
di suatu ruang kecil berbaring seorang gadis dengan pandangan nya menatap lekat ke langit-langit kamar, yang tak lain adalah Vesya, ia terus memikirkan masalah yang menimpah nya hari ini.
"arrghh, kenapa aku terus memikirkan perkataan pak Aris, apa dia gila sampai-sampai melamar ku seperti itu, bagaimana besok, jika aku bertemu dengan pak Aris, aku harus bersikap bagaimana pada nya besok." Gumam Vesya dalam hati nya, ia terus memikirkan perkataan pak Aris kesal dengan kelakuan gurunya. sibuk dengan pikiran nya sendiri, bagaimana besok dia harus bersikap pada gurunya yang baru saja melamarnya itu, akhirnya Vesya memutuskan untuk tidak masuk sekolah besok.
Tiba-tiba suara dering ponsel Vesya terdengar sangat nyaring di telinga Vesya, ia pun, mengambil ponsel nya yang di letakan di meja kecil samping kamarnya, dan melihat siapa yang menelponya, di layar ponsel, tertera nama Nina, ia pun langsung mengangkat telpon itu setelah tau siapa yang menelpon nya.
Nina, menelpon Vesya untuk menanyakan tentang diri nya dan pak Aris, tadi siang di sekolah. Vesya pun menceritakan semuanya pada sahabat nya itu, bahwa pak Aris, melamar nya, dan Vesya menolak lamaran pak Aris.
"Gila, lo Sya, lo nolak pak Aris mentah-mentah, kenapa ngak dipikirin dulu, pak Aris kan mapan tu, ganteng juga, entar nyesal loh..." Ucap nina menggoda Vesya.
"idihhhh, amit-amit,gue ngak bakalan nyesall kalee, gue kan ngak cinta sama pak Aris, dan ngak akan perna cinta, walapun kata dia ganteng, mapan, itu ngak mampan buat gue..gue pasti akan dapat yang lebih baik, dan bagus, dari pak Aris." Imbuh Vesya dengan penuh keyakinan.
"Pede bangatt lo, yaudah deh terserah lo aja, tapi jangan salahin gue ya, jangan nyesal, kalau gue rebut pak Aris." Ucap Nina.
"Idihh, siapa juga, ambil aja tuh, pak Aris, kalau perlu lu karung tu, bawa pulang." Timpal Vesya tertawa.
Setelah, lama mereka berbincang-bincang lewat telepon, Vesya pun menyudahi pembicaraan mereka, karna ia, mengerti sahabatnya itu pasti sudah sangat mengantuk, sedari tadi, di sela-sela pembicaraan mereka, Nina terus menguap. sedangkan Vesya, tak merasakan ngantuk sedikit pun, entah apa yang di pikirkan nya, ia merasa ada sesuatu yang kurang saat itu, ada sesuatu yang mengganjal di pikiran nya. Ia terus, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
Waktu sudah menunjukan, pukul 23:50 PM dan, Vesya belum bisa tertidur.
Tak lama, terdengan suara ketukan pintu dari luar. Vesya pun, keluar dari kamar untuk melihat siapa yang bertamu tengah malam begini, ia berjalan menuju pintu sambil menggerutu, kesal siapa yang mengganggunya selarut ini.
Sebelum membuka pintu rumahnya, Vesya terlebih dahulu, mengintip di jendela, Ia berjaga-jaga jangan sampai itu orang jahat. Ternyata yang datang selarut ini, adalah bi Inah. Vesya pun segera membuka pintu, setelah mengetahui siapa yang datang selarut ini.
"Ya ampun, Bi... Bibi ngapain kesini selarut ini? Ayo, masuk Bi."Tanya Vesya, sambil mempersilahkan bi Inah untuk masuk.
"Ngak, usah Non, bibi tidak lama di sini, bibi cuma mau mengantrkan ini." Ucap Bi Inah dengan menyerahkan kotak kado pada Vesya.
__ADS_1
"Ini, apa bi? Tanya Vesya heran.
"Yaelah Non, itu kan kotak kado." Jawab bi Inah tersenyum.
"Iya, tau bi..ini kotak kado, maksud Vesya, ini untuk apa? Tanya Vesya.
"Selamat ulang Tahun Non." Ucap bi Inah, tersenyum lebar pada Vesya.
