Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
4.


__ADS_3

"Kamu temennya A' Zian?" Tanya Nanda ketika mereka berhenti di depan rumah berwarna biru muda.


"Lo kenal Zian?" Revan balik bertanya sambil mengecek barangnya apa ada yang tertinggal di taksi online yang ia tumpangi.


"Kenal lah.. di kampung ini siapa yang ga kenal sama cowok ganteng, pinter dan sopan kaya A' Zian" Jawab Nanda, tentu saja Nanda mengenal Zian, selain karena Zian kakak kelasnya waktu SMA, dan sang adik merupakan sahabatnya sendiri.


"Lo ngapain turun disini?" Tanya Revan yang heran melihat Nanda juga membereskan tas nya.


"Kepo... suka-suka aku mau turun dimana" Jawab Nanda sambil membayar ongkos taksi online.


Nanda pun berjalan ke arah rumah bercat biru tersebut, lalu ia membuka sendiri pintu pagarnya tanpa memanggil si pemilik rumah.


Revan mengikutinya dari belakang sambil bertanya-tanya.


"Assalamu'alaikuuuum" Nanda mengetuk pintu rumah tersebut sambil memberi salam.


Tak berapa lama seorang cewek manis berambut panjang membukakan pintu.


"Elsaaa...." Nanda memeluk tubuh sahabatnya.


Elsa terkejut dipeluk oleh tamu yang baru datang, ia berusaha melepas pelukan tersebut.


"iiiih.. elsa jahat.. masa ga kangen ma aku..." Seru Nanda.


Elsa menatap gadis cantik yang ada di depannya. "Nanddaaaaa...." kini gantian elsa yang memeluk Nanda dengan erat setelah ia menyadari bahwa tamu yang datang adalah sahabatnya.

__ADS_1


Setelah berpelukan beberapa saat, Elsa melihat ke arah Revan. "Loh kok ada Aa' Revan... kamu kenal Aa' Revan Nan?"


Nanda melirik ke Revan, sepanjang perjalanan tadi Nanda tidak berbicara dengan Revan, tak ada yang memperkenalkan diri masing-masing jadi dia juga baru tahu cowok yang semobil dengannya bernama Revan. "Ga kenal aku.. cuma lagi apes aja ketemu dia" Jawab Nanda sambil tersenyum getir.


"Masuk atuh Aa' Revan.. Aa' Zian ada di kamar" Elsa tersipu-sipu mempersilahkan Revan masuk.


"Aku pulang ya.. nanti kita ngobrol lagi" Nanda pun pamit.


-


-


"Nandahaaa bangun...." Elsa mengguncang-guncang tubuh Nanda yang masih pulas tertidur.


Dengan malas Nanda berusaha membuka matanya. "Berisik banget seh kamu.... ga tahu orang lagi tidur apa?"


"Apaan sih elsa... aku masih ngantuk tahu" Ucap Nanda kesal.


Namun Elsa tak menyerah, ia menarik tangan Nanda agar tubuh Nanda cepet bangun.


"Ayo bangun... kita jalan-jalan, ikut Aa' Zian sama Aa' Revan"


Nanda mengucek-ngucek matanya. "Ga mau, aku ngantuk Elsa..."


__ADS_1


"Pliiis Nanda... ikut yaa.... aku malu kalau cuma sendiri"


"Loh.. tadi kamu bilang sm kakak kamu n temennya itu"


"Iya... maksudnya aku malu kalau cuma cewek sendiri, nanti aku deg-degan terus" Elsa tersipu malu. Nanda pun memperhatikan wajah sahabatnya itu.


"Ya ampun elsa, kamu suka sama cowok tengil itu?"


Elsa menggangguk sambil tersenyum.


"Ga ada cowok lain apa?"


"Emang kenapa sama Aa' Revan, dia ganteng, pinter, kaya lagi.."


Nanda menghela nafas panjang "Tapi attitude nya minus" Nanda dengan malas mengambil sweaternya, Cuaca disana memang agak dingin.


"Katanya kamu ga kenal sama Aa' Revan?"


"Emang ga kenal.. dan ga mau kenal, udah ayo katanya mau pergi"


Elsa menatap Nanda yang hanya mengenakan sweater dan celana pendek selutut.


"Ya ampun Nanda, dandan yang agak kece dikit kenapa seh? Kalau begitu nanti ga ada yang naksir kamu loh"


"Biarin aja, ga ada yang naksir juga ga apa-apa"

__ADS_1



__ADS_2