seolah-olah suara itu di tunjukan untuk dirinya, langsung menoleh kearah sumber suara itu. setelah ia tau pemilik suara itu siapa, ia langsung mendatangi pemilik suara itu.


"Apaan sih pak, kenapa harus malu, emang ini jalan milik bapak, nih." Vesya menyodorkan uang 10 ribu pada pak salas. Maaf sempat ngak bayar tadi.


"Ternyata kamu masih ada hati nurani juga ya,haha." Ejek pak salas.


"Pak saya lagi malas untuk bercanda, bapak mau terima ngak nih uang nya, kalau ngak saya pergi sekarang. Ucap Vesya tidak sabaran karna saat ini dia lagi banyak pikiran.


"ngak usah mbak, telatt, udah di bayarin tadi." Ucap pak salas.


"haaaa,"kaget.


"siapa yang bayarin pak." Tanya Vesya.


"Ngak tau, ngak sempat nanya tadi, yang pasti, dia orang baik, beda sama mbak, ganteng lagi. tadi nya sih bapak kira itu kakak nya mbak, tapi setelah bapak pikir-pikir kayanya ngak mungkin secara, sikap kalian berbanding terbalik."

__ADS_1


"ah, bapak gini-gini saya juga baik kali pak. yaudah kalau gitu, saya mau pulang, nih uang nya ambil aja anggap aja ini bonus untuk bapak, karna udah sabar menghadapi sikap saya, oh iya satu lagi kalau bapak lihat lagi orang yang bantu bayarin tadi, bapak bilang terimah kasih ya, dari saya, oke pak. Vesya langsung pergi meninggalkan pak salas.


*****


Di dalam ruangan yang mewah, Berbaring seorang laki-laki di atas kasur, sambil memainkan ponselnya.


tak tau apa yang di lakukan nya, dia hanya membolak balikan ponsel nya sambil menatap kosong ke langit-langit kamar nya.


"arrrggh, ada apa dengan pikiran ku ini, kenapa aku memikirkan bocah nakal tadi, balas email saja ngak fokus. pasti ini karna sikap dia yang bisa merugikan orang lain, iya pasti, tidak mungkin aku memikirkan dia, karna hal lain. itu sangat mustahil." Batin Reyhan.


Drrrtt...Drtt..


Tiba-tiba ponsel Reyhan berbunyi, Reyhan pun melihat dan ternyata yang menelpon adalah adik nya. Mita. Reyhan pun mengangkat telpon dari adik nya itu.


"Ada apa, kenapa menelpon ku." Tanya Reyhan saat mengankat telpon nya.


"Kenapa, emang nya ngak bisa seorang adik menelpon kakak nya. " Jwab Vesya


"Udah, ngak usah basa-basi, kakak udah hafal gerak-gerik kamu, kamu kan jarang menelpon kakak, sekali pun menelpon pasti ada maunya." Ucap Reyhan.


"Hehehe, kok tau. " jadi gini kak, lusa kan aku sudah mau balik lagi ke korea, jadi sebelum balik aku mau jalan-jalan dulu, tapi ngak mau supir yang antar, kecuali kakak."


"Ya,, please,, kak sekali ini aja, kan jarang Mita minta begini, waktunya Vesya kan habis di korea, kapan-kapan lagi lo kak, kita kan udah lama tu ngak jalan barang. Mita mau balik lo di korea, nanti kakak nyesal kalau ngak mau nurutin keinginan Mita. ayolah kak pleasee..." Ucap Vesya memohon.


"huffff..yaudah nanti besok kakak jemput kamu di rumah, sekalian mau jengukin papa sama mama. Udah lama juga ngak pulang ke rumah. Udah, pergi tidur sana, ganggu aja.Ucap Reyhan.


Iya.. iya..tapi kakak janji dulu, jangan sampai kakak nga..


"Iya kakak janji, belum selesai Mita berbicara, Reyhan sudah memotong pembicaraan nya.


"Sana tidur." Ucap Reyhan.


"Oke kak, Bye-bye. " Sahut Mita. lalu langsung mematikan telepon nya.


"Bicara dengan Mita membuat perut ku lapar. " Batin Reyhan.


Dan Ia pun langsung turun menuju ke dapur, untuk melihat ada apa saja di dalam kulkas yang bisa di makan nya malam ini.

__ADS_1


"Yah,, ngak ada apa-apa." Ucap Reyhan setelah melihat di dalam kulkas tak ada satupun yang bisa di makan.


"Gini ni,duka nya kalau tinggal sendiri. Besok aku, harus menelpon yayasan penitipan pembantu, agar di kirim secepat nya, orang yang mau berkerja sebagai pembantu di sini."


Untuk makan malam ini aku pesan saja di delivery untuk membelikan ku makanan di restoran sari rasa lalu mengantar kan di sini.


Setelah itu, Reyhan kembali lagi ke kamar nya untuk mengambil ponsel nya yang di taruh di atas kasur tadi, untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesananya datang, setelah menerima nya, Ia langsung melahap makanan nya, karna dari tadi memang dia sudah sangat lapar.


Cast pemain.


*Aris*



*Hendra*



*Mita*



* Arman Resstu*



*Mia*



____________~~~_____________


Jangan lupa di like ya, comment,,dan juga beri kan dukungan kalian untuk Author ini, karna dukungan kalian adalah semangat ku. 😊


Happy readings, jangan lupa Tip nya juga, klik bintang yang di bawah.


kalau ada masukan untuk Author silahkan comment. Author selalu menunggu.

__ADS_1


dan kalau ada penuturan kata yang kurang tepat mohon di maklumi. masih Nob masalahnya. 😁😁


__ADS_2