BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
DI RUMAH REY (part 2)


__ADS_3

"Ngapain kamu kesini, ngak sopan, main nyelonong masuk di kamar orang sembarangan." Ucap Rey marah karna Vesya masuk di kamar Rey tanpa izin dari Rey.


"Ini salah mu siapa suruh kamu membawaku ke sini dan tidak memberi tau ku." Sahut Vesya tak mau di salahkan.


"Keluar sekarang, Sudah tau aku telanjang dada masih saja berada di sini. Oh ya.. ya..Aku tau kamu pasti sengaja mau menggoda ku kan." Imbuh Rey dengan menaikan satu alisnya.


"Siapa juga yang mau menggodamu, bilangin aku fiktor ternyata kamu yang fiktor." Ucap Vesya kesal dan keluar dari kamar Rey, menutup pintu dengan keras.


"Dasar Cewek aneh." Ucap Rey geleng-geleng kepala.


Sepeninggalan Vesya, Rey langsung membuka lemari dan mengambil baju. Setelah selesai memakai baju Ia keluar kamar dan mencari keberadaan Vesya untuk mengantarkan nya pulang.


"Dimana cewek itu, di ruang tamu ngak ada, di dapur juga ngak ada. Apa dia masuk kembali ke kamar tamu?, " Batin Rey sambil mengelilingkan matanya mencari Vesya.


Rey pun melangkah menuju kamar tamu, untuk mencari Vesya.


"Ceklek," Rey membuka pintu kamar tamu dan langsung menghampiri Vesya yang tengah duduk di sofa yang ada di kamar tamu.


Vesya yang sedari tadi memainkan ponsel nya tidak menyadari kedatangan Rey.


"Enak ya santai-santai di rumah orang." Ucap Rey berdiri dengan memasukan tangan kedalam saku celana nya.


"Astagfirullah, ngapain kamu kesini." Tanya Vesya kaget sambil mengelus dada nya.


"Kenapa?, inikan rumah ku terserah aku, seharusnya aku yang nanya ngapain kamu kesini, bukan nya nunggu di ruang tamu malah asik-asik main handphone di sini. Apa kamu ngak mau pulang?," Ucap Rey.


"Hah, Jadi tempat semewah ini rumah nya," Batin Vesya sambil mengelilingkan matanya menatap satu persatu fasilitas di dalam kamar itu.


"Kamu mau pulang atau tidak, oh jangan bilang kamu nyaman dan pengen tinggal di sini. " Ucap Rey sedikit meninggikan suaranya untuk menyadarkan lamunan Vesya.


"I..Iya.. mau pulang lah, siapa juga yang mau tinggal di sini berdua dengan orang fiktor seperti kamu, malahan yang ada kamu yang pengen tinggal bersama ku iya kan? ngaku saja, buktinya kamu membawa ku kesini tanpa sepengetahuan ku." Sahut Vesya ketika sadar dari lamunan nya.


"Hey yang fiktor itu kamu, aku membawa mu kesini karna aku tidak tau di mana rumah mu, tadi kamu tertidur di mobil ku, jadi aku terpaksa membawa mu kesini." Ucap Rey.


"Suruh siapa kamu kekeh untuk mengantar ku, tadi kan aku sudah bilang tidak mau, tapi kamu tetap memaksa ku." tutur Vesya menyalahkan Rey.


"Sudah aku capek berdebat dengan mu, aku akan turun makan dulu, berdebat dengan mu membuat perut ku tambah lapar." Ucap Rey dan berlalu pergi meninggalkan Vesya.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu meladeni ku dasar ****." Gerutu Vesya lalu menyusul Rey kedapur.


"Sudah makan nya, kalau sudah antar aku sekarang bukan nya malah duduk di meja makan, kaya orang masih lapar saja, tadi katanya habis makan langsung ngantarin." Ucap Vesya ketika melihat di meja makan tidak ada hidangan apa-apa jadi dia berfikir kalau Rey sudah selesai makan.


Rey tidak menghiraukan omongan Vesya.


"Bukan nya di jawab, tuli apa, antar aku sekarang, aku bosan di rumah mewah yang tak berpenghuni ini." Timpal Vesya kesal karena tidak di hiraukan.


Lagi-lagi Rey tidak menghiraukan omongan Vesya, dan selang beberapa menit makanan yang di pesan Rey sudah datang. Rey langsung melangka menuju pintu untuk mengambil pesananya.


"Makasih Pak." Ucap Rey pada kurir yang mengantarkan pesanan Rey.


"Iya sama-sama mas."


Setelah mengambil pesanan nya Ia menutup pintu dan kembali ke dapur.


"Oh jadi orang bisu ini belum makan." Batin Vesya saat melihat Rey masuk dengan membawa kantong yang berisikan makanan.


"Ini untuk mu makanlah, jangan banyak pertanyaan lagi aku muak mendengar suara mu, dan jangan berpikir aku menyuruh mu makan karna aku peduli pada mu, aku memberi mu makan karna tadi aku memesan makanan terlalu banyak, aku tidak mau mubazir makanya aku menyuruh mu untuk memakanya."Tutur Rey sambil menyodorkan piring berisikan makanan yang sudah di beli nya tadi.


