
"Terima kasih Pak" Nanda menundukan kepalanya pada Pak Tono petugas keamanan yang berjaga di rumah Nenek Ros.
Nanda memesan ojek online untuk sampai ke kampusnya, sebenarnya Kevin menyediakan supir untuk mengantar jemput Nanda, namun Nanda menolak, ia sudah sangat berterimakasih sudah dikuliahkan dan diperbolehkan tinggal di rumah nenek Ros, ia tak enak jika terus merepotkan kakak iparnya tersebut.
BRAAAK..!!! Tubuh Nanda terpental dari motor yang sedang ia tumpangi.
"Mbak.. mbak ga papa kan??" Sang driver tampak cemas melihat penumpangnya yang ikut terjatuh, ia tak memikirkan dirinya sendiri yang sama-sama terjatuh pula.
"Awww.." Nanda merasakan sakit di kepalanya karena terbentur aspal, untung saja ia memakai helm jadi kepalanya masih terlindungi.
Beberapa orang mulai berkumpul mengelilinginya ada pula yang turut membantu memapah dirinya ke sebuah warung. "Mba.. mba ga papa kan? Ada yang sakit?" Tanya driver ojek online itu.
"Alhamdulillah gpp pak" Ucap Nanda sambil melepaskan helm.
"Maaf ya mba, habis tadi ada motor yang tiba-tiba nyalip" Driver ojek online itu tampak cemas.
"Iya pak, saya tahu kok.. motor merah itu tiba--tiba motong jalan bapak, lari ya pak orangnya?"
"Lari?? ya gak lah.. gue ga akan lari, gue mau minta ganti rugi" Cowok itu dengan arogan menarik kerah jaket sang driver.
"Heh.. udah salah, bukannya minta maaf malah minta ganti rugi, ga salah??" Nanda meninggikan suaranya sambil mendorong tubuh pria itu.
Pria itu menatap Nanda dengan sinis "Lo tau ga harga motor gue berapa?? karena nih ojol yang sembarangan bawa motor, bikin motor gue lecet-lecet"
Beberapa orang yang berkumpul tampak berusaha melerai.
Nanda melihat ke arah motor itu "CBR1000RR harga sekitar 600 jutaan.." gumam Nanda "kamu yang salah main salip aja terus minta ganti?? situ waras??" Bentak Nanda.
"Jangan takut pak, kita ga salah... dia yang harus ganti rugi" Kata Nanda pada driver itu.
"Songong juga lo ya, kalau lo ga mau ganti rugi kita ke kantor polisi..!!"
"Oke siapa takut? kami ga salah, kamu yang salah, Kamu yang harus ganti rugi, 5 juta. Untuk kerusakan motor bapak ini dan untuk waktu saya yang terbuang, kalau ga mau kita selesaikan di kantor polisi" Nanda mengancam balik, ia tak gentar berurusan dengan pria arogan, walaupun ia tahu bahwa pria ini pasti anak orang kaya. Kakak iparnya juga kaya dan pada kenyataannya bukan driver ojol itu yang salah jadi ia tak takut.
"Mba.. " Driver itu menatap Nanda.
__ADS_1
"Tenang pak, jangan takut.. nanti kita siapkan pengacara kalau cowok ini tetep ga ngaku salah"
"Udah mas.. damai aja ga usah ke kantor polisi, lagian emang mas nya yang salah kok" kata ibu-ibu penjaga warung yang melihat kejadiannya.
"Ganti rugi 5 juta kalau mau damai" Nanda memandang laki-laki itu sambil menelepon Kevin.
"Ga bisa.. lo yang ganti rugi" Laki-laki itu tetap pada pendiriannya.
"Halo Mas Kevin, bisa minta tolong siapkan pengacara?"
"Kamu kenapa Nan?" tanya Kevin cemas karena tiba-tiba adik iparnya itu meminta dicarikan pengacara.
"Aku mau ke kampus tapi ojol yang aku tumpangi disenggol sama motor orang, terus jatuh eh orang itu malah minta ganti rugi ke kita"
"Kamu ga papa tapi kan?"
"Ga papa Mas, cuma lecet aja"
"Ya udah share lock biar Putra ke tempat kamu"
Tak berapa lama sebuah mobil mercedez bens E300 berwarna putih berhenti.
"Kak.." Panggil Nanda pada pria yang keluar dari mobil tersebut.
Putra segera menghampiri Nanda yang sedang diobati lututnya yang terluka oleh pemilik warung. "Kamu gpp?? Kita ke rumah sakit aja ya?"
"Ga usah kak cuma lecet-lecet aja.. itu orangnya Kak" Nanda menunjuk cowok yang sedang duduk di atas motor.
"Sial, ternyata tuh cewek bukan orang sembarangan" bathin pria itu.
Putra pun menghampiri cowok itu, tak berapa lama cowok itu menghampiri Nanda dan driver ojol.
"Gue cuma punya cash 1juta, neh" Pria itu memberikan uang dengan tampang kesal.
"Ga salah? waktu saya terbuang gara-gara kamu tahu? Belum lagi kalau nanti di periksa ternyata ada luka dalam"
__ADS_1
"Kayanya ga bakal ada luka dalam, orang lo segitu nyolotnya" Cowok itu mendengus kesal.
"Gpp Nan, saya udah tahu identitasnya kalau ada apa-apa tinggal kasih tahu ke orang tuanya" ucap Putra.
Nanda mengambil uang. "Berarti damai nih?" Ucap Nanda.
"Iya damai" Kata cowok itu kesal.
"Minta maaf lah.. gimana sih?"
Cowok itu membelalakan matanya tak percaya "Gila nih cewek, masih nuntut maaf juga dari gue" ucapnya dalam hati. Ia sedikit melirik Putra.
"Sorry.."
"Apaan ga denger?? pelan banget suaranya? tadi aja kaya petir"
"Sorry.." Dengan kesal Revan akhirnya meminta maaf.
"Ya.. ya.. ya.." Nanda segera berpaling.
"Awas aja kalau ketemu lagi" Bathin Revan, perempuan satu ini telah membuatnya malu dihadapan orang-orang, ia akan terus mengingat wajah Nanda dan kejadian ini.
"Pak, ini cukup ga buat ganti kerusakan motor bapak?" Nanda menyerahkan semua uang yang tadi diberikan oleh Revan.
"Loh bukannya ini buat biaya mba ke rumah sakit?" Driver itu tampak kebingungan.
"Udah buat bapak aja semua.. atau kurang ya pak? biar aku tambahin" Nanda segera mencari dompetnya dari dalam tas.
"Ga mba.. ga.. udah ini cukup kok, saya malah khawatir sama mba nya"
"Gpp kok pak, kalau gitu pesanan di aplikasinya diselesaikan aja ya pak, saya permisi"
"Mba.. tapi mba nya ga bakal ngadu ke CS aplikasinya kan?" Driver itu tampak cemas.
Nanda tersenyum "Ga pak, mari saya permisi" tak lupa pula Nanda pamit pada ibu pemilik warung yang telah membantunya.
__ADS_1