Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
7.


__ADS_3

"Kak, kenapa seh harus marah-marah gitu?"


Adinda menatap adiknya sambil meletakan rujak cingur yang tadi dibeli Putra.


"Aku kan marahnya sama suami aku, emang kenapa?"


"Kasian Mas Kevin nya Kak, kan Mas Kevin sibuk, lagi pula marahnya sama siapa yang kena imbasnya siapa" Protes Nanda.


Adinda mengerutkan keningnya. "Loh aku ga marah-marah sama orang lain kok"


"Itu tadi sama Kak Putra"


"Kakak ga marah sama Putra, cuma kesel aja. Dia kenapa nurutin perintah Mas Kevin? Harusnya dia ingetin Mas Kevin kalau aku maunya makan rujak yang dibeliin Mas Kevin sendiri" Jawab Adinda kesal.


Nanda menghela nafasnya, ia tak ingin berdebat dengan sang kakak yang sedang hamil.


"Jadi aku disuruh kesini cuma buat denger ocehan kakak?"


"Hehee.. aku lupa, aku cuma pengen makan rujak cingur sama kamu"


Nanda menatap tak percaya pada sang kakak. "Ya ampun kak... aku kira ada apa"


"Nanti pulang dianter Putra lagi ya.."


Nanda berpikir sebentar "jika ia diantar oleh Kak Putra ke rumah Nenek Ros, pasti Kak Putra balik lagi ke kantor buat jemput Mas Kevin"


"Ga usah Kak, aku pulang naik ojek online aja"

__ADS_1


"Kenapa memang?"


"Kasihan nanti Kak Putra bulak balik, abis anterin aku balik lagi ke kantor buat jemput Mas Kevin" Terang Nanda.


"Kamu kenapa perhatian banget sama Putra? Jangan-jangan kamu naksir dia??" Adinda menyelidik sang adik.


"Eh.. gak kok..." Nanda berusaha menghindar.


"Haha.. bilang gak, tapi mukanya merah tuh" Ledek Adinda.


Nanda menundukan wajahnya, ia tak ingin Adinda meledeknya lagi.


"Kakak iiih..."


"Mulai kapan kamu suka sama Putra?"


Nanda mulai berpikir "Hmmm.. Ga tau" Ia tak ingin terjebak dengan pertanyaan Adinda.


Jam sudah menunjukan pukul empat sore, Nanda pamit pada sang kakak. "Aku pulang ya kak"


Sekali lagi ia memeluk kakaknya tersebut. "Bener ga mau dianter Putra?" Ucap Adinda.


"Aku naik ojek aja kakak ku sayaaang"


"Hati-hati lohh.."


Nanda berjalan keluar lift, ia berhenti sejenak di depan lobby apartemen tersebut. Ia hendak memesan ojek online.

__ADS_1


"Udah selesai??" Tanya seseorang padanya. Nanda menengadahkan kepalanya, melihat siapa yang sedang berbicara dengannya.


"Revan??" Nanda menatap pria itu tak percaya.


Revan tak menjawab, ia hanya memberikan helm pada Nanda.


"Ayo buruan naik" Katanya. Nanda tidak mau membuat keributan, ia memilih menuruti perintah Revan.


"Nanda" Ucap Putra dalam hati ketika melihat Nanda dibonceng oleh motor yang sama seperti yang ia lihat kemarin.


"Kok belok kesini seh? ini mau kemana?" Teriak Nanda pada Revan.


"Gue laper, lo pikir gue nunggu lo berjam-jam ga laper" Jawab Revan dengan kesal.


"Siapa yang nyuruh dia nunggu, wait... berarti tadi dia ngebuntutin aku dari kampus? Ga waras apa dia??" Pikir Nanda.


"Mau pesen apa?" Tanya Revan ketika mereka sudah sampai di cafe.


Nanda melihat ke buku menu, sebenarnya ia tidak lapar. "Aku ga laper.. orange juice aja"


"Itu apartemen siapa?"


Nanda mengangkat kedua alisnya. "Buat apa dia nanya-nanya?" pikir Nanda.


"Kenapa emang?" Jawab Nanda.


"Gue nanya bukannya dijawab, malah balik nanya" Revan tampak kesal.

__ADS_1


"Kamu kenapa seh? Marah-marah sendiri? Ga jelas banget, mending aku pulang naik ojek aja" Nanda hendak bangun dari bangkunya tapi tangannya segera ditahan Revan.


"Oke sorry.. Temenin gue makan, abis itu gue anter pulang"


__ADS_2