
Nanda memutuskan untuk pulang ke Bandung selama libur kuliah, ia sengaja memilih menggunakan kereta api untuk sampai di Bandung.
Ia begitu rindu dengan sang Ibu. Pukul lima pagi kereta api yang ia tumpangi tiba, ia sudah membereskan bawaannya yang tidak banyak hanya sebuah tas punggung.
Ketika keluar dari kereta dan hendak menuju pintu keluar, ia melihat ada keributan.
"Gimana sih keamanan kereta ini? masa barang bawaan saya bisa dicuri" Nanda sepintas mendengar seorang pria yang tengah marah-marah pada petugas security.
"Maaf Pak, barang bawaan bapak adalah tanggung jawab bapak, seharusnya bapak tidak ceroboh ketika tertidur tadi"
"Oh.. hilang barang karena ketiduran, kasihan juga seh tapi ya memang itu kecerobohan penumpang harusnya ia lebih hati-hati di kendaraan umum" pikir Nanda.
BRUUK..!! Tiba-tiba tubuh Nandak ditabrak seseorang.
"Duh.. gimana sih? Jalan ga pakai mata apa?" Nanda mendengus kesal.
"Lo tuh yang ga pakai mata.." Bentak cowok itu.
Nanda mengangkat alisnya, ia seperti mengenal cowok ini, tapi dimana.
"Eh... ternyata lo.." Cowok itu mengenali Nanda.
"Hah.. bagus lah kalau gitu.." Kekesalan wajahnya sedikit berkurang.
Nanda hanya terdiam. dia ngenalin gue, kayanya emang kenal tapi siapa ya?? Nanda mencoba mengingat-ingat.
Cowok itu menarik tangan Nanda. "Sory, tadi ga sengaja, gue lagi panik.. gue mau minta tolong sama lo, pinjemin gue hp lo. Tas yang berisi dompet sama hp gue ilang di kereta, gue ga tahu mau minta tolong sama siapa"
Pinjem hp?kenal juga ga.. jangan-jangan dia mau nipu.
Tentu saja Nanda tak percaya dengan cowok itu. Walaupun dari tampang dan penampilan sepertinya cowok itu memang seorang pendatang dari luar Bandung, tapi bisa jadi itu cuma untuk mengalihkan calon korban.
__ADS_1
"Maaf, saya sedang buru-buru" Nanda menolak halus.
"Ah.. masa lo ga percaya sama gue.. gue ga niat nipu kok. Lagian kita juga udah pernah ketemu"
Cowok itu menatap Nanda dengan harap.
"Ketemu? Oh ya? Dimana?" Selidik Nanda.
Cowok itu menarik napasnya. "Di Surabaya, waktu itu gue ga sengaja menyenggol ojol yang lo naikin, terus akhirnya gue ganti rugi 1 juta" Jawabnya sambil memalingkan wajah.
"Ohh.. ternyata itu kamu" Nanda ingat cowok ini cowok arogan yang tidak mengaku salah. Terus sekarang cowok ini minta bantuan padanya.
"Iya udah inget kan? pinjem hp dong bentar aja" Katanya mengiba.
"Kemana sikap arogan kamu? Waktu di Surabaya segitu sombongnya.. ga tahunya cuma JAGO KANDANG" Nanda sebenarnya kasihan juga, tapi ia mau sedikit memberi pelajaran pada cowok itu.
"Lo mau nolongin gue ga?" Cowok itu merasa kesal sudah menurunkan harga dirinya untuk meminta tolong sesuatu yang sangat jarang ia lakukan.
"Nih" Ia memberikan hp nya pada Revan.
"Aaah.. sial bgt, belum pada bangun apa jam segini" Revan mengumpat kesal, ia menelepon rumahnya tapi tidak ada yang mengangkat.
"Chat aja, minta dihubungin ke nomor itu" Saran Nanda.
"Gue telepon ke rumah, ga bisa ngirim chat" Revan mengusap kasar wajahnya.
"Ga ada no hp yang kamu hapal?" Tanya Nanda.
Revan menggeleng. "Gue pinjem duit deh.. buat ke tempat temen gue, nanti langsung gue ganti, gue minta nomor rekening lo aja"
"Berapa emang?"
__ADS_1
"1 Juta aja" Kata Revan.
Nanda menatap curiga. Kasih ga ya? Nanti ga dibalikin sama dia? Waktu itu kan dia juga ganti rugi 1 juta.
"Gue ganti kok, tenang aja" Ucap Revan lagi seakan tahu keraguan di hati Nanda.
"Kita ke atm dulu kalau gitu"
"emang kamu mau kemana?" Selidik Nanda.
"Ke rumah temen, kan tadi udah bilang"
"Iya.. maksudnya dimana?"
"Ciwidey" Jawab Revan sambil mengikuti langkah Nanda.
"Ciwidey? Kita searah, nama daerahnya apa?"
Revan sedikit mengingat-ingat nama tempat tinggal temannya. "Deket kawah putih, patengan"
Nanda tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Revan terkejut dan menabrak tubuh Nanda.
"Aww.. kalau jalan lihat-lihat dong, nabrak mulu" Gerutu Nanda.
"Lo tuh yang tiba-tiba berhenti, malah nyalahin orang" Jawab Revan.
"Kalau gitu, kita barengan aja naik taksi online. Aku anter sampai tempat temen kamu" Nanda pikir itu lebih baik daripada harus meminjamkan uang pada pria itu, bisa-bisa uangnya tidak dikembalikan nanti.
Revan berpikir sejenak tawaran Nanda. "Terserah lah.. yang penting gue sampai tujuan" Jawabnya.
Nanda pun segera memesan taksi online yang akan mereka tumpangi.
__ADS_1
Sebuah mobil toyota Avanza berwarna silver berhenti di depan Nanda dan Revan. Mereka lalu menaiki mobil tersebut. Revan duduk di depan Nanda di kursi tengah.