BERUBAH KARNA DIA

BERUBAH KARNA DIA
BAB TIGA KETEMU PAK HARTONO


__ADS_3

"Ceklek," Vesya membuka pintu kelas.


"Alhamdulillah, untung aja gurunya belum masuk kelas, kalau ngak pasti gue sudah di hukum ni, bersihin toilet."Ucap Vesya sambil mengelus dada nya.


"ngapain tu anak, kusut amat muka nya," Batin Vesya saat melihat sahabat nya.


"Woy Nin. " Vesya memukul meja Nina.


"Apaan sih Sya, ngak lucu tau." Ucap Vesya kesal karna kaget.


"Lagian ngapain sih, pagi-pagi bukan nya fresh malah kusut gitu, mikirin apa? Ferdin lagi?" Tanya Vesya.


"Menurut lho." Sahut Nina ngegas.


"Oh iya lupa, kamu kan kalau galau ngak perna galauin hal lain, selain Ferdi, pacar kesayangan lho itu" Ejek Vesya sambil tertawa.


"Bukanya beri semangat, saran atau apa kek, malah di ejek, sahabat apaan." Ucap Nina kesal.


"Oke, soryy... lagian lo bucin mulu, ujian udah dekat sis, Fokus..jangan cinta mulu yang lo pikirin." Ucap Vesya.


"idihhh, nasehatin gue, terus lo sendiri apa ha, suka bolos, nakal, bandel sama guru, susah di atur, keluar masuk ruang BK, suka tidur di kelas kalau guru lagi mengajar.


masih mending gue, bucin tapi tapi taati peraturan, ngak nakal kaya lo. juara kelas lagi." Ucap Vesya muji diri.


"Uhuk... uhuk.. " Vesya pura-pura batuk.


"Pede tingkat dewa. Dengar ya, gue itu sebenar siswa terpintar di sekolah ini, kalau gue belajar nanti posisi kamu sebagai juara 1 di kelas akan tergeserkan." Ucap Vesya dengan bangga nya.


"Oeew.. ehe.. ehe.. pengen muntah gue dengar kata-kata lo barusan, yaudah kalau benar lo pintar buktiin dong. Tantang Nina.


"Okey, " tunggu aja. gue akan gantiin posisi lo, jangan nangis ya." Ucap Vesya dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Idihhh siapa juga, lo pikir gue bocah apa." jawab Vina


"Udah sana kembali ke tempat duduk lo, tuh guru nya udah datang."


"Okey." pasrah.


*****


Siang itu di perusahaan anjaya semua orang sangat sibuk termaksud Reyhan yang merupakan ceo dari perusahaan itu.


Reyhan Altara Resstu adalah anak dari Arman Resstu, pemilik perusahaan terbesar di jakarta. Istri Arman Resstu bernama Mia, dan anak perempuan nya bernama Mita Taliana Resstu.


Reyhan yang baru selesai kulia di luar negri harus terbang ke jakarta secepatnya, untuk mengurus perusahaan papanya, pak Arman mengidap penyakit jantung, Ia tidak bisa kecapeaan harus banyak istrahat, jadi dia memutuskan untuk vakum dari perusahaan dan akan di gantikan oleh putranya Reyhan.


Sebenar nya Rey malas pulang ke jakarta kalau harus mengurus perusahaan papa nya, tapi bagaimana pun juga Rey tidak bisa menolak karna hanya Rey yang bisa menolong perusahaan papa nya.


"hallo Hen, keruangan ku sekarang." Ucap Reyhan.


"Oke." Jawab Hendra.


"Hen sebentar lagi kita ada meeting, kamu tangani semuanya, aku ada urusan. Ucap Rey setelah Hendra masuk ke ruangan nya.


"Okey" Sahut Hendra.


Setelah mendapat persetujuan dari Hendra, Rey langsung pergi meninggalkan ruangnya menuju ke mobil.


"Selamat siang pak,"Tegur Lia ketika melihat Reyhan.

__ADS_1


Seperti biasanya Rey. tidak menjawab sapaan dari Lia.


Lia adalah sekretaris Reyhan. Lia salah satu orang yang menginginkan untuk menikah dengan Reyhan.


Bagaimana tidak, jika di pandang secara fisik, Reyhan sangat tampan, mapan, tinggi, putih, mancung, alis tebal, bibir nya merah merekah. Wanita manapun pasti tergila-gila padanya.


Tapi sayang nya sikap dingin nya kepada wanita. Membuat sebagian wanita takut padanya.


"Selamat siang tuan. " tegur pak surya supir pak Reyhan.


"Siang, jalan sekarang ya pak." Ucap Reyhan.


"Baik tuan. " jawab pak surya.


*****


"Hallo kak." terdengar suara mita dari sebrang telepon.


