
"Makasih, udah dianter" Ucap Nanda sambil memberikan helm pada Revan ketika sudah sampai di depan rumah Nenek Ros.
"Tumben bilang makasih, biasanya nyelonong aja" Revan tersenyum sambil mengambil helm yang diberikan Nanda.
"Laper emang bikin emosi tinggi" Pikir Nanda ketika melihat senyum di wajah Revan.
"Besok, gue jemput"
"Eh.. ga usah" Jawab Nanda cepat.
"Kenapa??"
"Aku ga mau ngerepotin"
"Gue ga ngerasa direpotin kok" Revan lalu melajukan motornya tanpa mau mendengar alasan Nanda lagi.
"iih.. aneh banget seh tuh orang" Nanda berjalan ke gerbang rumah Nenek Ros, Pak Tono dengan segera membuka pintu untu Nanda.
"Makasih Pak"
Nanda berjalan namun langkahnya terhenti melihat mobil Mas Kevin terparkir di halaman rumah Nenek Ros.
"Mas Kevin kesini??" Pikir Nanda.
"Nanda..." Panggil seseorang dari dalam mobil.
"Kak Putra" Bathin Nanda ketika melihat sosok pria yang ada di dalam mobil.
__ADS_1
"Baru pulang??" Tanya Putra sambil keluar dari mobil.
"I-iya kak, Mas Kevin ada di dalam?"
"Oh ga, Aku cuma mau nganter ini" Putra memberikan bungkusan kue pada Nanda.
"Dari Ka Dinda?" tanya Nanda.
"Iya, aku pamit ya" Putra lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Nanda yang masih berdiri menatap kepergian Putra.
Makasih kak kuenya.. Nanda mengirim chat pada Adinda.
Kue?? Kue apa?? Balas Adinda
Nanda menatap ponselnya bingung "Kok Kak Dinda malah nanya balik? apa iya kue ini dari Kak Putra sendiri? terus untuk apa dia berbohong?" Pikir Nanda.
Keesokan harinya, Revan sudah standby seperti perkataannya kemarin.
Revan hanya tersenyum sambil memberikan helm pada Nanda.
"Ada, anter jemput lo" Katanya cuek
Nanda menghela nafasnya. "Aku ga enak kalau tiap hari begini, belum lagi tanggapan fans-fans kamu, aku takut mereka salah paham"
"Selama lo ada disamping gue, lo bakal aman" Ucap
"Oh jadi aku harus nempel terus gitu sama kamu?"
__ADS_1
"Iya lah" Jawab Revan dengan bangga.
"Big No" Nanda segera naik ke motor Revan, ia tak ingin berdebat dengan pria itu lagi.
Sesampainya di kampus, Keisha dan teman-temannya melihat Revan masih membonceng Nanda.
"Kei.. tuh lihat, si Revan masih jemput cewek cupu itu.. apa seh yang dilihat Revan?" Kata Mona pada Keisha.
"Kita lihat aja, berapa lama cewek itu bertahan" Jawab Keisha kesal.
-
-
"Nanda.. kamu dijemput lagi sama Revan?" Tanya Tiara ketika mereka makan di kantin.
"Iya.. aku bingung buat menghindarinya Tiara"
"Kamu jadian aja sama cowok yang kamu suka itu, dia pasti mundur"
Nanda menatap Tiara "Mana mungkin, aku ga berani buat ngomongnya"
Byuuuur...!! Tiba-tiba kepala Nanda terasa dingin karena tersiram air yang dingin. Ia medongakan kepalanya.
"Jadi cewek jangan kegatelan, otak lo tuh dipakai jangan cuma jadi pajangan doang" Keisha menatap Nanda dengan benci.
Tiara langsung berdiri dan menarik tangan Keisha. "Apa-apaan lo??" ia hendak menampar Keisha tapi tangannya ditahan oleh Nanda.
__ADS_1
"Jangan ngotorin tangan kamu Tiara" Ucap Nanda dingin, ia melepaskan tangan Tiara dari tangan Keisha lalu dengan cepat ia mengambil es teh miliknya yang berada di atas meja. Nanda pun mengguyur kepala Keisha dengan es teh.
"Biar kepala kamu ga panas melulu" Ucapnya sambil berlalu ke toilet meninggalkan Keisha yang mematung tak menyangka bahwa Nanda akan berani membalas perbuatannya.