Vesya, yang mendengar Ucapan bi Inah, sontak terkejut dan langsung melihat tanggal yang ada di ponsel nya. Ya tepat, sekarang adalah tanggal 16 maret, tanggal kelahiran Vesya. dan Vesya lupa kalau sekarang adalah hari ulang tahun nya.
Vesya, pun menatap, bi Inah, dengan mata berkaca-kaca.
"Makasih, bi.. aku lupa lo, kalau hari ini ulang tahun Vesya, untung nya ada bibi yang ngingetin. sekali lagi makasih ya, bi..."Ucap Vesya lirih, sambil menangis.
Bi Inah, juga ikut menangis, mendengar penuturan Vesya, sontak langsung memeluk Vesya.
"Iya, bi.. Hati-hati ya..." Ucap Vesya dengan menyunggingkan senyuman nya.
"iya Non.." Sahut bi Inah terseyum.
Bi Inah, pun pergi, Vesya memandangi bi Inah sampai tak terlihat. Setelah kepergian Bi Inah, Vesya, masuk ke dalam rumah, dan mengunci pintu nya rapat-rapat. Sesampainya di kamar, Vesya duduk di pinggiran kasurnya, dan langsung membuka, kado yang di berikan bi Inah tadi pada nya.
"Pasti ini dari paman tangan panjang." Ucap, Vesya sambil tersenyum.
Ia pun langsung membuka kado itu, dan menemukan sebuah kalung yang berinisial V, dan surat di dalam nya. Vesya mengambil surat terlebih dahulu dan membacanya.
dear Vesya.
__ADS_1
Selamat ulang tahun Vesya sayang, semoga panjang umur, kamu sehat-sehat di situ ya sayang, paman harap di umur mu yang sekarang, kamu menjadi lebih baik, paman harap, sikap kamu bisa di rubah secepat nya, jangan nakal lagi, jangan bandel, dua bulan lagi kamu ujian, jadi paman harap rajin-rajin lah kesekolah, buat lah paman mu ini bangga. Maafkan paman yang belum bisa menemui mu, paman sangat sibuk, tapi paman selalu mengingat mu kapan pun. Akan ada wantunya kita bertemu sayang. Paman harap kamu menyukai hadiah dari paman.
paman sangat mencintai mu.
from: paman tangan panjang.
"Vesya sangat menyukai hadia dari paman, makasih paman selalu ada untuk Vesya, walaupun Vesya tidak tau sebenarnya paman ini siapa, dan Vesya belum perna melihat paman, tapi Vesya yakin pasti paman itu orang baik. " Ucap Vesya lirih dan menangis terisak.
Tangisan Vesya terhenti saat mendengar ponsel nya berbunyi. Ia pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon, ternyaya Nina, sahabat nya.
"Selamat ulang tahun, Vesya sayang. " Teriak Nina, lewat sebrang telepon, saat telepon nya terangkat.
"arrghh, Vesya menjauhkan ponsel dari telinga nya.
Woy bisa ngak sih lo, ngak usah teriak-teriak, budek telinga gue."Ucap Vesya kesal.
"hehe, sory, ngak bisa di kecilin, terlalu bahagia"Sahut Nina terkekeh. Selamat ulang tahun ya Sya.. panjang umur, ubah tuh, sikap nakal nya, udah mau ujian lo, entar ngak lulus lagi.
"Iya.. iya.. bawel bangatt,,Makasih ya doa nya. Nin.
"Iya,, ngak telatkan gue, gue yang pertama kan, ngucapinya. Yaiayalah gue yang pertama toh,ini baru jam 00:07 PM, baru tujuh menit lewat nya.
"idih,, ngarepp.. salah besar, bukan lo yang pertama,pede nya di hilangin dikit, bahaya mbak. "Ejek Vesya pada Nina.
"Ya..pasti keduluan lagi sama bibi dan paman tangan panjang mu itu ya." Ucap Vesya dengan suara di buat-buat sesedih mungkin.
"Iya, yaudah Nin, telpon nya udahan ya, aku udah ngantuk, nanti lanjut besok di skolah. bye" Ucap Vesya.
__ADS_1
Setelah mendapat tanggapan dari Nina, Vesya langsung mematikan telepon nya. Lalu ia membaringkan tubuh nya, di atas kasur, dan menarik selimut Ia bersiap untuk tidur.