"Kakak di mana? Kenapa lama sekali, jemput mita sekarang." Ucap mita kesal.


" Iya...bawel..tunggu kakak di restoran dekat bandara..biar kamu ngak bosan sekalian pesan makanan, makan yang banyak badan mu terlalu kurus.


Rey langsung mematikan telepon nya.


"Cihh, sama orang lain sopan, sama adik nya ngak. trus itu, apa maksud nya menyuru ku makan banyak, body bagus ku ini di bilang terlalu kurus, dasar tidak bisa membedakan mana langsing mana kurus." Batin mita tidak setuju dengan perkataan kakak nya.


"Hey Bocah." Ucap Reyhan ketika melihat adik nya.


"Kakak.... uhhh... aku kangen." Ucap mita langsung memeluk kakak nya.


"Jangan manja ayo pulang sekarang, papa sama mama nungguin kamu." Timpal Reyhan.


"Pak langsung kerumah." Ucap Reyhan.


"Siap pak." sahut pak Surya.


" Kak, lihat ini teman ku namanya Saras, dia cantik kan." Ucap Vesya pada kakak nya sambil menunjukan foto yang ada di ponsel nya.


"Kalau kakak mau aku akan mengenalkan kakak sama Saras."


"Kakak tidak tertarik sama teman mu itu." Ucap Reyhan tanpa menoleh ke arah foto yang di tunjukan mita.


"Kakak tidak usah jual mahal, kalau kaka terus begini kakak akan terus menjadi jomblo sampai mati." Ucap mita mengejek.


"Tutup mulut mu atau aku akan menarik semua fasilitas yang kamu gunakan termaksud Kartu ATM." Ucap Reyhan mengancam.


"Okey... okeyy..." Mita memilih mengalah agar fasilitas nya tetap aman.


*****


Setelah mengantar Mita pulang ke Rumah, Rey langsung kembali kekantor.


"Tuan muda bukan kah itu pak Hartono."


Rey yang sibuk dengan ponsel nya. menoleh ke depan untuk memastikan perkataan pak Surya.


"Benar itu pak Hartono." Jawab Rey


"Berhenti di depan ya pak."

__ADS_1


"Siap pak." Jawab pak Surya.


Mobil Rey berhenti tepat di samping pak Hartono.


pak Hartono yang melihat mobil itu berhenti tepat di samping nya, ia behenti berjalan karna merasa familiar dengan mobil itu.


" Pak Hartono." Ucap Rey sambil mencium punggung tangan pak Hartono.


"Eh nak Rey." Ucap pak Hartono senang melihat Rey.


"Pak Hartono apa kabar." Tanya Rey.


"Alhamdulillah baik, nak Rey sendiri gimana kabarnya.


"Alhamdulillah baik juga pak."


"aku kangen loh sama bapak."


"Pak Harto mau kemana? Tanya Rey


"Mau ke Kantor pos nak." Jawab pak Harto.


"Ngapain pak?" Tanya Rey.


"Ada urusan penting yang harus saya selesaikan hari ini di kantor pos. " Jawab pak hartono.


"Urusan apa pak? " Tanya Rey Kepo.


"Ah, haha, itu.. anu.. bukan Apa-apa? " Jawab pak Hartono dengan tertawa di buat-buat.


"Oh, yaudah kalau bapak belum bisa kasih tau sekarang, tapi saja harap tidak ada rahasia di antara kita ya pak." Ucap Reyhan.


"Iya nak Rey. " Jawab pak Hartono.


"Drutt....Druttt..Drutt"


Tiba-tiba ponsel Rey berbunyi. Rey mengambil ponsel dalan saku celananya dan melihat siapa yang menelpon.


"Hendra. " Gumam Rey dalam hati.


Hendra: "Halo Rey


Reyhan: " ada apa?


Hendra: ada meeting penting yang harus di selesaikan. sekarang, dan tidak bisa di wakilkan.


Reyhan: " Oke, saya kekantor sekarang.


Rey langsung mematikan panggilan nya.


"Ok pak, aku harus berangkat sekarang ada meeting penting di kantor, nanti aku datang ke rumah bapak. ada hal penting yang harus aku ceritakan pada bapak.


"Oke... oke..." Jawab pak Harto dengan cepat.


Mobil Rey pun, melaju dengan kecepatan rata-rata. Pak harto memandangi mobil itu, sampai tak terlihat.


"Anak itu sudah dewasa rupanya, tubuh nya sudah bertambah tinggi." Gumam pak Hartono dalam hati.


____________~~~_____________

__ADS_1


Dukungan mu semangat ku, jangan lupa tinggalkan jempol nya. ehh maksudnya jempol yang di bawah ini๐Ÿ˜Š


__ADS_2