"Ih siapa juga yang berharap kamu peduli padaku, aku juga tidak mau makan, aku masih kenyang, jadi jangan memaksa ku untuk makan." Timpal Vesya dengan memutar bola matanya keatas.


"Ngak mau." Ucap Vesya sambil melipatkan tangan di atas dadanya.


"Kalau makanan mu belum habis maka aku tidak akan mengantar mu pulang." Ucap Rey menatap tajam pada Vesya.


"Hey... kamu yang membawa ku kesini jadi kamu juga yang harus mengantar ku, kalau aku tidak mau makan ya jangan di paksa." Ucap Vesya ngegas.


"Hahh, berbicara dengan bocah seperti mu membuat selerah makan ku hilang." Ucap Rey berdiri meninggalkan Vesya di dapur, dan menuju ke kamar untuk mengambil kunci mobil yang di taruh di saku Jas nya.


"Heyyyy....Antar aku pulang sekarang." Teriak Vesya. Dia berniat untuk menyusul Rey di kamar tapi niat nya terhenti karna Rey sudah muncul terlebih dahulu sebelum Vesya ke kamar Rey.


"Cepat..Aku akan mengantar mu sekarang, berlama-lama di sini dengan mu bisa membuat ku gila." Imbuh Rey ketika melihat Vesya yang masih duduk di kursi dapur dan Ia berjalan menuju mobil nya, Vesya juga mengikuti nya dari belakang.


"Di mana rumah mu." Tanya Rey ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Di jalan XX." Jawab Vesya.

__ADS_1


Setelah mengetahui rumah Vesya, Rey langsung menyalahkan mesin mobil dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan suasana dalam mobil itu hening. Rey fokus mengemudi dengan menatap lurus kedepan. Sedangkan Vesya sesekali mencuri pandangan memandangi Rey.


"Kenapa memandangi ku, apa sekarang kau tertarik pada ketampanan ku." Ucap Rey tanpa menoleh pada Vesya.


"Siapa yang memandangi mu, jangan terlalu kegeeran aku cuma melihat jendela bagian kanan, bukan memandangi mu." Imbuh Vesya.


Rey hanya diam, dia tidak merespon omongan Vesya. Dan suasana menjadi hening kembali.


"Hening bangat, ini juga orang kaya patung aja ngomong kek, kalau gini kan aku jadi canggung. oh atau aku bertanya saja ya perihal tadi siang." Batin Vesya.


"Ehem.." Vesya mengetes suara terlebih dahulu sebelum bertanya.


"Apa kamu mengenal Pak Aris. " Tanya Vesya memecah keheningan.


"Aku tidak mengenal nya." Jawab Rey.


"Terus kalau kamu tidak mengenal nya kenapa kamu memanggil nya pe*******t, dan kenapa kamu harus berbohong pada Pak Aris kalau aku tunangan mu dan kita akan menikah, dan tadi kalau ngak salah aku mendengar nama Amarah dan Mita siapa mereka apa mereka berdua itu pacar mu? " Tanya Vesya lagi.


"Siapa yang mengizinkan mu bertanya masalah pribadi ku. Dan bukan nya kamu senang kalau aku mengaku di depan Guru mu itu kalau aku tunangan mu, Kamu juga pasti senang kan mendengar kata menikah dari ku, aku tau kamu pasti menginginkan menikah dengan ku." Ucap Rey angkuh.


"Idih amit-amit menikah sama orang dingin, rese, fiktor, dan bisu kaya kamu," Ucap Vesya bergidik ngeri.


Rey hanya tersenyum mendengar penuturan Vesya dan Ia fokus mengemudi sampai tiba di depan rumah yang tidak terlalu mewah bisa di bilang standar.


"Ini rumah mu?," Tanya Rey.


"Iya," Jawab Vesya singkat lalu keluar dari mobil dan berlalu masuk ke rumah.


"Dasar cewek tidak tau berterimah kasih, tidak ada sopan santunnya pada orang yang lebih tua darinya." Imbuh Rey dan melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah Ia mengambil ponsel nya yang di simpan di atas meja samping ranjang dan menelpon Hendra.


"Hallo Hen, bagaimana pekerjaan di kantor."Tanya Rey saat hendra mengangkat panggilan nya.


"Aman, sudah aku handle semuanya dan aku sudah mengirimkan laporan ke Email mu." Jawan Hendra.


"Oke, aku cuma menanyakan itu saja." Ucap Rey langsung mematikan telepon nya sepihak.

__ADS_1


"Belum selesai ngomong sudah di matiin teleponya sepihak aku kan masih mau bertanya tadi katanya dia mau kekantor tapi kenapa dia tidak datang. Mentang-mentang dia Ceo nya jadi seenak nya dia berperilaku seperti itu." Ucap Rey kesal.


__ADS_2